Kamis, 23 April 2015

Belajar dari Sutriyani, Lulusan Sarjana Fisika yang Berjualan Jamu



Tak sedikit masyarakat kita yang menganggap bahwa dengan kecerdasan dan pendidikan akan menjadikan mereka sukses mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang bonafid dengan gaji tinggi di sebuah lembaga pemerintah maupun swasta. Karena boleh jadi dengan pendidikan kita tersebut, ternyata dibatasi oleh beratnya persaingan mendapatkan pekerjaan, lantaran semakin sedikit lowongan pekerjaan. Ditambah lagi saat ini, kompetisi mendapatkan pekerjaan yang diharapkan semakin berat saja. Apalagi jika dalam sebuah kompetisi mendapatkan pekerjaan itu dikotori oleh ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bermain kotor dengan melakukan aksi suap menyuap. Maka sudah dapat diduga, yang akan mendapatkan pekerjaan itu justru orang-orang yang memiliki kompetensi yang rendah, atau justru tidak memiliki kemampuan sama sekali.

Apa yang terjadi jika yang mendapatkan pekerjaan adalah orang-orang yang tidak memiliki kompetensi yang mumpuni? Entahlah, yang pasti institusi tersebut telah memberikan pekerjaan kepada orang yang tidak tepat. Mereka bekerja dengan semau sendiri, yang penting menerima gaji dianggap beres. Sungguh prihatin jika pekerjanya memiliki integritas yang rendah. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi pada institusi pendidikan kita.

Terlepas dari fenomena kependidikan dan lowongan pekerjaan di Indonesia, Sutriyani, menjadi sosok yang boleh jadi salah satu dari sekian banyak lulusan perguruan tinggi dengan nilai IPK tinggi justru tidak mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Sebagaimana keterangan beliau di acara Hitam Putih, bahwa pada mulanya mimpinya mengenyam pendidikan tinggi karena ingin menjadi guru fisika. Menjadi guru adalah cita-cita yang luhur. Apalagi nilai yang diperoleh Sutriyani cukup tinggi yaitu 3,49. Sebuah prestasi dan pencapaian target pendidikan yang amat baik.



Seorang sarjana lulusan perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini sejauh ini belum meraih cita-citanya menjadi seorang guru, meskipun upaya dan usaha sudah dilakukan agar cita-citanya berhasil. Tapi ya gimana lagi, jika nasib belum berpihak padanya, maka tidak ada jalan lain selain menjadi wiraswasta.

Dengan kegagalan menjadi PNS atau Guru Fisika tersebut apakah Sutriyani frustasi dan merasa telah gagal, sehingga ia hanya merenungi nasib dan menunggu pekerjaan yang tak pasti?

Tidak, Sutriyani justru lebih memilih memberdayakan dirinya dengan menjadi pedagang jamu. Hari demi hari ia lakoni dengan membuat dan berjualan jamu di kampungnya, demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

Berkeliling kampung kampung dengan sepeda motornya ia melenyapkan image negatif bahwa sarjana yang gagal menjadi PNS atau Pegawai adalah sosok yang gagal. Ia justru membuktikan bahwa menjadi sarjana bukan untuk berpatah menjadikan dirinya patah semangat jika usahanya mendapatkan pekerjaannya telah gagal. Tapi justru menjadi pelajaran bahwa tidak ada yang salah dengan pendidikan yang telah ditempuh serta prestasi yang diraihnya, serta pekerjaan sebagai wirausaha sebagai penjual jamu. Setiap orang berhak memiliki apa yang dicita-citakan, tapi kadang kala harus menerima sebuah kegagalan dengan berlapang dada. Ia ikhlas menerimanya sekaligus berusaha tegar dan berusaha menciptakan lapangan pekerjaan agar dirinya tidak semakin merasa gagal dalam memperoleh cita-citanya.

Selain menjadi penual jamu yang percaya diri, di sela-sela jualannya, ia masih sempat membantu anak-anak sekolah menyelesaikan PR nya dengan ilmu yang dimilikinya.

Apa yang dilakukan Sutriyani adalah pelajaran berharga, bahwa tidak selamanya kegagalan dalam memperoleh pekerjaan itu sebagai akhir dari segala-galanya. Karena boleh jadi dengan usaha kecil-kecilan yang dilakukan dengan ketekunan, kerja keras dan doa, justru akan mengantarkan dirinya menjadi pengusaha sukses.

Tidak ada yang salah dengan pendidikan kita, dan tidak ada yang salah dengan pekerjaan kita. Akan tetapi semua menjadi perjalan hidup yang semestinya disyukuri dan dinikmati agar hidup kita semakin berharga dan bermakna.

Yang pasti, inilah kata lain dari ide revolusi mental yang didengungkan  oleh pemerintah kita, bahwa seyogyanya setiap warga negara memiliki mental yang sehat, teguh, jujur, tekun dan ulet serta sabar dalam usaha mencukupi kebutuhan hidupnya dengan pekerjaan yang dihalalkan dan dilakukan dengan semangat yang tinggi demi kesuksesan.

Salam
divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Senin, 20 April 2015

Guru Nge-Blog, Apakah Boleh?



Guru adalah bagian penting dalam pendidikan. Karena keberadaan guru tersebut, hendaknya guru berusaha menciptakan iklim yang kondusif bagi penciptaan kreatifitas dalam tugasnya. Termasuk bagaimana guru mampu menggunakan media internet sebagai bagian penting dalam melaksanakan tugas kependidikannya.

Memang sih, selama ini istilah guru nge-blog memang belum sepenuhnya dipahami oleh para guru. Acapkali ini disebagkan karena para guru emoh disibukkan dengan urusan yang dianggap kurang penting. Mereka seringkali mengenal dunia pendidikan hanya sebatas membaca buku-buku yang sudah ada sebagai bahan literatur dan bukti bahwa guru tersebut sudah melaksanakan tugasnya.

Yang lebih parah lagi, jika tugas pendidikan hanya sebatas di kelas dengan jalinan hubungan dua arah, antara guru dan siswa secara berhadapan, padahal akhir-akhir ini dunia pendidikan semakin berubah. Di  mana jika awalnya pendidikan bersifat konvensional dengan kebanyakan berdiri di depan kelas, saat ini sudah banyak mengalami kemajuan, di antaranya komunikasi melalui beragam media komunikasi modern termasuk internet. 

Apalagi, sejauh ini, tekhnologi komunikasi termasuk internet sudah sangat menuntut kemampuan guru menggunakan media tersebut sebagai bagian pengejawantahan tugasnya sebagai rumah ilmu bagi para siswanya serta orang-orang di sekitarnya. Tentu saja tujuan guru menulis di blog adalah sebagai ajang berbagai, silaturrahmi dan ajang jalinan komunikasi tanpa batas. Di mana di dalamnya akan ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari dunia Blog tersebut.

Selain sebagai kegiatan yang sebenarnya amat bermanfaat, kegiatan nge-blog juga menjadi bagian tugas guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada para siswanya secara khusus serta kepada masyarakat luas demi menghadapi arus komunikasi digital yang semakin lama semakin maju. Tapi, bermunculan banyak ekses negatif dari mudahnya para pengguna (user) internet dalam mengakses konten negatif yang justru merusak generasi muda.

Adapun beberapa manfaat guru menulis di blog, atau bahasa gaulnya ngeblog yaitu:

Hakekatnya seorang guru selain ditugasnya mendidik di kelas, mereka juga dapat menyampaikan ide-ide atau gagasan positif pada dunia, tak hanya pada orang-orang di sekitarnya. Karena boleh jadi tulisan kita di blog akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan penduduk bumi yang tak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dari belahan dunia manapun, mereka bisa mengakses ide-ide atau gagasan positif tersebut sehingga cakupannya semakin luas, tak hanya lingkup kecil di kelas atau di sekolah kita.

Selain mengembangkan ide-ide atau gagasan, hakekatnya guru pun dituntut untuk menyampaikan informasi terkait bidang tugasnya, meskipun seringkali pula kebanyakan guru terkungkung pada dunia yang begitu sempit. Mereka takut bersosialisasi dengan dunia internet, karena menganggap dunia internet semata-mata berdampak negatif, padahal lebih dari itu, banyak ruang pengembangan diri yang tak terbatas yang bisa diperoleh dari bermacam-macam orang dengan karakter dan tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Boleh jadi kita bisa mengadobsi pengetahuan dalam pembelajarannya sejauh ilmu dan pengalaman itu masih bisa diterima dan sesuai dengan budaya dan karakter pendidikan di Indonesia. Yang pasti, banyak hal yang bisa dimanfaatkan di dunia blogger (para penulis blog), internet, yang saat ini menjadi bagian penting perkembangan peradaban manusia.

Menulis di blog, pun bermanfaat sebagai ajang komunikasi, diskusi dan berbagi pengetahuan. Selain para guru akan terasah dengan kreatifitas menulisnya, kegiatan menulis diblog dapat mengambil manfaat dari diskusi yang tentu dihadapkan akan menambah pengetahuan guru dalam proses pembelajarannya di sekolah.

Dunia internet (khususnya blogging) adalah dunia yang dipenuhi dimensi pengetahuan, jika guru mampu memilah dan meimilih beberapa hal yang bermanfaat, tak ada yang sia-sia jika mau melibatkan diri dalam dunia tulis menulis di sebuah blog.

Menulis di blog bukan semata-mata kegiatan yang sia-sia, karena di dalamnya banyak manfaat yang diperoleh. Selain manfaat secara immateril juga banyak blogger yang memperoleh materi (uang) dari rutinitasnya dalam dunia tulis menulis di sebuah blog.

Pada akhirnya dunia menulis di blog adalah bagian penting bagi peningkatan profesionalisme guru dalam pembelajarannya di kelas, serta peningkatan kompetensinya dalam jenjang pengetahuannya. Sehingga dengan menjadi blogger, selain sebagai hobby, iseng dan penyaluran bakat, di dalamnya akan banyak memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuannya dalam mengemban tugas sebagai guru yang lebih profesional. (maa)


Minggu, 19 April 2015

Aku dan Kompasiana, Sekelebat Perjalanan Hidup

Hasil gambar untuk fananya kehidupan
0ikodomeo.wordpres.com

Berkompasiana, istilah yang aku sebut aktifitas tanpa batas waktu dalam berkecimpung dalam dunia tulis menulis di kompasiana. Sebuah dimensi holistik hubungan timbal balik yang saling menguntungkan secara immateril. Keuntungan yang bukan semata-mata karena uang, tapi keuntungan di dalamnya adalah bertambahnya pengetahuan diri dalam dunia tulis menulis.

Detik demi detik aku selami perjalanan hidup ini dalam bait-bait kata yang tersusun rapi menjadi tulisan yang mungkin nilainya tak sebaik penulis lainnya. Aku mencoba meluruskan setiap bait itu menjadi susunan kata yang indah, layak dibaca dan selalu mencoba belajar dan merenungi diri, dimanakah letak sempurnanya tulisan itu.

Meskipun kadang lelah, kenapa saya tak bisa menulis indah yang bisa membangkitkan gairah pembacanya. Tak hanya itu, kadang terlihat membosankan dan basi, itu lagi-itu lagi yang tertulis.

Ahhhh mungkin memang inilah perjalanku dalam mencari jati diri. Sejauhmanakah aku bisa bertahan dan selalu ingin mempersembahkan yang terbaik bagi diri sendiri, meskipun seringkali berharap setiap orang yang membaca menjadi puas, dan ingin lagi membaca tulisanku. Tapi entahlah, mungkinkah hanya ini batas kemampuanku dalam melahirkan tulisan.

Benarkah aku dungu? Atau aku memang bukan penulis yang dicari-cari? Ada kesenjangan antara harapanku melahirkan tulisan yang bernas dengan kemampuan dan kecerdasan fikirku dalam merangkai kata-kata. Bahkan jari-jemariku seakan-akan kaku, tak bisa bergerak lagi tatkala dadaku bernafsu untuk menyentuh lagi tombol demi tombol keyboard. Benarkah ini pertanda aku kurang bisa menulis? Atau memang menulis benar-benar karena bakat?

Entahlah. Sejauh ini aku menyadari bahwa inilah aku, si dungu yang sampai kini tak mampu menjadi penulis yang diharapkan selalu hadir. Kadang aku berfikir, aku hanyalah bagian kecil dari jutaan manusia yang berbakat dan mampu melahirkan karya-karya indah yang menggugah selera pembaca. Berharap semua bisa melahapnya sampai habis dan merasa ketagihan. Tapi nyatanya detik demi detik kulalui ternyata tetap begini dan masih saja begini.

Aku merasa tulisanku selalu saja tak bisa memuaskanku. Hati ini merasa berdosa, kenapa kemampuanku tak juga bertambah? Adakah yang salah dengan kecerdasan berpikirku? Atau memang Tuhan hanya sebatas ini anugerah yang diberikanNya kepadaku. Entahlah. Namun yang pasti, aku merasa hidup, tatkala jari-jemariku mampu melahirkan lagi huruf demi huruf, bait demi bait, dan paragraf demi paragraf tulisan yang terlahir dari gairah ini.

Aku ingin selalu berbagi dengan semua orang, meskipun mereka mengejekku dengan senyumannya yang sinis. Sambil bergumam "si bodoh itu masih saja menulis ya?" terkaku dalam hati. Biarlah, seandainya ungkapan-ungkapan yang lahir setelah membaca tulisanku, aku berharap semuanya menjadi penyemangat dan doa bahwa orang bodoh ini ternyata keras kepala, meski tak memiliki kemampuan apa-apa ternyata tetap saja menulis dengan hasil yang sungguh-sungguh mengecewakan.

Menjiikkan sekali dirimu? Dimana letak harga dirimu meski engkau dungu nyatanya engkau adalah sosok yang keras kepala.

Berharap usiaku akan panjang, melebihi usia nabi yang hanya 63 tahun. Tak ingin akhir hayatku dipenuhi noktah-noktah kebodohan, kenapa tidak sedari dulu menyemangati diri sendiri. Kenapa tak sedari dulu membagi yang dimiliki?

Bodoh sungguh bodohnya aku. Tapi, apa sih yang dibanggakan dari tulisan tak berisi itu? Sampah yang hanya memenuhi kantung-kantung simpanan server. Ia seperti lilitan sampah yang tercecer dan menyumbat sirkulasi udara ruangan server. Mau dibuang sayang, tapi disimpan menjadi bangkai.

Tapi, meskipun sekelebat perjalanan hidupku, ada kebanggan yang tak dapat aku simpan selama ini, ternyata diriku pun masih bisa memberikan manfaat. Laksana rumput yang selalu saja dianggap gulma pengganggu tanaman, tapi ternyata ada makhluk lain yang membutuhkanku. Tak masalah, jika semuanya serba tak sempurna, seandainya ketidak sempurnaan itu cukup memberikan ruang agar sedikit terbuka sehingga menjadikan cahaya masuk ke dalam ruangannya.

Aku tak ingin menyalahkan rendahnya kemampuanku, tapi aku akan membangunkannya menjadi gairah yang takkan padam, meskipun raga ini semakin tua. Bersama-sama menjadi bagian dunia yang tak terpisahkan jarak oleh ruang dan waktu.

MAA

Di mana Ada Tunjangan Guru, Operator Sekolah Amatlah Urgent

Gambar : Ilustrasi Operator Dapodik (lenterakecil.com)

Extraordinary News Operator Dapodik, seperti yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan di media sosial seperti facebook, ternyata memancing perhatian saya untuk menuliskannya di sini. Terus terang saya turut merasakan betapa beratnya beban seorang operator sekolah (admin sekolah) yang harus berjibaku dengan berkas-berkas dan laporan kinerja guru dengan akurasi yang tepat. Karena ditangan para operator sekolah inilah ujung tombak data-data yang akurat sangat dipertaruhkan.

Tentu saja dikembalikan pada tingkat integritas operator ini dengan di bawah pengawasan kepala sekolah tentunya semua data yang di upload itu benar dan bukan abal-abal. Karena jika data yang diberikan tidak akurat maka yang terjadi, pemerintah akan sulit melakukan pemetaan terkait kondisi sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan serta kondisi siswanya.

Bagaimanapun juga, meskipun kerja operator sekolah dianggap ringan, mereka sebenarnya menanggung beban tugas yang cukup berat. Ketika tugas hariannya harus dipenuhi dengan seabrek input data, ternyata kondisi penghasilannya kurang begitu terpenuhi. Hal tersebut disebabkan karena selama ini operator sekolah juga merangkap guru kelas. Jadi beban guru ini pun bertambah selain mendidik siswanya, ia juga harus mempersiapkan laporan yang harus selalu tepat waktu.

Walaupun kerja operator sekolah tidaklah ringan, tapi ketika berbenturan dengan sulitnya mengupdate data terkait perubahan kurikulum KTSP ke Kurtilas, dan sampai sejauh ini banyak dikeluhkan para operator, ternyata mereka acapkali mendapatkan amarah dari para guru ketika data-data yang diupload tidak juga selesai. Pihak sekolah menjadi kalut lantaran itu tannggung jawab sekolah terutama kepala sekolah yang harus mempersiapkan semuanya berdasarkan permintaan pusat, begitu juga pemerintah sendiri yang sulit mengontrol kinerja operator ini lantaran operator sekolah saat ini banyak dipegang oleh guru honorer dengan honor yang kecil dan guru yang merangkap juga sebagai wakil kepala sekolah.

Boleh jadi inilah asal muasal masalah kenapa update data selalu mengalami kendala.
Namun demikian, meskipun berat tugas operator sekolah, ternyata ada beberapa persoalan yang turut memicu keterlambatan upload data di pihak admin sekolah. Sebagai berikut:

1. Operator sekolah juga guru di sekolah tersebut

Selama ini operator sekolah dikerjakan oleh guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah, bukan operator khusus yang ditugaskan menghandel semua data sekolah, guru dan siswa. Sehingga apa yang terjadi, guru yang kebetulan juga memiliki tugas sendiri yang harus mengajar di kelas, tugas pokoknya menjadi terhambat. Padahal semestinya kendala-kendala tersebut tidak terjadi jika ada satu orang operator sekolah yang kontinyu dan konsisten bertanggung jawab terhadap akurasi data persemester.

Ketika para guru yang ditugaskan menjadi operator harus disibukkan dengan perangkat pembelajaran, persiapan ujian misalnya, tentu dapat diduga bahwa kinerja sebagai operator pun akan terhambat.

2. Operator sekolah merangkap wakil kepala sekolah

Seperti yang terjadi di sekolah saya saat ini, seorang operator dapodik ternyata juga merangkap sebagai wakil kepala sekolah yang juga harus mengerjakan tugas apabila kepala sekolah memberikan tugas mendesak. Seperti misalnya mengikuti pelatihan berhari-hari karena kepala sekolah yang berhalangan hadir.

Kondisi ini menyita perhatian guru yang bersangkutan, ketika ia harus mengajar, ternyata pun harus mewakili tugas kepala sekolah. Belum lagi tugasnya sendiri ketika ditunjuk mengikuti pelatihan di luar daerah, maka secara otomatis siswanya pun akan terabaikan.

Tentu saja hal ini dapat diminimalisir apabila, seorang operator adalah penunjukan khusus dari pemerintah pusat. Paling tidak penuugasan dari pemerintah daerah yang benar-benar ahli dalam IT, sehingga tugas mereka tidak setengah-setengah dan tidak terkendala oleh tugas lainnya.

3. Karena bukan pegawai khusus operator sekolah, maka sekolah menganggarkan dari dana BOS

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa dana bos yang diperoleh tiap sekolah akan berbeda-beda tergantung banyaknya siswa. Itupun banyak dihabiskan untuk mencukupi kebutuhan pokok sekolah, termasuk membayar listrik, membeli sarana dan prasarana pembelajaran, pembiayaan pemeliharaan sekolah, ditambah lagi untuk membayar gaji honorer.

Jika dana bos yang hakekatnya sudah dialokasikan pada hal-hal yang urgen terkait kegiatan sekolah, bagaimana mungkin untuk membiayai operat sekolah? Apakah lebih baik operator sekolah adalah pegawai khusus yang merupakan pengangkatan pegawai yang diambil dari jurusan IT (komputer) yang tugasnya akan lebih optimal. Tidak seperti sekarang ini, banyak kendala terkait cara menggunakan aplikasi dapodik termasuk padamu negeri yang cukup menguras energi karena harus memberikan bimbingan dan pelatihan yang tak sedikit.

4. Karena honor operator sekolah kecil, guru-guru mau tidak mau ikut mengiur operator sekolah

Mungkin kondisi ini di semua sekolah akan sama saja, di mana karena honor operator sekolah sangat kecil, tentu secara sukarela para guru menyumbang atau memberikan sebagian  tunjangan profesi tersebut untuk diberikan kepada operator sekolah. Apa yang dilakukan oleh guru cukup membantu para operator sekolah. Tapi akan lebih baik jika operator sekolah sudah mendapatkan gaji sendiri dari pemerintah. Jadi mereka tidak membebani guru dengan membayar operator sekolah meskipun jumlahnya kecil dan seikhlasnya.

Paling tidak, ketika operator sekolah adalah orang-orang yang memang berkompeten dan memiliki tugas yang sangat urgen, maka pengangkatan operator selain pegawai yang sudah menjadi guru tentu lebih baik lagi. Karena ketika guru yang semestinya bertugas di kelas, ketika harus mengerjakan laporan dapodik tentu akan menghambat tugas pokoknya terhadap para siswanya.

Semoga saja kedepannya, para operator sekolah adalah pegawai khusus dari pusat atau daerah yang berstatus PNS, dan ia tidak mendapatkan tugas tambahan sebagai guru apalagi seorang honorer yang mendapatkan gaji kecil dari dana bos.

Salam

Alhamdulillah, Terimakasih Pak Jokowi, Tunjangan Sertifikasi Cair Lagi

Terlihat wajah seorang guru begitu sumringah, mesam-mesem seperti habis memenangkan lomba. Dan setelah tak seberapa lama menghampiriku ia mengatakan bahwa ia mendapatkan sms banking dari salah satu bank, isinya rekeningnya menerima transveran dana yang lumayan untuk menutup kebutuhan mendesak bagi guru yang bersangkutan.

Sambil mengucapkan alhamdulillah, rasa syukur yang teramat dalam guru yang bersangkutan berterimakasih kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi dan DPR karena anggaran yang benar-benar diharapkan guru akhirnya cair juga. Melihat kebahagiaan beliau saya pun turut berbahagia dan mengucapkan sukur pula karena beban guru sedikit berkurang dan terbantu akibat dari cairnya tunjangan profesi yang diberikan kepada guru.

Betapa tidak, beberapa saat yang lalu, para guru sempat mengalami konflik batin dan kekhawatiran karena tunjangan profesi yang biasana mereka dapatkan, diisyukan akan diputus atau dihentikan dengan alasan tertentu.

Kala itu, tak hanya guru yang bersangkutan, guru-guru lain yang sudah menerima tunjangan profesi pun mengalami kegalauan terselubung, mereka bertanya ke sana kemari apakah benar penghasilan tambahan tersebut akan dihentikan presiden Joko Widodo? Dan ternyata isyu tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Isyu yang cukup menyita perhatian guru tersebut sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan, pemerintah di era Presiden Jokowi ternyata begitu memperhatikan nasib guru. Segala isyu yang cukup membuat resah ternyata tidak terbukti. Ucap syukur pun dirasakan oleh semua guru karena harapannya selama ini terkabul.

Melihat kenyataan bahwa tunjangan pokok bagi guru yang ternyata dinikmati guru tersebut, pun seharusnya lebih meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik lagi. Tak ada kata-kata malas dalam mengemban tugas karena penghasilan guru sudah mencukupi dan jenjang karir para guru pun sangat diperhatikan pemerintah.

Tunjangan profesi tersebut, menurut informasi, diperkirakan cair tanggal 9 s.d 16 April 2015. Pemerintah pusat sudah menggelontoran dana tunjangan tersebut tepat waktu dan mekanisme di daerah diserahkan pada kebijakan yang sesuai.

Presiden Jokowi Memperhatikan Nasib Guru

Terlepas dari dicairkannya tunjangan profesi tersebut, ternyata kebijakan yang memperhatikan nasib para profesional kini semakin menunjukkan titik terangnya. Apalagi pemerintah memberikan jatah tunjangan kinerja bagi para pegawai (khususnya guru) yang bekerja dengan profesional dan penuh kredibilitas dan dedikasi tinggi. Mereka bekerja atas dorongan jiwa penuh disiplin, tak memandang seberapa berat ujian yang harus dihadapi ketika berhadapan dengan bidang tugasnya.

Itulah salah satu kebaikan program dan kebijakan presiden Jokowi yang pro guru tersebut. Tentu saja keinginan yang mulia dari mantan presiden SBY terkait kesejahteraan guru turut menjadi bahan renungan pemerintahan saat ini.

Bagaimanapun juga, sebagai bentuk rasa terimakasih guru kepada kebijakan yang baik ini semestina para guru dapat menunaikan tugas dengan dedikasi yang tinggi, meskipun dalam situasi tanpa pengawasan, mereka memiliki upaya untuk melakukan pengawasan secara melekat. Mereka melakukan ibda' binafsih, apakah pekerjaannya sudah sesuai dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Dan harapannya, tunjangan profesi yang diberikan bukan semata-mata digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, tapi benar-benar diarahkan pada pemenuhan kebutuhan asasi guru dalam bidang tugasnya, termasuk di dalamnya perangkat pembelajaran, pengembangan dan peningkatan profesionalisme dengan mengikuti sederet pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam bidang tugasnya, serta membekali diri dengan keahlian lain dalam pengembangan teknologi dan penelitian kependidikan selanjutnya.

Semoga saja harapannya, kabar baik ini juga dirasakan oleh semua rakyat Indonesia, tatkala guru semakin lama semakin diperhatikan, maka lambat laun kinerja mereka dalam mendidik anak bangsa semakin baik. dan harapannya Indonesia melahirkan generasi terdidik yang membanggakan dengan prestasi yang mendorong kemajuan negeri ini. Semoga.

MAA

Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!