Senin, 04 Mei 2015

Tanya Jawab Seputar Verval NRG di Padamu Negeri 2015

Hasil gambar untuk padamu NEGERI


 

 

TANYA JAWAB TERKAIT VERVAL NRG DI PADAMU NEGERI 2015


1. Bagaimana tata kelola NRG selama ini?

Sesuai Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4 bahwa Sertifikat Pendidik sah berlaku untuk melaksanakan tugas sebagai Guru setelah mendapat Nomor Registrasi Guru (NRG). NRG dikelola dan diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik) BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak tahun 2007 sampai saat ini. Sehingga bila ada NRG yang tidak sesuai dengan arsip database NRG dari Pusbangprodik maka dinyatakan tidak valid. 


2. Apa tujuan dari VerVal NRG di Padamu Negeri?

Ada 2 (dua) tujuan dari VerVal NRG, yaitu: 

Pertama, untuk memverifikasi dan memvalidasi ulang bagi setiap Guru yang telah memiliki Sertifikasi Pendidik dan NRG yang diterbitkan oleh Pusbangprodik BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak 2007 s/d 2014 agar lebih tertib, terjamin validitas/keabsahannya dan terpantau rekam jejak pemilik NRG tersebut.

Kedua, Untuk menerbitkan NRG baru bagi pemilik Sertifikasi Pendidik namun belum memiliki NRG yang diterbitkan resmi oleh Pusbanprodik baik pada pola sertifikasi PSPL atau Portofolio atau PLPG atau PPG selama periode 2007 - 2014 kelulusan sertifikasinya. 



3. Bagaimana mekanisme VerVal NRG di Padamu Negeri?

Padamu Negeri menggunakan Arsip Database NRG milik Pusbangprodik yang tersimpan sejak 2007 s.d 2014. Ada 1.8 juta data NRG yang terekam di Arsip Database NRG milik Pusbangprodik sampai saat ini. Dari 1.8 juta data arsip NRG tersebut telah direkonsiliasi dengan data akun PTK di Padamu Negeri. Oleh karena itu pada proses VerVal NRG mensyaratkan akun PTK di Padamu Negeri minimal bintang 4 ungi dan akan terbagi menjadi 3 (tiga) jenis perlakuan, antara lain:

A. Otomasi Pemberian NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik telah sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem Padamu Negeri langsung memberikan info NRG PTK tersebut secara otomatis. Selanjutnya PTK melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b2 sebagai tanda bukti ajuan pengesahan ke Admin Dinas/Mapenda (S26c2).


B. Klaim NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik belum sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem meminta PTK memasukkan data NRGnya secara manual untuk dicarikan ke database arsip NRG dari Pusbangprodik. 

B.1 Apabila hasil pencairan dari data arsip NRG telah sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan proses klaim kepemilikan NRG tersebut dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b3 sebagai bukti ajuan klaim melalui Admin Dinas/Mapenda (S26c3). Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda ini secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui klaim NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d3.

B.2. Apabila hasil pencarian dari data arsip NRG tidak ditemukan atau tidak sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan prosedur Ajuan NRG Baru (S26a). 


C. Ajuan NRG Baru
Ajuan NRG baru dapat dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:

C.1. PTK telah memiliki sertifikasi dari LPTK namun belum memiliki NRG. 

C.2. PTK telah memiliki NRG namun tidak diketemukan saat proses pencarian dari proses klaim sebagaimana dijelaskan di poin B.

PTK memproses ajuan NRG baru dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya kemudian cetak bukti ajuan NRG baru (S26a). Surat Ajuan S26a tersebut diserahkan ke Admin Dinas/Mapenda untuk diverifiksi dan divalidasi dengan cetak bukti S26c1. Selanjutnya ajuan NRG baru tersebut otomatis akan tampil di dasabor Admin Pusbangprodik untuk diproses penerbitan NRG baru (S26d1).


D. Laporan Kesalahan/Sengketa NRG
Bila PTK melakukan proses VerVal NRG kemudian terdeteksi bahwa NRGnya telah divalidasi/diklaim oleh PTK lainnya atau dinilai ada kesalahan data yang tidak sesuai dengan arsip NRG Pusbangproik.  Maka PTK bersangkutan dapat melakukan prosedur Laporan Kesalahan/Sengketa NRG dengan mencetak S26b4 sebagai bukti ajuan laporan kesalahan/sengketa NRG untuk diserahkan kepada Admn Dinas/Mapenda. Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda (S26c4) secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui Lap;oran Kesalahan/Sengketa NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d4. Adapun kesalahan akan diperbaiki atau pihak yang disengketakan otomatis akan dibatalkan status kepemilikan NRGnya oleh sistem dan dinotifikasi pada dasbor PTK tersebut.

4. Bagaimana bila PTK menyatakan telah memiliki NRG (termasuk telah menerima tunjangan profesi berdasarkan NRG tersebut) namun tidak diketemukan saat VerVal NRG di Padamu Negeri atau ternyata NRG tersebut milik orang lain?

Tentunya sebagaimana dijelaskan pada poin 1 bahwa penerbit resmi NRG adalah Pusbangprodik. Sehingga bila tidak ditemukan NRG dimaksud atau tidak sesuai kepemilikannya pada arsip database NRG Pusbangprodik maka NRG tersebut dinyatakan tidak valid/tidak sah meskipun mungkin NRG tersebut telah digunakan sebagai dasar penerimaan tunjangan profesi. 


5. Bagaimana bila PTK yang telah memiliki sertifikasi dan NRG namun tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri?

Sebagaimana dijelaskan pada poin 2 (Tujuan VerVal NRG) serta berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4, maka apabila PTK pemilik sertifikasi dan NRG tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri hingga batas 30 Juni 2015 maka NRGnya dinyatakan tidak valid/tidak sah. 


6. Apabila PTK telah memiliki NRG lama namun tidak sesuai saat VerVal NRG sehingga yang bersangkutan mengajukan NRG baru dan mendapatkan NRG baru. Bagaimana dampaknya terhadap tunjangan yang telah diterima berbasiskan NRG lama selama ini?

NRG tidak bisa dipisahkan dengan NUPTK, karenya syarat NRG adalah harus memiliki NUPTK terlebih dahulu. Sehingga bila kasus tersebut terjadi maka setelah 30 Juni 2015 nanti, Pusbangprodik akan melakukan prosedur rekonsilisasi data NRG-NUPTK dengan unit pengelola tunjangan terkait baik di Kemdikbud maupun di Kemenag. 


7. Bagaimana memilih pola sertifikasi dan kode mapel yang sesuai saat melengkapi data VerVal NRG di Padamu Negeri?

a. Apabila akun PTK telah memiliki NUPTK dan lulus sertifikasi periode 2007 - 2014 dengan TMT Awal sebagai Guru < 2006 maka pilih pola sertifikasi PSPL/PF/PLPG. Selain itu pilih pola PPG yang sesuai jalurnya. 

b. Kode Mapel Sertifikasi yang tersedia ada 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:
   - Pilih kode mapel [2007-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2007 - 2008
   - Pilih kode mapel [2009-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2009 - 2014
   - Pilih kode mapel [2015-xxx] bila tidak ditemukan di kode mapel [2009-xxx]


Minggu, 03 Mei 2015

Ajarkan (Anti) Korupsi dari dalam Rumah


Korupsi lagi, korupsi lagi. Apa sih tulisan yang menarik selain bertemakan korupsi. Tentu, korupsi menjadi sensitive problem bagi bangsa ini. Selain itu, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang terbilang cukup memuakkan bagi semua kalangan. Karena kejahatan ini sangat mengerikan jika tidak diputus mata rantainya.

Penulis menilai, kejahatan korupsi sama kejamnya dengan kejamnya dengan para pengedar narkoba yang telah dihukum mati. Maka amat pantas, jika pelaku kejahatan ini juga dihukumi yang sama. Tujuannya diharapkan secara perlahan tidak ada lagi "niat" untuk mengambil uang yang bukan haknya lantaran kerasnya sanksi yang diberikan.

Tapi, benarkah korupsi cukup dibahas di pertemuan-pertemuan ilmiah atau di lembaga pendidikan semata? Kayaknya sih tidak. Lantaran kejahatan korupsi diawali dari kebiasaan di dalam rumah dan di lingkungan sekolah. Contoh, jika orang tua korupsi waktu dengan anak-anaknya, atau sebaliknya anak yang sering korupsi waktu dengan orang tuanya, itu sudah menjadi bibit pembiasaan korupsi di dalam rumah. Itu baru korupsi waktu.

Belum lagi terkait uang belanja, jika istri atau suami yang jujur maka tidak ada hasrat dan niat untuk korupsi uang belanja, misalnya uang yang semestinya untuk membeli kebutuhan sekolah, eee malah digunakan untuk jalan-jalan ke mall. Hal ini tentu saja sudah berdampak kurang baik bagi pendidikan "kejujuran" di dalam rumah tangga.

Hasil gambar untuk paud ini berjuang dengan keringat dan keikhlasan gurunya
Begitu pula di institusi pendidikan, jika sang murid terbiasa mencontek, atau mengambil barang milik temannya tanpa teguran dan didikan dari gurunya, tentulah kejahatan kecil di sekolah ini menjadi akar persoalan yang besar di kemudian hari. Anak-anak sekolah mestinya dilatih dengan "tegas" tentang kejujuran. Kalau mencuri itu salah ya tetaplah salah dan harus mengakui kesalahannya. Kalau mencontek itu salah, ya harus mengakui dan tidak melakukannya untuk kedua kalinya. Jika itu dilakukan berulang kali mesti ada hukuman (sanksi) yang tegas dari sekolah atau gurunya.

Selain hukuman di sekolah, pengalaman saya diwaktu kecil orang tua sangat tegas terkait larangan untuk mengambil hak orang lain. Meski itu milik orang tuanya sendiri.

Suatu ketika, tiga puluh tahun yang lampau, saya mengambil uang 100 rupiah di atas pintu, dan saya belikan sebungkus kerupuk. Pada waktu itu kerupuk bisa dibeli hanya dengan uang 100 rupiah. Uang yang saat ini tidak laku jaman dulu sudah bisa dibelikan kerupuk. Saya dihukum dengan keras, telinga saya dijewer dan memperingatkan agar saya tidak melakukannya lagi.

Menjewer anak memang bukan pendidikan yang baik, tapi bentuk ketegasan orang tua bahwa perbuatan itu dilarang, meskipun uang yang diambil adalah milik orang tuanya. Begitu pula jika saya membawa sandal milik teman, maka tak segan-segan orang tua memarahi saya dan memerintahkan untuk mengembalikan kepada pemiliknya.

Pola ketegasan dalam rumah tangga ini akan menjadi bibit yang baik bagi penciptaan generasi muda yang jujur. Jujur tidak bisa dibentuk dengan instant tapi membutuhkan usaha yang maksimal dan optimal agar pencapaiannya sukses. Meski sebaik apapun manusia tidak ada yang benar-benar jujur lantaran terbatasi oleh kelemahan manusia yang mudah tergoda oleh hawa nafsu serakah.

Paling tidak, dimulai dari saat ini, anak-anak diajarkan untuk tidak mengambil yang bukan haknya. Semua mesti ijin dulu atau diperoleh dengan cara yang hak. Mendapatkan sesuatu dengan usaha akan lebih baik dari pada meminta. Namun meminta dengan jujur akan lebih baik jika harus mencuri.
Mencuri sekecil apapun akan berdampak pada efek yang lebih besar di kemudian hari. Mencuri uang 100 rupiah, menjadi pelajaran yang buruk di kemudian hari yang boleh jadi akan menjadi 100 juta atau 100 milyar.

Nilai uangnya memang kecil, tapi dampaknya amat buruk bagi perkembangan kepribadian anak.
Keluarga adalah pondasi utama pendidikan masyarakat selanjutnya. Tanpa dasar pendidikan dari keluarga yang baik, jangan berharap pendidikan di sekolah akan sukses. Mungkin di sekolah menyembunyikan kebohongan dengan mencontek, tapi lambat laun kebiasaan ini menjadi buruk bagi pertumbuhan generasi selanjutnya.

Coba saja Anda saat ini suka mencontek waktu ujian, pastilah akan sungkan dan malu jika harus mengingatkan anak muridnya untuk tidak mencontek bukan? Atau Anda akan sungkan atau malu jika mengatakan "nak jangan mencuri ya nak! tapi kita sudah terbiasa dengan mencuri uang rakyat.

Salam penuh damai
divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Ternyata Program Indonesia Mengajar Belum Semua Paham

1430572659537581804




Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi. (Indonesiamengajar.org)





Program Indonesia mengajar ternyata sejauh ini masih belum sepenuhnya dipahami. Padahal pesan yang dititipkan Menteri Pendidikan adalah setiap lulusan perguruan tinggi yang fresh graduated agar menjalankan misi suci. Misi mengamalkan ilmu pengetahuannya kepada negara. Berjuang mendidik anak bangsa di daerah-daerah terpencil yang selama ini kurang tersentuh tangan-tangan profesional muda.

Program mulia yang digagas tahun 1990 ini pun sampai saat ini sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak lulusan perguruan tinggi yang bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil demi mengangkat derajat pendidikan masyarakat daerah tersebut dan selanjutkan turut membantu kemajuan daerahnya seperti daerah-daerah lainnya.

Tapi sayang, ternyata program Indonesia Mengajar ini belum sepenuhnya dipahami oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tingg. Kog tahu kalau program Indonesia mengajar ini belum dipahami sebagian mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi?

Tepatnya sepekan yang lalu, tatkala saya lagi berurusan dengan legalisir ijazah, saya mencoba bertanya basa-basi apa yang akan dilakukan pasca kelulusan ini. Ternyata responnya negatif. Mereka justru kurang begitu tertarik untuk membahas program setelah lulus kuliah. Ditambah lagi setelah saya menyinggung program Indonesia Mengajar, ternyata mereka pun kurang respek.

Ternyata setelah saya selidik, kurang responnya dengan program Indonesia mengajar lantaran setiap orang yang berhasil lulus rekruitmen tak menjamin menjadi pegawai negeri. Alasan klasik yang selalu menuntut jabatan meskipun pekerjaan belum dilalui. Selain karena kurang responnya terkait program Menteri Pendidikan tersebut, menurut keterangan sarjana ini karena orang tua tidak memberikan izin jika harus meninggalkan orang tua dan hidup di daerah terpencil.

Selain mereka kurang tertarik program Indonesia mengajar, ternyata orang tua justru tidak memberikan kesempatan bagi anaknya untuk menikmati masa-masa pencarian pekerjaan dengan ikut terlibat dalam program pemerintah tersebut.

Tentu saja, jika paradigma mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi ini masih cetek, dan menganggap bahwa mengabdi pada pemerintah adalah pekerjaan yang sia-sia, hakekatnya fakta ini sangat memprihatinkan. Bolehlah jika persoalannya karena mereka adalah kaum wanita yang mungkin saja ada kekhawatiran tatkala di perantauan. Meskipun hal ini tak beralasan, lantaran siapa saja yang mengikuti program ini sejatinya sudah dijamin oleh pemerintah. Apalagi pemerintah memandang para lulusan ini sudah mampu dan siap menjadi para pendidik di daerah pedalaman dan perbatasan.

Mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, selain kurang memahami program pemerintah ini ternyata mereka masih memikirkan bagaimana statusnya kemudian ketika mereka benar-benar mengikuti program ini. Padahal semestinya mumpung masih muda dan belum tersita waktunya dengan urusan keluarga, mending ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa itu. Tetnu semuanya diawali dengan niat beribadah, mengabdi dan mengamalkan ilmu. Selain mengamalkan ilmu tentu saja sebagai pengalaman yang sangat luar biasa karena bisa mengenal masyarakat yang berada di wilayah perbatasan atau wilayah yang jauh dari perkotaan.

Kebijakan Indonesia mengajar mempersiapkan tenaga pendidik yang tangguh

Sudah menjadi maklum, bahwa kesempatan menjadi guru memang saat ini sudah semakin sulit. Apalagi semenjak lahirnya Undang-undang Aparatur Negara menjadikan kesempatan buat guru honorer semakin tertutup. Lantaran ketersediaan guru honorer sudah terlalu banyak. Ditambah lagi para guru honorer yang sudah mengabdi lama akan diangkat oleh pemerintah melalui jalur guru kontrak atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Namun demikian, meskipun program pengangkatan guru honorer dilakukan dengan cara dikontrak pemerintah, tidak secara otomatis dapat menyelesaikan persoalan honorer yang sampai saat ini masih berjibun di lembaga pendidikan kita.

Bagaimana ini? Apakah tidak ada jalan lain?

Sesuai dengan program Indonesia mengajar ini, tentu paling tidak akan merekrut tenaga-tenaga profesional muda yang siap menjalankan profesinya sebagai pengajar relawan di daerah terpencil. Lantaran selama ini keberadaan guru di daerah terpencil masih jauh dari kesan tercukupi. Lantaran tidak semua pegawai negeri mau dimutasi ke wilayah-wilayah yang terpencil. Tentu persoalannya mereka lebih memilih daerah-daerah yang mudah dilalui oleh kendaraan umum maupun pribadi. Selain itu ketersediaan sarana pemenuhan kebutuhan pribadi pun masih jauh dari pantas.

Sehingga amat wajar jika amat sulit mencari pegawai baru yang mau menjadi pegawai tetap dan siap menetap di daerah yang terpencil tersebut.

Nah, dengan pertimbangan sulitnya melakukan rekruitmen tenaga guru dari kalangan pegawai baru maupun lama, maka program Indonesia mengajar ini adalah peluang pemerintah dan lulusan perguruan tinggi yang masih fresh graduated agar bisa tertantang dan mau berjuang di daerah yang benar-benar membutuhkan. Harapannya semua lulusan yang memang potensial diharapkan bisa membangun daerah terpencil dengan semangat pengabdian dan keilmuan yang mantap demi memajukan daerah sasaran program.

Hanya calon pendidik yang tangguhlah yang siap menjadi guru di daerah pedalaman

Sulitnya medan juang dan keterbatasan infrastruktur cukup menjadi tantangan yang berat bagi yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Tapi akan menjadi pengalaman berharga apabila calon-calon rekrutment benar-benar siap ditempatkan di daerah pedalaman. Paling tidak yang bersedia berjuang di daerah terpencil adalah sosok pendidik yang bermental baja. Mereka  masih muda, dan masih memiliki kesempatan untuk bergerak dan berkiprah dalam pemberantasan buta huruf. Berjuang dalam usaha membuat melek pendidikan bagi masyarakat daerah pedalaman.

Program ini tentulah bukan program yang mudah, tapi juga bukan menjadi persoalan yang sangat sulit. Lantaran saat ini wilayah Indonesia sudah mulai bertumbuh dan berkembang seiring kemajuan jaman yang menuntut warganya semakin menggeliat demi kemajuan daerahnya.

Gambar : Wilayah penempatan program Indonesia mengajar
Gambar : Wilayah penempatan program Indonesia mengajar

divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!