Selasa, 15 Maret 2016

Jakarta yang Mau Pilkada, Kenapa Orang Luar Ikut Heboh?

Gambar : Kompasiana.com


Aneh memang semenjak digulirkannya proyek (hajat) KPU terkait pemilihan Gubernur DKI  Jakarta, ternyata sampai sejauh ini menimbulkan beragam polemik. Polemik terkait kebolehan memilih pemimpin yang tidak seagama - bagi pemeluk Islam, dan polemik terkait gerakan-gerakan yang mengatasnamakan pendukung Ahok maupun yang kontra dengannya. Padahal hajat demokrasi itu baru akan dihelat pada 2017 mendatang.

Pertentangan opini dan cara-cara meraih simpati pun dilancarkan dengan cara-cara yang kadang amat membuat miris. Bagaimana tidak, para netizen yang pada dasarnya bukanlah calon pemilih atau bukan warga Jakarta ternyata ikut nimbrung dalam keramaian media sosial tersebut. Entahlah kenapa hajat demokrasi yang didengung-dengungkan oleh negara yang katanya demokratis ini justru membawa pengaruh buruk dan citra negatif bagi kelangsungan demokrasi itu sendiri. Demokrasi seakan-akan sekedar slogan semata, sedangkan pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan.

Bagaimana mungkin negara yang sudah mengagungkan konsesi politik ala demokrasi yang katanya mewakili aspirasi rakyat ini seakan-akan berubah menjadi arena tinju. Arena tinju malah lebih baik karena di dalamnya seperti sebuah kebun binatang. Semua ikut sahut menyahut yang kadang tak ada lagi tedeng aling-aling untuk saling merendahkan, melecehkan dan melempar isu-isu SARA yang justru bisa berdampak buruk bagi citra demokrasi yang dibangun itu sendiri.

Bahkan yang aneh lagi, ternyata pihak-pihak yang turut menyuarakan suara "berisik" itu ternyata bukanlah warga Jakarta, yang notabene pemilik wilayah itu. Semua yang mengaku pendukung A atau B berulah seperti musuh bebuyutan. Pendukung A berusaha memunculkan stigma positif calon yang saat ini didukung dengan merendahkan calon B, dan begitu pula sebaliknya. Orang luar ternyata ikut menyoraki dan memanas-manasi suasana, seolah-olah mereka yang berisik itu seperti supporter dan kawanan penonton yang ingin jagoannya menang dengan mengalahkan lawannya hingga babak belur. Padahal apa untungnya buat mereka? Toh mereka tidak akan mendapatkan hak pilih lantaran bukan warga Jakarta. Secara gitu loh, orang Lampung seperti saya ikut saling cemooh dan mencela calon lain dengan alasan yang dibuat-buat.

Isu SARA yang menjadi racun demokrasi

Saya menduga, adanya statemen yang dilontarkan pihak-pihak pendukung dengan mengatasnamakan SARA ini tidak pernah berpikir bahwa apa yang dilakukannya bisa berdampak buruk bagi ketenangan masyarakat. Masyarakat yang tadinya adem ayem lantaran mendapatkan lontaran terkait SARA mereka menjadi ikut terpengaruh. Emosi yang kadang tidak tahu duduk persoalannya.

Masyarakat yang selama ini sudah mulai menikmati makna demokrasi, ternyata sejauh ini sudah teracuni oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Entahlah, apakah ada faktor x mengapa mereka melakukan itu? Yang pasti orang-orang yang saling melontarkan persepsi dan opini negatif ini patut dicurigai sebagai para pembuat masalah yang mereka ingin memanfaatkan situasi runyamnya proses demokrasi.

Yang aneh lagi, padahal hajat Pilkada di Jakarta saja belum dimulai, ternyata riak-riak pertentangan SARA sudah mengemuka. Saya khawatir, pesta demokrasi di ibukota itu belum berjalan ternyata kekisruhan sudah muncul, dan berbahaya lagi kalau pihak-pihak yang justru ingin negara ini hancur ternyata berada di balik kekisruhan yang selama ini terjadi.

Terkait hajat Pilkada DKI Jakarta, Kita mesti mawas diri

Menjadi pendukung yang loyal itu sah-sah saja, dan gerakan melemahkan lawan juga merupakan keniscayaan dalam  meraih kemenanga. Tapi amat tidak elok jika hajat pilkada itu justru dikotori oleh ambisi menang tapi merusak kedamaian bumi pertiwi. Dan lebih elok jika para penonton yang di luar Jakarta semestinya mawas diri, jangan memancing-mancing reaksi sosial yang berujung pada ketenangan masyarakat. Biarkan demokrasi itu berjalan sesuai perundang-undangan, boleh independen atau jalur partai, yang penting semua berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dengan tidak mengorbankan kedamaian negeri ini.

Salam

Ini Alasannya Mengapa Makan Tidak Boleh Terburu-buru



Beberapa hari ini dunia netizen dihebohkan dengan tewasnya seorang pemuda lantaran tersedak daging ayam KFC. Pemuda itu menghembuskan nafas terakhir di tengah-tengah ia mengikuti lomba makan ayam goreng krispi milik perusahaan Amerika itu.

Dengan kejadian itu, tentu saja masyarakat spontan dibuat heboh, dengan mengeluarkan statemen macam-macam, antara siapa yang salah dan komentar-komentar yang beragam setelah membaca atau melihat kejadian tersedaknya pria tersebut.

Sebuah pelajaran berharga, dan jangan hanya dilihat saja tanpa diresapi secara mendalam, bahwa apa yang diperintahkan Rosulullah SAW amatlah benar dan tak dapat dipungkiri kebenarannya. Bahwa siapapun yang hendak menyantap makanan atau minuman semestinya mengikuti aturan atau etika agar proses menikmati hidangan itu membawa keberkahan dan keselamatan bagi pelakunya.

Selain karena membawa keberkahan bagi makanan yang dihidangkan, menurut sebuah penelitian baru dari Texas Christian University, makan lebih lambat bisa menurunkan kemungkinan seseorang masih merasakan lapar meskipun baru saja menikmati makanan. Dan bagi pemilik berat badan normal mengonsumsi makanan dengan perlahan dapat mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, seperti yang dimuat dalam lama Republika.co.id. (09/01/2014)

Dengan demikian, bagi siapa saja yang menikmati makanan, khususnya dengan cara perlahan, mereka akan menikmati manfaat yang ditimbulkan. Seperti merasakan nikmatnya makanan itu dan mereka tidak akan mudah merasakan lapar. Selain itu kalori yang terserap tubuh akan lebih sedikit lantaran makanan yang dikunyah semakin sedikit.

Secara gitu loh, menikmati makanan sejatinya sudah diajarkan oleh Rosulullah SAW bahwa hendaknya kita makan dengan membaca bismillah terlebih dahulu, berdoa agar makanan kita diberkahi dan tentu saja menikmati secara perlahan, dan menggunakan tangan kanan jika tangan kanan masih ada atau lengkap, karena tangan kiri terbiasa untuk membuang kotoran. 

Jika proses itu dilakukan yang terakhir adalah berhentilah makan sebelum perut merasakan kenyang. Karena dengan cara ini, konsumsi kalori dalam tubuh pun akan terkontrol. 

Kenapa makan secara cepat bisa berbahaya?

Menelaah kejadian kematian peserta kebut-kebutan makan daging ayam goreng itu, tentu muncullah pertanyaan, mengapa si peserta bisa mengalami kematian? Apakah makan secara cepat bisa berdampak bahaya?

Tentu saja "ya", lantaran menurut penelitian kesehatan saja, ketika makan saluran tenggorokan dan saluran pernapasan bergantian posisi. Ketika seseorang menelan makanan, maka saluran ke paru-paru akan tertutup oleh klep atau lapisan pembatas atau penutup saluran itu. Itu terjadi secara otomatis jika yang makan itu tidak disertai menghirup napas dan makan secara bersamaan, atau berbicara di saat makan. 

Kejadian tewasnya peserta kompetisi makan cepat KFC itu, tentu disebabkan karena tersumbatnya saluran pernapasan akibat tersedak. Korban tidak menyadari bahwa ketika makan sambil terburu-buru dengan ritme yang cepat dengan memburu diri dengan nafas yang cepat pula, maka otomatis kedua saluran itu akan terbuka secara bersamaan. Maka efeknya tentulah seperti yang akan terjadi. Jika korbannya tidak segera tertolong, otomatis akan meregang nyawa. Miris sekali.

Rosulullah saja melarang seseorang minum sembari bernapas atau meniup minuman dalam bejana, karena itu sangat berbahaya. Sebagaimana tertuang dalam haditsnya.

Yang pasti, jika kita hendak menikmati makanan, maka lebih baik dilakukan secara perlahan dan mengikuti aturan-aturan yang diajarkan oleh Rosulullah seperti yang tertulis di atas. Jangan lupa membaca doa baik sebelum dan sesudah makan merupakan manivestasi rasa syukur kita sebagai hamba Allah yang telah mendapatkan rezeki berupa makanan yang kita makan.

Salam

Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!