Jumat, 07 Oktober 2016

Inilah Teman Yang Semestinya Anda Jauhi


Calendariu.com



Penulis masih teringat dengan kata-kata bijak bahwa seribu teman kurang, satu musuh terlalu banyak. Benar sekali adanya. Dan penulis membuktikan bahwa semakin banyak teman tentu banyak hal yang bisa dikerjakan bersama-sama untuk meraih kemaslahatan bersama. Bahkan dalam kesempatan pelatihan saja seorang instruktur kadang mengatakan bahwa seberapa banyak nama-nama yang bisa diingat menunjukkan seberapa banyak teman yang bisa diraih.

Memiliki teman yang banyak adalah kebaikan, tapi teman yang bisa menjaga marwah pertemanan dengan tidak saling menyalahi dan menyakit satu sama lain. Begitu pula teman yang sedikit pun amat sangat baik jika masing-masing memiliki sense of belonging, rasa memiliki satu sama lainnya yang berujung pada persaudaraan sejati. Mereka akan selalu berada di sisi meskipun situasinya dalam keadaan rumit. Bukan justru menjadi hantu yang siap-siap mengganggu dikala kesulitan mendera.

Mereka selalu ada dikala suka maupun duka, karena pertemanan model inilah yang akan selalu langgeng. Mementingkan urusan pertemanan daripada urusan pribadi.

Sederet teman yang kita miliki, ternyata ada juga teman yang semestinya kita jauhi. Dijauhi bukan dimusuhin loh, tapi dihindari agar kita tidak terperosok pada hal-hal yang negatif.

1. Teman yang suka mabuk

Memiliki teman adalah kebaikan, tapi ketika teman kita suka mabuk maka mendingan dijauhi agar kita tidak ikut-ikutan mabuk. Mabuk di sini bisa diartikan mabuk minuman keras, narkoba, harta atau wanita (kalau pria). Karena karakter pemabuk itu indikasinya seringkali tidak sadar diri. Mereka lupa diri dan lupa daratan. 

Teman yang suka mabuk miras, narkoba tentu amat berbahaya karena bisa-bisa kita menjadi salah satu korban kejahatannya. Tak hanya kejahatan fisik yang bisa kita terima, karena kejahatan psikis pun bisa saja terjadi. 

Mereka mengajak kita ikut meminum miras dan mencoba narkoba karena hanya dengan itu mereka mengganggap kita adalah teman sejati mereka. Sekali kita menolak maka alamat akan menjadi musuh mereka.

Tak hanya teman yang suka mabuk miras atau narkoba, ada pula teman yang suka mabuk uang atau harta dan wanita. Ketika mereka menjadi manusia mabuk harta maka seringkali tidak menimbang halal atau haramnya. Mereka cenderung berusaha mencari kekayaan dan cinta secara membabi buta tanpa melihat baik dan buruknya. Dengan kata lain yang penting saya bisa kaya, bodo amat orang lain mau hancur. Berbahaya sekali, 'kan?

2. Teman yang hobi ngutang

Teman satu ini boleh dibilang adalah teman akrab, tapi keakraban mereka karena ingin mendapatkan keuntungan semata dari kita. Mereka mendekati kita karena ingin memanfaatkan diri kita untuk kepentingannya.

Apakah Anda ridho jika setiap hari kita harus menghadapi orang yang hobi ngutang model begini? Nggak kan?

Teman berhutang sih boleh, tapi ketika tiba saatnya mengembalikan semestinya ya harus mengembalikan. Jangan meminjam terus tapi tanggung jawabnya kagak ada.

Coba kalai setiap hari ketemu teman yang model begini, lama-lama uban muncul satu persatu dan kita jadi orang paling depresi lantaran menagih utang temen sendiri yang gak jelas jungtrungnya.

3. Teman yang suka pamer harta

Maksud di sini adalah mereka sebenarnya teman sejati, tapi sedikit sekali rasa empatinya. Ketika kita senang mereka mendekat dengan segala kekayaan dipamerkannya. Tapi ketika kondisi kita tengah jatuh mereka akan segera hengkang. Mencari teman lain yang dianggap se-level. 

Yang biking eneg lagi apabila teman yang suka pamer harta itu punya hutang sama kita, kita kecewa, jengkel dan serasa ngelek jengkol tapi mereka tidak memiliki perasaan sedikitpun. Sedih banget ya? hehe

4. Teman yang suka menjilat

Menjadi penjilat itu amat sangat tidak baik, karena kebiasaan orang yang suka menjilat akan menjatuhkan lawan karirnya meskipun itu teman sendiri. Mereka berusaha menjatuhkan wibawa kita karena ingin mendapatkan perhatian dari atasan.

Kalau ketemu teman model begini, mending dijauhi saja ...

5. Teman yang suka mengadu domba

Paling jengkel atau kecewa kalau punya teman suka mengadu domba. Di depannya mereka terlihat baik tapi di belakang justru memfitnah dan menjelek-jelekkan kita. Masih mending kalau cuman menjelek-jelekkan, lah kalau sampek kita bertengkar dengan teman sendiri, kan jadi repot.

6. Teman yang pemalas

Memiliki teman pemalas tentu amat berbahaya bagi kehidupan kita. Bagaimana tidak bahaya, ketika kita tengah semangat-semangatnya bekerja eh teman satu ini malah ngajak hepi-hepi. Rela menghabiskan waktunya untuk ongkang-ongkang sambil nggosip. Wah jangan deh punya temen model begini.

7. Teman yang curhat setiap hari

Kehidupan kita sudah sulit maka jangan ditambah lagi dengan kesulitan karena mendengar curhatan kesedihan teman. Setiap hari mereka mengeluhkan nasibnya yang tidak juga berubah tanpa berusaha dengan maksimal. Selalu menganggap bahwa beban hidupnya hanya miliknya saja. Padahal setiap manusia memiliki masalah yang mesti dipecahkan dengan cara yang bijaksana.

Boleh saja curhat dan mengeluh tapi jangan tiap hari, karena dengan sikap yang seperti ini justru akan memperlihatkan kelemahan kita sendiri.

Berkacalah pada nyamuk-nyamuk yang harus mati karena dipukul, tapi mereka tetap berusaha mendapatkan darah demi menyambung hidupnya. 

Kalau Anda memiliki teman yang suka mengeluh, berilah saran seperlunya dan coba bantu jika mampu. Tapi ketika mereka justru menyulitkan hidup Anda ya lebih baik dijauhi saja agar mereka bisa mawas diri bahwa hidup ini memang sulit dan tak cukup dengan mengeluh saja.

8. Teman yang suka selingkuh
Teman ini cepat-cepat lah dijauhi sebelum Anda terperosok kepada kebiasaan buruk ini. Mungkin Anda akan kuat menghadapi cobaan, tapi lama kelamaan Anda akan terperosok pula. Ingat jangan bermain dengan kerbau yang tengah berendam di kubangan, karena lama-lama Anda akan terciprat lumpur.

Masih banyak sih teman yang semestinya Anda jauhi, yaitu teman-teman yang mengajak pada kemudharatan dan kejahatan, karena justru akan mempengaruhi hidup Anda sendiri.




Rabu, 05 Oktober 2016

Guru Pembelajar dan Pemanfaatan Media Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran

Gambar : popconrtimeforandroid.com


Guru adalah tenaga profesional. Guru bukanlah jabatan yang semata-mata pekerja harian yang orientasinya hanyalah gaji. Tapi guru adalah sosok pendidik yang diberikan amanah agar membentuk generasi muda menjadi generasi yang cerdas, bertanggung jawab, mandiri dan bisa menjadi bagian pembangunan bangsanya.

Sebagaimana dijelaskan dalam undang-undang Sisdiknas Pasal 3 bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut:

Pedidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. (Undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 3).

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional di atas, maka sudah tergambar jelas bahwa tugas seorang pendidik bukanlah pekerjaan yang ringan atau mudah yang bisa disamakan dengan pekerjaan lainnya, karena lebih dari itu membentuk watak manusia demi bangsa Indonesia yang bermartabat.

Oleh karena itu, hanya dengan guru-guru yang berdedikasi, berintegritas, jujur dan bertanggung jawab serta profesionallah fungsi dan tujuan pendidikan akan dapat dilaksanakan dengan baik.

Senada dengan apa yang tertuang dalam Undang-undang Sisdiknas, bahwa pemerintah melalui Menteri Pendidikan sudah mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan kualifikasi ademik dan kompetensi guru, yaitu pada Permendiknas No. 16 Tahun 2007, yaitu guru semestinya memiliki 4 kompetensi inti yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Dijelaskan dalam setiap guru wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional. Sehingga mau tidak mau, seorang guru mesti memenuhi empat kriteria tadi.

Sedangkan kompetensi yang bisa diukur atau dinilai secara langsung adalah kompetensi pedagogik dan profesional melalui Uji Kompetensi Guru. Uji Kompetensi guru mengukur sejauh mana profesionalisme dalam pembelajarannya.

Berdasarkan nilai UKG, yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, terlihat indek tingkat profesionalisme jika diukur seluruh Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Yaitu nilai rata-rata nasional  sebesar 44,5 (kompas.com dimuat tanggal 4 Agustus 2012). Dengan melihat hasil rata-rata nasional yang rendah ini menunjukkan bahwa passing grade para guru se-Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Maka dengan perolehan nilai rata-rata ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru masih rendah.Meskipun faktanya profesionalisme guru tidak hanya sebatas nilai-nilai dalam UKG, akan tetapi dengan melihat kondisi yang ada pemerintah menghendaki adanya peningkatan profesionalisme guru dengan aneka cara, salah satunya Penilaian Keprofesian Berkelanjutan.

Dengan fakta terkait profesionalisme guru yang di bawah rata-rata, maka pemerintah menyelenggarakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang dilaksanakan secara formal maupun informal. Cara formal dilakukan dengan seminar, workshop, konferensi atau pendidikan formal di universitas yang juga sudah dilakukan oleh guru. Serta dengan cara informal, salah satunya dengan diskusi sesama guru, belajar mandiri melalui membaca dan penelitian.

Dalam konteks formal, Dirjen GTK menyelenggarakan program guru pembelajar dengan tujuan (1) meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru agar dapat memfasilitasi proses pembelajarannya secara efektif, (2) meningkatkan kompetensi sosial dan kepribadian melalui forum interaksi / diskusi sesama guru dan antara guru dengan mentor / pengampu. (3) memfasilitasi guru menjadi pembelajar (teacher as learners), guru yang mau belajar terus menerus untuk peningkatan dirinya.

Diharapkan dengan program teacher as learners (guru yang senantiasa belajar terus menerus) maka akan tercipta iklim pembelajaran yang kondusif dan tercipta proses pembelajaran yang efektif. Dan dampaknya tujuan pendidikan nasional yang diharapkan akan tercapai.

Peningkatan Kompetensi dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Sebagaimana paparan di atas, bahwa guru adalah pembelajar yaitu seorang pendidik, pengajar dan pelatih yang juga harus membekali dirinya dengan kemampuan  yang mencukupi. Proses pemenuhan kompetensi itu salah satunya dengan memanfaatkan media Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi sampai sejauh ini kemajuannya semakin pesat, seperti tak terbendung lagi, bahkan satu dasa warsa ke belakang teknologi ini semakin menunjukkan kecanggihannya. Tanpa disadari dengan kemajuan tersebut, ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh guru sebagai bagian pengembangan diri maupun media pembelajaran. Seperti bagaimana menggunakan media informasi dan komunikasi tersebut dalam proses pembelajaran di kelas.

Menggunakan seperangkat media yang ada di sekolah yang selama ini sedikit demi sedikit dilengkapi oleh pemerintah tentu saja sangat menunjang proses transformasi nilai-nilai pendidikan. Menggunakan sisi positifnya dan membuang jauh-jauh sisi negatifnya. Sebagai seorang pendidik tentu saja memahami sisi positif dan negatif yang nantinya bisa menjadi benteng bagi para siswanya agar penyalahgunaan media tersebut tidak terjadi.

Adapun hal-hal yang semestinya dijauhi dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di antaranya:

1. Plagiasi

Plagiasi atau melakukan plagiat merupakan tindakan yang mencerminkan pelanggaran nilai-nilai moral. Dengan melakukan plagiat seseorang dianggap sudah melanggar hak-hak pribadi atas hasil karya orang lain.

Dengan melakukan pendidikan yang benar, guru akan memahami bahwa tindakan plagiat tidak dibenarkan secara hukum dan memberikan pencegahan pada para siswanya agar tidak melakukan hal yang sama karena melanggar hukum.

2. Pembajakan

Pembajakan adalah larangan kedua ketika memanfaatkan teknologi Informasi dan Komunikasi. Di abad ini, banyak kita temui prilaku yang melanggar hukum ini. Seseorang yang tiba-tiba menggunakan program atau karya orang lain tanpa seizin resmi atau tidak mematuhi aturan yang berlaku. Mereka memaki program tanpa membayar. Padahal tindakan pembajakan adalah merugikan hak-hak intelektual orang lain.

Selain merugikan hak-hak orang lain, yang pasti dengan pembajakan mereka sudah merugikan negara dari sektor pajak. Dampaknya banyak sumber pajak yang tidak mencapai target yang sudah ditetapkan yang pada akhirnya akan mempengaruhi program pembangunan pemerintah.

3. Privasi

Pelanggaran privasi adalah membongkar aib pribadi atau orang lain ke khalayak umum yang bisa merugikan secara material dan immaterial. Pelakunya bisa dikenakan tindakan pencemaran nama baik.

4. Skuriti

Pelanggaran skuriti merupakan salah satu bagian yang mesti dijauhi. Tindakan ini misalnya melakukan peretasan atas situs perorangan, lembaga swasta atau pemerintah. Dengan melakukan peretasan (hacking) itu rahasia seseorang dan lembaga tersebut akan terbongkar.

Sampai saat ini tindakan hacking sudah merugikan negara, lembaga dan individu karena kekayaan mereka dicuri tanpa diketahui. Uang di bank tiba-tiba raib entah kemana karena kejahatan tersebut.

 5. Pornografi dan Pornoaksi

Tindakan yang merendahkan nilai-nilai moral termasuk melanggar kode etik penggunaan media informasi dan komunikasi. Seperti menampilkan gambar-gambar atau tayangan porno dan menyebarkannya di media informasi.

Perbuatan yang merugikan diri sendiri dan sudah pasti memberikan efek negatif bagi orang lain.
Bagi guru, pencegahan pornografi dan pornoaksi oleh para siswanya semestinya bisa dilakukan agar tidak memunculkan persoalan moral di kemudian hari.

6. Fitnah dan Menghasut

Salah satu pelanggaran dalam penggunaan teknologi dan informasi adalah tidak melakukan fitnah dan menghasut orang lain. Dengan cara apapun tindakan ini amat dilarang dan bisa berdampak pada huru-hara dan kekacauan di sebuah negara. Apalagi dihukumi dalam Agama bahwa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Fitnah sangat berbahaya apalagi ditambah dengan menghasut maka dampaknya akan sangat membahayakan.

7. Propaganda

Proparganda yang bisa menyesatkan orang lain juga merupakan pelanggaran kode etik penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak melakukan propaganda negatif tentu akan bisa menjaga kedamaian dan ketentraman bumi pertiwi.

8. Bisnis ilegal

Melakukan bisnis dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sangat mudah dilakukan. Bahkan karena begitu mudahnya setiap orang bisa melakukannya.

Namun demikian, dalam penggunaannya semestinya tidak melakukan bisnis yang ilegal dan terlarang, seperti: penyelundupan, penjualan senjata api tanpa izin, menjual narkoba, bisnis prostitusi dan bisnis lain yang dilarang oleh negara.

Beberapa hal di atas adalah batas-batas bagi guru dan siapapun dalam memanfaatkan media informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi seorang pendidik, semestinya pun memahami dampak yang terjadi jika pelanggaran norma dan hukum itu dilakukan. Begitu pula bagi para siswanya dalam proses pembelajarannya nanti.

Tabel pelanggaran kode etik penggunaan media informasi dan komunikasi:


No.
Jenis Pelanggaran
Contoh
1.
Plagiat
Meniru hasil karya orang lain. Misalnya melakukan peniruan karya tulis atau penelitian orang lain. Plagiat ini banyak terjadi di kalangan akademisi. Melakukan plagiat atau peniruan dan atau mengambil ide orang lain tanpa mencantumkan sumber merupakan perbuatan yang disebut plagiat. Perbuatan ini merupakan perbuatan yang tidak bermoral dan melanggar hak-hak kekayaan intelektual.
2.
Pembajakan
Membajak adalah mengkopi keseluruhan atau sebagian dari karya orang lain tanpa seizin pemiliknya atau tanpa melakukan transaksi yang dibenarkan. Perbuatan ini juga melanggar undang-undang tentang ITE. Pelakunya bisa dikenakan denda hingga 1 milyar rupiah.
3.
Privasi
Privasi adalah rahasia yang harus dijaga dan ditutupi agar orang lain lain tidak mengetahuinya. Pelanggaran privasi bisa berkaitan dengan privasi individu pelaku maupun orang lain. Misalnya menyebarkankan informasi pribadi atau orang lain ke khalayak umum yang bisa merugikan secara materi maupun immateri. Bisa juga rahasia negara yang terancam dengan hukuman yang berat.
4.
Sekuriti
Membobol sistem keamanan seseorang atau perusahaan yang dilakukan oleh hacker atau cracker, tindakan ini bisa membocorkan rahasia yang bisa berakibat pada kerugian orang lain. Seseorang akan dipidana karena mencuri data-data pribadi atau perusahaan dan mengambil keuntungan dari tindakan ini. Pembobol bank menjadi salah satu perbuatan yang tidak bermoral dan melanggar etika penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
5.
Pornografi dan Pornoaksi
Mempertontonkan gambar atau adegan yang mengumbar aurat baik gambar atau adegan porno milik sendiri maupun orang lain di jagat media. Bisa juga melakukan aksi porno dan sengaja ditunjukkan orang lain baik karena ingin mendapatkan keuntungan maupun tidak maka tindakan ini dianggap melanggar hukum dan perbuatan yang tidak bermoral.
6.
Fitnah dan menghasut
Memfitnah orang lain dengan tujuan menghancurkan kehidupan korbannya. Dengan fitnah ini seseorang dianggap melanggar hukum tidak bermoral. Mereka menyebarkan berita dengan maksud ingin orang lain mengalami kerugian secara materi maupun immateri. Fitnah bisa membunuh seseorang secara perlahan. Sedangkan menghasut adalah mempengaruhi orang banyak dengan cara keji agar membenci korbannya.
7.
Propaganda
Propaganda disini adalah propaganda yang bisa berdampak pada kejahatan dan pertikaian. Dengan propaganda masyarakat yang tenang bisa menjadi masyarakat yang agresif dan merusak.
8.
Bisnis ilegal
Bisnis yang dilakukan baik secara langsung maupun menggunakan media komunikasi tentu harus dilakukan secara legal atau resmi. Dengan menggunakan media informasi dan komunikasi untuk melakukan bisnis ilegal maka pelakunya termasuk pada pelaku kejahatan dan tidak bermoral. Misalnya perdagangan narkoba atau perdagangan manusia.





Salam

Selasa, 04 Oktober 2016

Inilah Prasyarat Siapapun yang Ingin Jadi Blogger


Mau ngeblog? Ini syaratnya (Sumber: www.chandra.im)

Berapa lama Anda ngeblog? Sebulan, setahun atau justru sudah puluhan tahun? Wah, kalau usia ngeblognya sudah puluhan tahun sepantasnya Anda dipanggil sebagai blogger sejati ya? Atau Anda sudah mendalami kegiatan ngeblog ini hingga berpuluh-puluh tahun, dan sepantasnya Anda dipanggil kakeknya blogger.

Pencapaian jati diri sebagai sosok blogger sejati ternyata membutuhkan jam terbang yang tinggi pula. Tak hanya blogger ecek-ecek seperti penulis ini, karena menjadi blogger a la penulis, hanyalah iseng dan mencari hiburan di antara rutinitas yang membosankan atau menjenuhkan. Jika suatu saat nanti dari nge-blog memperoleh penghasilan, berarti itu hanyalah bonus dari Yang Maha Pemberi Rezeki.

Penulis tidak terlalu berharap menjadi kaya karena ngeblog, karena berusaha  tahu diri begitu banyak bloger kawakan yang sudah melanglang buana dan berselancar di dunia maya. Mereka tak sekedar menulis, berbagi cerita perjalanan hidup, karena mereka juga sudah menjadi seorang motivator, inovator, politisi (buzzer) dan ada pula yang berlaku sebagai agent promosi. Kalau cewek pantas disebut promotion girls. Para wanita yang mempromosikan suatu produk agar produk itu laku di pasaran.

Para agen promosi produk ini tentulah tulisan yang dihasilkan sudah tidak diragukan lagi kehebatannya. Siapa saja yang sudah membaca tulisan mereka, maka mau tidak mau, produk yang ditawarkan akan banyak yang peminatnya. Sang pemberi proyek dengan sukarela menggelontorkan uang yang tidak sedikit karena jasa mereka. Sedangkan blogger kacangan, jangan berharap terlalu tinggi, karena kehadiran Anda hanyalah sebagai penghibur dikala tidak ada lagi tulisan yang lebih kece.

Siapapun Anda, blogger beken maupun anyaran alias pemula, maka ada baiknya Anda mempersyaratkan diri sebagai calon blogger sejati.

Pertama, seorang blogger atau yang suka nulis di blog, baik blog milik perusahaan, pribadi maupun yang hanya numpang tenar di blog bersama, tentulah harus bersiap-siap mengupgrade diri. Sebab, jika para blogger itu tidak mengupgrade diri maka dirinya akan ditinggalkan pembacanya. Para pembaca akan menganggap blogger tersebut sebagai sosok yang stagnan, semakin lama bukan semakin baik justru kebalikannya malah semakin membosankan.

Pembaca yang ingin memperoleh sajian yang istimewa ternyata hanya memprolehh tulisan berdasarkan saduran dari tulisan lain yang sudah ada. Masih beruntung jika pembaca tidak menganggap Anda sebagai seorang plagiator atau suka memplagiat tulisan orang lain. Kalau sudah begini kebiasaan Anda maka jangan berharap, seorang pembaca akan menjadi fans selamanya. Justru semakin benci sebenci-bencinya. Malah terkesan neg jika melihat blog Anda.

Kedua, seorang blogger mesti mengikuti arus informasi yang ada. Seperti misalnya saat ini lagi ngetren membicarakan tentang Ahok, maka tulislah kebaikan Ahok, atau justru kejelekannya sambil memunculkan kata-kata yang rada-rada nyinyir. Maka blog Anda akan ramai oleh pengunjung. Meskipun penulis tidak tahu apakah ramainya itu karena tertarik atau justru pertempuran sengit antara penulis dan pengunjung blog tersebut.

Seandainya sudah kadung menulis berita yang melawan arus dan berakhir caci maki maka sebaiknya Anda bersikap tenang dan kembali menulis seperti yang para pembaca inginkan. Dengan cara ini maka pengunjung akan kembali menyukai blog anda. Meskipun akhirnya Anda dicap sebagai penulis mencla-mencle karena tidak punya komitmen.

Ketiga, Jika Anda blogger murni yang tidak mau terikat pesanan atau perusahaan tertentu, cukuplah Anda menjadi pengusaha atas blog Anda sendiri. Jika ingin menawarkan produk tawarkanlah yang menjadi usaha Anda. Seperti misalnya menawarkan produk kripik pisang seperti yang menjadi trend bisnis di Lampung, atau menjual tas-tas ber-branded atau berkelas import, berharap banyak yang tertarik membeli. Tapi jangan sampai produk yang Anda jual itu palsu karena bisa-bisa Anda digaruk sama aparat karena dianggap penipuan.

Keempat, Jika Anda tidak mampu menjadi pemasar produk atau bingun mau nulis apa, lakukanlah yang Anda bisa, misalnya curhatan-curhatan, pengalaman keselek jengkol, pengalaman diputus pacar atau pengalaman kehilangan dompet karena kecopetan. Tentu tulisan model ini akan lebih menarik daripada menulis yang tidak diminati pembaca.

Kepepetnya jika tetap tidak ada pembaca, maka anggap saja blog Anda adalah diary milik Anda, tapi aneh juga jika diary malah bisa dibaca siapapun, karena semestinya tertutup untuk umum.

Kelima, Jauhilah tulisan-tulisan yang membully atau menghina tokoh-tokoh penting dengan bahasa yang menyakitkan.

Pernah penulis membaca tulisan di sebuah blog dengan judul SETAN ......... , blog itu jadi banyak pembaca tapi lama kelamaan malah penulisnya justru di-bully habis-habisan oleh pihak-pihak yang tersinggung. Mau tidak mau karena sudah kadung mem-publish tulisan bernada sentimentil maka penulisnya menjadi bulan-bulanan para pembencinya.

Kasihan sekali penulis model begini. Menulis berharap dapat duit malah justru dimusuhi dan dicaci maki.

Keenam, berhentilah jadi penulis jika Anda merasa kecewa lantaran sedikit yang membaca. Sebab jika Anda masih terus menulis tapi merasa galau dan gagal, maka Anda termasuk orang yang menyakiti perasaan Anda sendiri.

Beberapa prasyarat inilah yang mesti dipersiapkan bagi siapapun yang ingin jadi blogger.

Selamat menjadi blogger yang Selamat.





Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!