Tampilkan postingan dengan label Disabilitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disabilitas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

Hak-hak Kaum Difabel Masih Belum Terpenuhi Secara Maksimal


Extraordinary News, 13-12-2014

Tabik Pun, Apa kabar kaum difabel (diffable)? Apakah Anda sudah mendapatkan hak-hak Anda sebagai warga negara yang juga memiliki kesetaraan dengan warga negara lainnya? Sudah baikkah aksesibilitas layanan umum dan ketersediaan lapangan pekerjaan untuk Anda? Beberapa pertanyaan ini sampai saat ini belum sepenuhnya terjawab. Seandainya ada yang menjawab "Ya" tentu belum sepenuhnya mereka rasakan. Adanya kondisi yang bersifat egaliter yang sampai saat ini diharapkan bagi kaum penyandang difabel. Meskipun saat ini perda dan aturan pemerintah sudah mewajibkan adanya pemenuhan hak bagi para masyarakat berkebutuhan khusus tersebut, toh nyatanya sampai sekarang masih sulit diperoleh.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Ariani Sukanwo, selaku Ketua Kelompok Kerja Hukum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia, bahwa kepedulian pemerintah kepada kaum difabel memang sudah ada dengan menerbitkan perda. Tapi pemenuhan hak tak cukup hanya dengan tulisan tapi perlu dengan langkah konkret untuk memenuhi hak itu. Sebagaimana penulis kutip dari Kompas.com edisi 11 Desember 2014.

Memang benar apa yang disampaikan oleh Ariani Sukanwo, bahwa selama ini pemenuhan hak-hak kaum disabilitas (difabel) memang belum begitu maksimal. Sehingga dampaknya, meskipun pemerintah sudah mewajibkan setiap perusahaan memberikan kuota 1 persen dari keseluruhan pekerjanya untuk para kaum difabel, ternyata sampai saat ini belum juga terpenuhi. Tak hanya sampai di situ, karena selama ini para pemilik perusahaan tersebut seakan-akan masih enggan menerima mereka dengan alasan kaum difable dianggap kurang memenuhi syarat bagi syarat seorang pekerja.

Kondisi inilah yang menjadi sebuah keprihatinan, karena selama ini kaum difable cenderung sebagai kaum yang dinomorduakan. Boleh kita lihat, di beberapa perusahaan di negeri ini, para penyandang disabilitas masih belum bisa bekerja bersama-sama dengan pekerja lainnya. Tentu hal ini menjadi sebuah ironi, sampai kapankan keberadaan difable menjadi setara dengan warga negara lainnya.

Boleh juga kita lihat di beberapa fasilitas umum, ternyata di dalamnya amat jarang memenuhi kebutuhan kaum difable ini. Sehingga ada banyak keluhan bagi kaum penyandang cacat ini dalam mendapatkan hak-haknya untuk menikmati semua layanan umum yang ada. Seperti fasilitas jalan raya, rata-rata belum memenuhi asas kebutuhan bagi penyandang disabilitas, kendaraan umum pun sepertinya hanya milik masyarakat kebanyakan. Apalagi fasilitas lip, tangga berjalan dan beberapa fasilitas lain juga masih belum memenuhi kebutuhan mereka. Memang ada sebagian kecil yang sudah dilengkapi dengan huruf braile bagi penyandang tuna netra, seperti dalam fasilitas mck di hotel-hotel, itupun belum semua hotel bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Apapun yang terjadi, pemenuhan hak-hak kaum difabel adalah sebuah kewajiban yang mesti dilakukan oleh semua orang di lingkungan mereka. Tidak hanya bagi lembaga yang membawahi keberadaan penyandang disabilitas (difable) tapi kepada semua orang. Baik institusi pemerintah maupun swasta agar keberadaan kaum difable bermanfaat bagi sesama.

Sekolah Bagi Kaum Diffable pun Belum Accessible

Kita semua menyadari bahwa hakekatnya membangun sebuah institusi yang benar-benar memenuhi harapan bagi difabel adalah sebuah pekerjaan rumah bagi pemerintah. Disadari atau tidak semua memang menjadi berat yang cukup berat untuk dihadapi oleh pemerintah untuk memenuhi semua yang dibutuhkan oleh kaum difabel. Meskipun sulit, bukan berarti pemerintah tinggal diam dengan kondisi ini, karena sampai saat ini sudah banyak dibangun sekolah-sekolah bagi para difable. 

Selama ini sudah banyak sekolah-sekolah bagi ABK, atau anak-anak berkebutuhan khusus tapi sarana dan prasarana penunjang belum memenuhi syarat sebagai sebuah institusi yang menaungi anak-anak ABK. Seperti contoh, ketersediaan sarana belajar yang tak mencukupi, sarana bermain juga masih terbatas dan yang paling penting adalah gedung yang benar-benar layak bagi anak-anak ABK juga masih jauh dari kesan sempurna. Tentu hal ini dikarenakan memang baru sebatas inilah pemerintah mampu memenuhi kewajibannya. Karena ada banyak persoalan lain yang juga berat untuk diselesaikan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun demikian, sekecil atau sebesar apapun keberadaan penyandang disabilitas hakekatnya mereka adalah bagian dai anak-anak bangsa yang berhak mendapatkan fasilitas yang sama dengan masyarakat lainnya tanpa kecuali. Sehingga harapannya upaya untuk memenuhi fasilitas bagi penyandang difabel semestinya tidak hanya sebatas seremonial belaka, apalagi hanya sebatas proyek yang dimanfaatkan oknum tertetnu dengan atas nama penyandang difabel.

Salam


Selasa, 08 April 2014

Di Tangan Penyandang Disabilitas, Sampah Gelas Plastik Minuman pun Berguna



Oleh M. Ali Amiruddin, S.Ag

Perlu menjadikan maklum, bahwa anak-anak penyandang disbilitas hakekatnya mempunyai banyak kekurangan. Bahkan jika dilihat dari keseluruhan diri si anak, kebanyakan mereka tidak hanya pemikiran yang mengalami ketermbatan berfikir, karena secara fisikpun mereka sangat jauh berbeda dari saudara-saudaranya yang tidak mengalami kekuarangan yang sama.
Tapi tahukah Anda bahwa sebesar apapun perbedaan dan kekurangan yang dimiliki anak-anak ini, hakekatnya mereka tentulah makhluk Tuhan yang berhak hidup dan berguna, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
Tidak hanya anak-anak berprestasi saja yang bisa berbuat positif daripada sekedar mengeluh atas kelemahan yang dimiliki, karena di balik itu mereka dipenuhi segudang prestasi dan kemampuan yang dapat dikelola dan dibina agar benar-benar berdaya guna
.
Melihat fenomena anak-anak penyandang disabilitas, terkhusus pada anak-anak tuna grahita. Seringkali anak-anak ini menjadi tersisih dan terasing dari dunianya. Mereka seperti tidak mendapatkan tempat yang sama ketika bergaul dengan lingkungan. Dan ada pula di antara mereka yang harus membuang seluruh hidupnya dalam pengasingan.

Sebagaimana ditegaskan di atas, bahwa dengan berkarya maka anak-anak penyandang disabilitas mereka menjadi ada. Menjadi topik tulisan yang hendak saya tuangkan dalam tulisan ini.
Anak-anak penyandang disabilitas (kehilangan kemampuan) hakekatnya tidak semerta-merta mereka tak memiliki kemampuan apa-apa. Karena meskipun mereka memiliki tingkat intelegensi yang rendah, fisik yang tak sewajarnya serta kelemahan dalam komunikasi dengan sesamanya, namun hakekatnya mereka masih bisa dibina dan dibimbing dengan kegiatan yang bermanfaat.

Sebagaimana pula siswa-siswa SLB Negeri Metro ini, di saat kegiatan keterampilan, mereka selalu mendapatkan bimbingan kegiatan yang sangat bermanfaat. Tidak hanya dinilai dari hasil karyanya, tapi lebih dari itu ternyata dengan bimbingan dan kegiatan keterampilan menjadikan anak-anak inimenjadi tumbuh sedikit-demi sedikit menjadi anak-anak yang berkembang. Baik perkembangan fisik, maupun rohani. Perkembangan motori halus maupun motorik kasar. Semua terangkum dalam segenap aktifitas yang bermanfaat.


Salah satu kegiatan yang kami ajarakan adalah bagaimana memanfaatkan sampah dari gelas plastik minuman yang  biasanya hanya dibuang di tempat sampah. Tapi karena kreasi mereka, sampah-sampah yang mengganggu lingkungan inipun disulap menjadi hiasan yang sangat bermanfaat. 
Kegiatan pemanfaat gelas pastik minuman ini difokuskan pada pembuatan bunga-bunga yang benar-benar dihasilkan dari sampah ini. Dengan aneka trik dan cara pemotongan serta menyusunan yang baik, bunga-bunga itupun tercipta. Sebuah karya yang menarik untuk dijadikan 
pelengkap di meja sudut.

Tak hanya berbentuk menjadi bunga-bunga, gelas-gelas plastik itupun dibentuk menjadi tirai (penutup) jendela yang dibuat seperti makhkota bunga. Kadang dibuat seperti motif bintang yang disusun memanjang. Selain sedikit memberikan batas agar jendela tersebut tidak terlalu bebas terbuka. Selain itu menambah apik dan menambah penampilan ruangan yang lebih atraktif.

Setiap hari kami menjadikan benda-benda sisa tersebut menjadi benda-benda yang bermanfaat dan penghias ruang kelas. Bahkan tidak hanya menghiasi ruang kelas karena ada pula yang dapat dibuat menjadi penutup kue-kue yang dibuat sangat menarik.

Meski proses untuk menjadi satu tangkai bunga maupun tirai tidak semudah membalikkan tangan, akibat karena sulitnya mereka berkonsentrasi dan kelemahan intelegensi di tambahlagi secara fisik pun mereka mengalami kekurangan.

Namun demikian, meski dalam kekurangan tidak menghambat usaha kami untuk memberikan semangat untuk menggerakkan tangan-tangan demi sebuah karya yang berguna.
Semoga dengan karya yang sangat sederhana ini, perkembangan motorik anak semakin baik dan semakin membekali mereka dengan keterampilan membuat kerajinan tangan.
Salam

divine-music.info

Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!