Minggu, 19 April 2015

Aku dan Kompasiana, Sekelebat Perjalanan Hidup

Hasil gambar untuk fananya kehidupan
0ikodomeo.wordpres.com

Berkompasiana, istilah yang aku sebut aktifitas tanpa batas waktu dalam berkecimpung dalam dunia tulis menulis di kompasiana. Sebuah dimensi holistik hubungan timbal balik yang saling menguntungkan secara immateril. Keuntungan yang bukan semata-mata karena uang, tapi keuntungan di dalamnya adalah bertambahnya pengetahuan diri dalam dunia tulis menulis.

Detik demi detik aku selami perjalanan hidup ini dalam bait-bait kata yang tersusun rapi menjadi tulisan yang mungkin nilainya tak sebaik penulis lainnya. Aku mencoba meluruskan setiap bait itu menjadi susunan kata yang indah, layak dibaca dan selalu mencoba belajar dan merenungi diri, dimanakah letak sempurnanya tulisan itu.

Meskipun kadang lelah, kenapa saya tak bisa menulis indah yang bisa membangkitkan gairah pembacanya. Tak hanya itu, kadang terlihat membosankan dan basi, itu lagi-itu lagi yang tertulis.

Ahhhh mungkin memang inilah perjalanku dalam mencari jati diri. Sejauhmanakah aku bisa bertahan dan selalu ingin mempersembahkan yang terbaik bagi diri sendiri, meskipun seringkali berharap setiap orang yang membaca menjadi puas, dan ingin lagi membaca tulisanku. Tapi entahlah, mungkinkah hanya ini batas kemampuanku dalam melahirkan tulisan.

Benarkah aku dungu? Atau aku memang bukan penulis yang dicari-cari? Ada kesenjangan antara harapanku melahirkan tulisan yang bernas dengan kemampuan dan kecerdasan fikirku dalam merangkai kata-kata. Bahkan jari-jemariku seakan-akan kaku, tak bisa bergerak lagi tatkala dadaku bernafsu untuk menyentuh lagi tombol demi tombol keyboard. Benarkah ini pertanda aku kurang bisa menulis? Atau memang menulis benar-benar karena bakat?

Entahlah. Sejauh ini aku menyadari bahwa inilah aku, si dungu yang sampai kini tak mampu menjadi penulis yang diharapkan selalu hadir. Kadang aku berfikir, aku hanyalah bagian kecil dari jutaan manusia yang berbakat dan mampu melahirkan karya-karya indah yang menggugah selera pembaca. Berharap semua bisa melahapnya sampai habis dan merasa ketagihan. Tapi nyatanya detik demi detik kulalui ternyata tetap begini dan masih saja begini.

Aku merasa tulisanku selalu saja tak bisa memuaskanku. Hati ini merasa berdosa, kenapa kemampuanku tak juga bertambah? Adakah yang salah dengan kecerdasan berpikirku? Atau memang Tuhan hanya sebatas ini anugerah yang diberikanNya kepadaku. Entahlah. Namun yang pasti, aku merasa hidup, tatkala jari-jemariku mampu melahirkan lagi huruf demi huruf, bait demi bait, dan paragraf demi paragraf tulisan yang terlahir dari gairah ini.

Aku ingin selalu berbagi dengan semua orang, meskipun mereka mengejekku dengan senyumannya yang sinis. Sambil bergumam "si bodoh itu masih saja menulis ya?" terkaku dalam hati. Biarlah, seandainya ungkapan-ungkapan yang lahir setelah membaca tulisanku, aku berharap semuanya menjadi penyemangat dan doa bahwa orang bodoh ini ternyata keras kepala, meski tak memiliki kemampuan apa-apa ternyata tetap saja menulis dengan hasil yang sungguh-sungguh mengecewakan.

Menjiikkan sekali dirimu? Dimana letak harga dirimu meski engkau dungu nyatanya engkau adalah sosok yang keras kepala.

Berharap usiaku akan panjang, melebihi usia nabi yang hanya 63 tahun. Tak ingin akhir hayatku dipenuhi noktah-noktah kebodohan, kenapa tidak sedari dulu menyemangati diri sendiri. Kenapa tak sedari dulu membagi yang dimiliki?

Bodoh sungguh bodohnya aku. Tapi, apa sih yang dibanggakan dari tulisan tak berisi itu? Sampah yang hanya memenuhi kantung-kantung simpanan server. Ia seperti lilitan sampah yang tercecer dan menyumbat sirkulasi udara ruangan server. Mau dibuang sayang, tapi disimpan menjadi bangkai.

Tapi, meskipun sekelebat perjalanan hidupku, ada kebanggan yang tak dapat aku simpan selama ini, ternyata diriku pun masih bisa memberikan manfaat. Laksana rumput yang selalu saja dianggap gulma pengganggu tanaman, tapi ternyata ada makhluk lain yang membutuhkanku. Tak masalah, jika semuanya serba tak sempurna, seandainya ketidak sempurnaan itu cukup memberikan ruang agar sedikit terbuka sehingga menjadikan cahaya masuk ke dalam ruangannya.

Aku tak ingin menyalahkan rendahnya kemampuanku, tapi aku akan membangunkannya menjadi gairah yang takkan padam, meskipun raga ini semakin tua. Bersama-sama menjadi bagian dunia yang tak terpisahkan jarak oleh ruang dan waktu.

MAA

Di mana Ada Tunjangan Guru, Operator Sekolah Amatlah Urgent

Gambar : Ilustrasi Operator Dapodik (lenterakecil.com)

Extraordinary News Operator Dapodik, seperti yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan di media sosial seperti facebook, ternyata memancing perhatian saya untuk menuliskannya di sini. Terus terang saya turut merasakan betapa beratnya beban seorang operator sekolah (admin sekolah) yang harus berjibaku dengan berkas-berkas dan laporan kinerja guru dengan akurasi yang tepat. Karena ditangan para operator sekolah inilah ujung tombak data-data yang akurat sangat dipertaruhkan.

Tentu saja dikembalikan pada tingkat integritas operator ini dengan di bawah pengawasan kepala sekolah tentunya semua data yang di upload itu benar dan bukan abal-abal. Karena jika data yang diberikan tidak akurat maka yang terjadi, pemerintah akan sulit melakukan pemetaan terkait kondisi sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan serta kondisi siswanya.

Bagaimanapun juga, meskipun kerja operator sekolah dianggap ringan, mereka sebenarnya menanggung beban tugas yang cukup berat. Ketika tugas hariannya harus dipenuhi dengan seabrek input data, ternyata kondisi penghasilannya kurang begitu terpenuhi. Hal tersebut disebabkan karena selama ini operator sekolah juga merangkap guru kelas. Jadi beban guru ini pun bertambah selain mendidik siswanya, ia juga harus mempersiapkan laporan yang harus selalu tepat waktu.

Walaupun kerja operator sekolah tidaklah ringan, tapi ketika berbenturan dengan sulitnya mengupdate data terkait perubahan kurikulum KTSP ke Kurtilas, dan sampai sejauh ini banyak dikeluhkan para operator, ternyata mereka acapkali mendapatkan amarah dari para guru ketika data-data yang diupload tidak juga selesai. Pihak sekolah menjadi kalut lantaran itu tannggung jawab sekolah terutama kepala sekolah yang harus mempersiapkan semuanya berdasarkan permintaan pusat, begitu juga pemerintah sendiri yang sulit mengontrol kinerja operator ini lantaran operator sekolah saat ini banyak dipegang oleh guru honorer dengan honor yang kecil dan guru yang merangkap juga sebagai wakil kepala sekolah.

Boleh jadi inilah asal muasal masalah kenapa update data selalu mengalami kendala.
Namun demikian, meskipun berat tugas operator sekolah, ternyata ada beberapa persoalan yang turut memicu keterlambatan upload data di pihak admin sekolah. Sebagai berikut:

1. Operator sekolah juga guru di sekolah tersebut

Selama ini operator sekolah dikerjakan oleh guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah, bukan operator khusus yang ditugaskan menghandel semua data sekolah, guru dan siswa. Sehingga apa yang terjadi, guru yang kebetulan juga memiliki tugas sendiri yang harus mengajar di kelas, tugas pokoknya menjadi terhambat. Padahal semestinya kendala-kendala tersebut tidak terjadi jika ada satu orang operator sekolah yang kontinyu dan konsisten bertanggung jawab terhadap akurasi data persemester.

Ketika para guru yang ditugaskan menjadi operator harus disibukkan dengan perangkat pembelajaran, persiapan ujian misalnya, tentu dapat diduga bahwa kinerja sebagai operator pun akan terhambat.

2. Operator sekolah merangkap wakil kepala sekolah

Seperti yang terjadi di sekolah saya saat ini, seorang operator dapodik ternyata juga merangkap sebagai wakil kepala sekolah yang juga harus mengerjakan tugas apabila kepala sekolah memberikan tugas mendesak. Seperti misalnya mengikuti pelatihan berhari-hari karena kepala sekolah yang berhalangan hadir.

Kondisi ini menyita perhatian guru yang bersangkutan, ketika ia harus mengajar, ternyata pun harus mewakili tugas kepala sekolah. Belum lagi tugasnya sendiri ketika ditunjuk mengikuti pelatihan di luar daerah, maka secara otomatis siswanya pun akan terabaikan.

Tentu saja hal ini dapat diminimalisir apabila, seorang operator adalah penunjukan khusus dari pemerintah pusat. Paling tidak penuugasan dari pemerintah daerah yang benar-benar ahli dalam IT, sehingga tugas mereka tidak setengah-setengah dan tidak terkendala oleh tugas lainnya.

3. Karena bukan pegawai khusus operator sekolah, maka sekolah menganggarkan dari dana BOS

Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa dana bos yang diperoleh tiap sekolah akan berbeda-beda tergantung banyaknya siswa. Itupun banyak dihabiskan untuk mencukupi kebutuhan pokok sekolah, termasuk membayar listrik, membeli sarana dan prasarana pembelajaran, pembiayaan pemeliharaan sekolah, ditambah lagi untuk membayar gaji honorer.

Jika dana bos yang hakekatnya sudah dialokasikan pada hal-hal yang urgen terkait kegiatan sekolah, bagaimana mungkin untuk membiayai operat sekolah? Apakah lebih baik operator sekolah adalah pegawai khusus yang merupakan pengangkatan pegawai yang diambil dari jurusan IT (komputer) yang tugasnya akan lebih optimal. Tidak seperti sekarang ini, banyak kendala terkait cara menggunakan aplikasi dapodik termasuk padamu negeri yang cukup menguras energi karena harus memberikan bimbingan dan pelatihan yang tak sedikit.

4. Karena honor operator sekolah kecil, guru-guru mau tidak mau ikut mengiur operator sekolah

Mungkin kondisi ini di semua sekolah akan sama saja, di mana karena honor operator sekolah sangat kecil, tentu secara sukarela para guru menyumbang atau memberikan sebagian  tunjangan profesi tersebut untuk diberikan kepada operator sekolah. Apa yang dilakukan oleh guru cukup membantu para operator sekolah. Tapi akan lebih baik jika operator sekolah sudah mendapatkan gaji sendiri dari pemerintah. Jadi mereka tidak membebani guru dengan membayar operator sekolah meskipun jumlahnya kecil dan seikhlasnya.

Paling tidak, ketika operator sekolah adalah orang-orang yang memang berkompeten dan memiliki tugas yang sangat urgen, maka pengangkatan operator selain pegawai yang sudah menjadi guru tentu lebih baik lagi. Karena ketika guru yang semestinya bertugas di kelas, ketika harus mengerjakan laporan dapodik tentu akan menghambat tugas pokoknya terhadap para siswanya.

Semoga saja kedepannya, para operator sekolah adalah pegawai khusus dari pusat atau daerah yang berstatus PNS, dan ia tidak mendapatkan tugas tambahan sebagai guru apalagi seorang honorer yang mendapatkan gaji kecil dari dana bos.

Salam

Alhamdulillah, Terimakasih Pak Jokowi, Tunjangan Sertifikasi Cair Lagi

Terlihat wajah seorang guru begitu sumringah, mesam-mesem seperti habis memenangkan lomba. Dan setelah tak seberapa lama menghampiriku ia mengatakan bahwa ia mendapatkan sms banking dari salah satu bank, isinya rekeningnya menerima transveran dana yang lumayan untuk menutup kebutuhan mendesak bagi guru yang bersangkutan.

Sambil mengucapkan alhamdulillah, rasa syukur yang teramat dalam guru yang bersangkutan berterimakasih kepada pemerintah khususnya Presiden Jokowi dan DPR karena anggaran yang benar-benar diharapkan guru akhirnya cair juga. Melihat kebahagiaan beliau saya pun turut berbahagia dan mengucapkan sukur pula karena beban guru sedikit berkurang dan terbantu akibat dari cairnya tunjangan profesi yang diberikan kepada guru.

Betapa tidak, beberapa saat yang lalu, para guru sempat mengalami konflik batin dan kekhawatiran karena tunjangan profesi yang biasana mereka dapatkan, diisyukan akan diputus atau dihentikan dengan alasan tertentu.

Kala itu, tak hanya guru yang bersangkutan, guru-guru lain yang sudah menerima tunjangan profesi pun mengalami kegalauan terselubung, mereka bertanya ke sana kemari apakah benar penghasilan tambahan tersebut akan dihentikan presiden Joko Widodo? Dan ternyata isyu tersebut hanyalah isapan jempol belaka. Isyu yang cukup menyita perhatian guru tersebut sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan, pemerintah di era Presiden Jokowi ternyata begitu memperhatikan nasib guru. Segala isyu yang cukup membuat resah ternyata tidak terbukti. Ucap syukur pun dirasakan oleh semua guru karena harapannya selama ini terkabul.

Melihat kenyataan bahwa tunjangan pokok bagi guru yang ternyata dinikmati guru tersebut, pun seharusnya lebih meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik lagi. Tak ada kata-kata malas dalam mengemban tugas karena penghasilan guru sudah mencukupi dan jenjang karir para guru pun sangat diperhatikan pemerintah.

Tunjangan profesi tersebut, menurut informasi, diperkirakan cair tanggal 9 s.d 16 April 2015. Pemerintah pusat sudah menggelontoran dana tunjangan tersebut tepat waktu dan mekanisme di daerah diserahkan pada kebijakan yang sesuai.

Presiden Jokowi Memperhatikan Nasib Guru

Terlepas dari dicairkannya tunjangan profesi tersebut, ternyata kebijakan yang memperhatikan nasib para profesional kini semakin menunjukkan titik terangnya. Apalagi pemerintah memberikan jatah tunjangan kinerja bagi para pegawai (khususnya guru) yang bekerja dengan profesional dan penuh kredibilitas dan dedikasi tinggi. Mereka bekerja atas dorongan jiwa penuh disiplin, tak memandang seberapa berat ujian yang harus dihadapi ketika berhadapan dengan bidang tugasnya.

Itulah salah satu kebaikan program dan kebijakan presiden Jokowi yang pro guru tersebut. Tentu saja keinginan yang mulia dari mantan presiden SBY terkait kesejahteraan guru turut menjadi bahan renungan pemerintahan saat ini.

Bagaimanapun juga, sebagai bentuk rasa terimakasih guru kepada kebijakan yang baik ini semestina para guru dapat menunaikan tugas dengan dedikasi yang tinggi, meskipun dalam situasi tanpa pengawasan, mereka memiliki upaya untuk melakukan pengawasan secara melekat. Mereka melakukan ibda' binafsih, apakah pekerjaannya sudah sesuai dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Dan harapannya, tunjangan profesi yang diberikan bukan semata-mata digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, tapi benar-benar diarahkan pada pemenuhan kebutuhan asasi guru dalam bidang tugasnya, termasuk di dalamnya perangkat pembelajaran, pengembangan dan peningkatan profesionalisme dengan mengikuti sederet pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan dalam bidang tugasnya, serta membekali diri dengan keahlian lain dalam pengembangan teknologi dan penelitian kependidikan selanjutnya.

Semoga saja harapannya, kabar baik ini juga dirasakan oleh semua rakyat Indonesia, tatkala guru semakin lama semakin diperhatikan, maka lambat laun kinerja mereka dalam mendidik anak bangsa semakin baik. dan harapannya Indonesia melahirkan generasi terdidik yang membanggakan dengan prestasi yang mendorong kemajuan negeri ini. Semoga.

MAA

Selasa, 14 April 2015

Kabar Gembira, Tes Eks Honorer K-2 Mulai Agustus 2015

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, tes untuk eks Tenaga Honorer Kategori 2 (TH K-2) rencananya akan dilaksanakan mulai Bulan Agustus 2015 (setelah Hari Raya Idul Fitri), dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pemerintah memproyeksikan alokasi 30 ribu formasi untuk menggantikan formasi TH K-2 yang tidak terisi.

Jumlah ini merupakan hasil perhitungan dari TKH-2 yang telah lulus tes November 2013, tetapi penetapan NIP-nya tidak dapat diproses oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Dokumen mereka tidak sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan,” ujar Yuddy dalam Rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (08/04).

Yuddy menambahkan, formasi tersebut akan dialokasikan untuk Kementerian/ Lembaga sebanyak 4.500 dan untuk pemda sebanyak 25.500 dengan prioritas usia di atas 35 tahun, serta untuk formasi tenaga pendidik, kesehatan, dan penyuluh. Namun sebelum pelaksanaan tes, masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus memastikan ketersediaan anggaran, baik untuk membayar gaji serta biaya pelaksanaan seleksi. Selain itu, tes baru dapat dilakukan jika masing-masing instansi telah melakukan verifikasi terhadap kelengkapan administrasi atau dokumen sebagai bukti keabsahannya.

Seleksi eks TH K-2 diperuntukkan bagi mereka yang tidak lulus dalam tes sebelumnya, dan masih bekerja secara terus menerus di instansi pemerintah, sudah terdaftar dalam database BKN, dan sudah memiliki nomor tes seleksi CPNS. Selain itu eks TH K-2 wajib memenuhi ketentuan dalam PP nomor 56 tahun 2012, yaitu dibiayai bukan Dari APBN atau APBD, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan bekerja di instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit satu tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus.

Eks honorer K-2 tersebut juga harus berusia paling rendah 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006. "Kebenaran data yang disampaikan dijamin dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani oleh PPK, yang sebelumnya sudah dilakukan verifikasi dan validasi terpadu oleh BKN dan BPKP sebelum tes dilaksanakan," ungkap Yuddy yang didampingi oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, para Deputi Kementerian PANRB, dan Wakil Kepala BKN Bima Haria Wibisana.

Dikatakan, penanggungjawab pelaksanaan seleksi untuk instansi pusat adalah Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yakni Menteri, Kepala LPNK, dan Sekjen Lembaga Negara (instansi pemerintah pusat), sedangkan untuk pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Bagi TH K-2 yang mengikuti seleksi dan dinyatakan lulus namun kemudian diketahui tidak memenuhi persyaratan administratif, maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat atau dibatalkan pengangkatannya sebagai CPNS. Dan terhadap pejabat yang menandatangani SPTJM akan dikenakan sanksi administratif dan/atau hukum.

Dalam kesempatan itu, Yuddy juga menjelaskan, penentuan kelulusan didasarkan pada pemenuhan nilai ambang batas (passing grade) yang ditetapkan atas pertimbangan Mendikbud dan memperhatikan pendapat dari konsorsium PTN. Nilai ambang batas ditetapkan sebelum pelaksanaan tes dan tidak dapat dilakukan perubahan. “Kelulusan didasarkan pada urutan atau peringkat. Jika jumlah yang memenuhi nilai ambang batas melebihi jumlah formasi yang tersedia," ujar Menteri.

Dalam kesimpulan rapat kerja, Komisi II DPR dapat memahami laporan Kementerian PANRB tentang penyelwlesaian TH K-2, serta meminta Kementerian PANRB untuk menuntaskan masalah TH K-2 yang jumlahnya mencapai 439.956 orang dengan menetapkan kebijakan yang dapat dicarikan jalan keluarnya.

Terhadap K-2 yang yang tidak lulus dalam seleksi tahun 2015 ini, DPR minta agar Kementerian PANRB mempertimbangkan kembali dan memperhatikan catatan dan pendapat anggota Komisi II yang disampaikan dalam Raker. Selain itu, Komisi II DPR akan membicarakan berbagai permasalahan K-2 ini lebih lanjut dalam rapat panita kerja (Panja) (bby/HUMAS MENPANRB)

Jumat, 27 Maret 2015

Surat dari Kemendikbud Tentang Agenda Kegiatan Periode 2 Tahun Pelajaran 2014/2015


Sebagaimana yang dirilis oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 20 Februari 2015 bahwa layanan Padamu Negeri dan Dapodik saat ini tengah dilakukan proses integrasi data sehingga mau tidak mau bagi pemangku kebijakan daerah, pemangku kebijakan pendidikan dan pelaksana di setiap daerah dan guru sesegera mungkin melakukan update data sesuai dengan apa yang dituangkan dalam aturan tersebut.

Adapun item-item yang hendak di integrasikan meliputi:

1. Keaktifan NUPTK Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015.
2. Verval NRG (Nomor Registrasi Guru.
3. Sertifikasi Guru PPGJ 2015.
4. PKB Kepala Sekolah dan dan Pengawas (ProDep).
5. PKB Guru (Dio).
6. Uji Kompetensi Guru (UKG).
7. Penilaian Kinerja Guru (Online).
8. Dan diklat-diklat GTK lainnya.

Program-program tersebut ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang baru.

Proses integrasi Padamu Negeri dan Dapodik yang dikelola oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) dengan maksud dalam rangka mensinergikan sistem pengelolaan data pendidikan skala nasional yang lebih terpadu kedepannya.

Lebiih lanjut mengenai surat edaran tersebut dapat di klik di sini.
 
Salam.

Kamis, 26 Maret 2015

Tahukah Anda, Bangga Loh Jadi Guru ABK

Gambar: Salah satu kegiatan pertanian di SLBN Metro (doc. pribadi)

Alhamdulillah di bulan Maret ini kurang lebih enam tahun masa pengabdianku di sekolah luar biasa. Sekolah yang dikhususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Selama enam tahun ini, saya benar-benar merasakan betapa menjadi guru bagi anak-anak disabilitas (difable) sungguh menyenangkan. Tak hanya menyenangkan karena saya belajar akan makna kehidupan dan belajar mengenal anak-anak didik yang sama sekali belum pernah saya pahami sebelumnya. Terang saja, selama saya menuntut pendidikan saya jarang sekali bergaul dengan anak-anak dengan keterbatasan fisik dan psikis ini. Meskipun demikian, mengenal anak-anak dengan keterbatasan fisik hakekatnya pernah saya kenali tatkala saya duduk di bangku sekolah dasar. Kebetulan tempat tinggal orang tua saya awalnya berdekatan dengan asrama bagi pemuda tuna daksa, yakni para pemuda yang memiliki kreatifitas dan kemandirian dalam proses reparasi elektronik.

Gambar: Pemilihan guru terfavorit ala anak-anak ABK di SLBN Metro (doc. pribadi)

Pengalaman pertamaku mengenal anak-anak ABK tersebut, seakan-akan terpatri dan selalu hinggap di sanubari, meskipun menjalani profesi sebagai guru bagi anak-anak berkebutuan khusus bukanlah mimpi yang awalnya saya inginkan. Karena mimpi saya dahulu berkeinginan menjadi seorang kiyai. Makanya saya pernah menolak ketika disekolahkan di sekolah negeri lantaran minimnya pendidikan agama yang diajarkan. Disamping itu karena menurut kami pendidikan keagamaan lebih penting daripada pendidikan duniawi. Karena kami berpendapat barang siapa mencari ilmu dunia maka akhirat ditinggalkan, dan barang siapa mencari ilmu akhirat maka dunia akhirat akan didapatkan bersama-sama. Paling tidak pemahaman itu masih saja menjadi pijakan kuat bagaimana keluarga mengenyam pendidikan.

Terlepas dari latar belakang pendidikan dari agama, tentu karena selepas mengenyam pendidikan saya diperkenalkan dengan sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Awalnya sempat menolak, tapi meskipun awalnya karena tuntutan hidup lambat laun pekerjaan sebagai honorer itupun saya nikmati, tanpa berpikir berapakah gaji yang saya dapatkan lantaran gaji tersebut kurang sesuai jika diukur dengan upah minimun kota, apalagi di daerah Jakarta, tentu nilainya sangat jauh dari yang diharapkan.

Meskipun demikian, karena dilatarbelakangi niatan tulus ingin mengabdi sambil mencari rezeki, menyelam sambil minum air, tentu apapun pekerjaannya saya nikmati sembari belajar mengenal anak-anak berkebutuhan khusus, baik jenis kekhususan dan tentu karakter masing-masing anak yang turut membantu saya mengenal dan sedikit banyak memberikan bekal agar dalam proses pendidikannya tidak menjadi kendala yang berarti.

Gambar: Anak ABK yang mempraktekkan penggunaan alat pertanian (doc. pribadi)

Terlepas proses pengenalan diri saya terhadap dunia pendidikan khusus, yang mendasari diri saya ingin menjadi guru SLB karena merasa terpanggil lantaran selama ini anak-anak berkebutuhan khusus, yang notabene memiliki kekurangan dan kelebihan ini ternyata acapkali dianggap sebagai aib. Saya trenyum ketika anak-anak yang sekiranya terlahir dalam kondisi yang kurang sempurna, ternyata menjadi bahan ejekan, hinaan dan caci maki. Tak hanya bagi siswanya, karena para gurupun acapkali dipandang sebelah mata. Orang tua yang tak memahami anak-anak ABK kerap merasa jijik jika mendapati anak-anak dengan kelemahan tertentu. Jangankan memberikan perhatian, sekedar memberikan empati kepada si anak pun amat sulit dilakukan.

Tak hanya bagi para siswanya, karena para gurunya pun tak sedikit mendapatkan stigma negatif, dengan kata-kata dan candaan yang seringkali menyakiti perasaan kita. Tapi semua tak menjadi persoalan, lantaran derajat manusia itu hanya di hadapan Tuhan saja hendak dibanggakan. Selebihnya di hadapan manusia hanya kesan yang tak patut untuk dipamerkan.

Apa yang membuat saya bangga, selama ini saya mendapati banyak ilmu yang tak diperoleh di bangku sekolah saya dahulu. Bahkan hingga menyelesaikan studi pun perihal pendidikan bagi anak-anak ABK sama sekali tidak saya pahami. Kondisi ini sepertinya memang menjadi gejala, bahwa memang anak-anak berkebutuhan khusus pada mulanya berada di tempat yang khusus, terasing dan tertutup dari dunia luar. Sehingga orang-orang yang bisa mendidik anak ABK terkesan misterius. Pantas saja hanya segelintir orang yang mampu dan mau mengenyam pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, lantaran dilatar bekangi oleh kondisi oleh calon siswa yang tidak setiap orang mau menyentuhnya dan mendidiknya dengan sepenuh jiwa. Tentu mereka yang mau melakukannya hanyalah orang-orang yang berjiwa besar dan siap mendapatkan resiko yang besar pula terkait sulitnya menangani anak-anak berkebutuhan khusus.

Gambar : Salah satu kegiatan bina diri ketrampilan komputer (doc. pribadi)

Selain karena pengalaman dan ilmu yang tak ternilai harganya, saya rasakan kondisi kejiwaan semakin terkontrol. Jiwa didik semakin ikhlas dan sabar. Karena keikhlasan dan kesabaran itulah yang mendorong seseorang untuk bisa mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

Tak hanya tuntutan keikhlasan dan kesabaran lantaran penanganan anak berkebutuhan khusus yang tak mudah, ternyata memacu para gurunya untuk selalu menggali ilmu dan pengalaman bagaimana sesungguhnya cara yang paling efektif mendidik anak-anak ini agar berhasil gemilang. Tak berlebihan tentunya nilai kebanggaan itu, jika anak-anak yang dididik memiliki kemandirian, keterampilan dan tentu perkembangan kognisi, afektif dan psikomotorik yang semakin baik.

Selain bertambahnya pengalaman yang selama ini tak pernah saya dapatkan, ternyata menjadi guru ABK diberikan fasilitas pendidikan dan pelatihan yang cukup di daerah yang jauh sehingga para guru tersebut bisa menggali ilmu dan diberikan kesempatan menikmati perjalanan wisata gratis sembari menuntut ilmu di tempat latihan. Selain itu kita mendapatkan banyak teman yang akan membagikan kisah-kisah serunya tatkala berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus.

Bangganya lagi ketika diawal ajaran baru anak-anak yang diterima dengan aneka kekurangannya, ternyata seiring perjalanan waktu mereka mampu meraih prestasi yang membanggakan, baik prestasi dalam studinya maupun prestasi dalam event perlombaan tertentu. Rasa haru dan kebanggan tak terbalaskan tatkala melihat senyum bahagia diiringi linangan air mata haru dari orang tua anak-anak mereka, tatkala melihat buah hatinya mengukir prestasi yang gemilang.

Yang lebih membuat haru lagi adalah, ketika menilai betapa Tuhan telah memberikan banyak hal dalam diri kita, anak-anak yang sehat, keluarga yang lengkap, dengan segenap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh anak-anak kita dibandingkan dengan kondisi anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dan didikan kemandirian dari orang-orang di sekitarnya.

Dengan prestasi yang membanggakan itu, tak ada kata lain selain ucapan syukur kenapa Tuhan memberikan tempat terbaik bagi saya dalam mengamalkan ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama menempuh pendidikan. Bolehlah bangga menjadi guru besar, dosen luar biasa atau profesor ternama. Tapi bagi saya tak lebih bangga jika bisa menelurkan generasi berprestasi dan mandiri, meskipun genenasi-generasi tersebut adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Ada banyak pahala di dalamnya, pahala mengamalkan ilmu, kesabaran dan pahala kerelaan menjadi guru-guru yang rela mencurahkan segenap fikir, jiwa dan raganya demi anak-anak berkebutuhan khusus.

Jika Anda ingin merasakan sensasi kenikmatan, kebahagiaan dan kebanggaan, ayo bergabung bersama kami, mengabdikan diri menjadi guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tak hanya dalam pendidikan formal, karena boleh jadi di rumah Anda, terdapat anak yang membutuhkan didikan yang khusus dari Anda. Mendidik, menyayangi dengan sepenuh hati, tanpa memandang segenap kekurangan yang dimiliki, tapi kelebihan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada mereka.

Salam

Metro, 24/3/2015

Selasa, 24 Maret 2015

Prihatin, Gara-gara Gagal PNS, Guru Honorer Depresi

Sekali lagi kita pantas mengelus dada. Prihatin dengan seabrek kejadian yang menimpa rakyat negeri ini. Di saat bangsa ini harus menikmati kebahagiaan karena seperangkat program bagi si miskin dugilirkan, serta perangkat perundang-undangan bagi tenaga honorer diteken pemerintah, ternyata belum memutus mata rantai korban akibat gejolak ekonomi yang melanda negeri ini.

Seorang guru yang biasanya siap menghadapi ujian hidup dan minimnya ekonomi, ternyata turut menjadi korban kondisi ekonomi yang tak juga membaik. Guru honorer diidentifikasi mengalami gangguan jiwa (depresi) lantaran himpitan masalah yang mendera.
Dan anehnya, kasus depresi biasanya dialami oleh Caleg yang gagal merebut kursi di dewan, ternyata menimpa pula oleh para pegawai honorer. Seperti kasus bunuh diri beberapa waktu lalu di kota ini di mana korbannya adalah salah satu guru honorer pula. Ia rela mengakhiri hidupnya karena patah semangat tak juga lolos menjadi PNS.

Begitu pula apa yang dialami oleh salah sata guru honorer di Kota Metro, honorer yang sudah mengabdikan diri di sekolah negeri semenjak 2004 ini kini terkena depresi. Kira-kira 10 tahun beliau melampaui hari-hari bersama anak-anak ABK dengan gaji yang amat minim. Namun, entah persoalan apa, tiba-tiba tanpa sepengetahuan keluarganya tingkahnya berubah drastis tidak seperti biasanya. Guru yang berinisial G ini tiba-tiba berubah, tak seperti biasanya. Sering marah-marah tak jelas, dan memperlihatkan gelagat tak wajar terhadap keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Apa asal muasal penyebabnya?

Menurut cerita tetangga yang kebetulan guru honorer di mana ia bekerja,lima hari yang lalu, tepatnya ketika mengikuti pelatihan tingkat nasional bagi guru yang diselenggarakan oleh Direktorat PLB yang diselenggarakan di Bandung, Mr. G, tiba-tiba absen dari pelatihan selama 3 hari berturut-turut. pun kelimpungan  mencari peserta yang tidak diketahui keberadaannya. Karena panitia khawatir sesuatu hal menimpa Mr. G ini, sehingga untuk memastikan keberadaan yang bersangkutan, panitia mengecek keberadaan peserta pelatihan ini di kamarnya. 

Karena diketuk beberapa kali tak menyahut dan membuka pintu, karena curiga, akhirnya pintu kamar pun didobrak. Dan ternyata Mr. G tidak berada di kamarnya. Sedangkan pakaian masih berada di dalamnya. 

Panitia bingung dan takut terjadi apa-apa. Akhirnya beliaupun menghubungi kepala sekolah di mana ia bekerja, dan ternyata tidak juga menemui hasil dimana sebenarnya guru ini berada.

Usut punya usut dan karena konfirmasi pihak panitia, ternyata yang bersangkutan meninggalkan kamar tanpa jelas tujuannya. Menurut keterangan sumber yang kebetulan sahabatnya yang kebetulan di Bandung, ia meninggalkan tempat pelatihan karena mengalami gangguan jiwa. Depresi yang cukup berat. Sehingga dengan inisiatif sendiri, sahabatnya ini mengantarkannya pada seorang kiyai yang mudah-mudahan bisa menolong.

Sesampai di tempat seorang kyai ini, Mr. G pun diobati dan sepulangnya diberikan peci, baju dan sarung sebagai tanda mata. Kemudian ia diantar kembali ke pelatihan di mana beliau diukutsertakan.

Karena melihat keterangan Mr. G yang mengakui bahwa dirinya sakit, dan meninggalkan pelatihan tanpa keterangan, akhirnya pihak panitia memulangkan beliau sebelum pelatihan berakhir.

Pasca kepulangan dari pelatihan, ternyata istri dan anak-anaknya mendapati sang bapak (MR. G) terlihat aneh. Tiba-tiba ia marah-marah tanpa tahu penyebabnya. Istrinya dipukul dan perkataan kasar yang keluar begitu saja dari mulut beliau tanpa disadari sebelumnya. Dan lebih aneh lagi, di malam hari beliau keluar rumah dalam keadaan telanjang.

Sontak saja melihat keanehan sang Bapak terjadilah keributan yang berujung Mr. G meninggalkan rumah tanpa diketahui istrinya dengan meninggalkan secarik surat dengan tulisan bahasa Jawa.

Anehnya dari surat yang ditinggalkan tersebut adalah yang bersangkutan sama sekali tidak mengenal bahasa Jawa, sehingga keluarga menduga, keanehan Mr. G dipicu depresi dan boleh jadi karena dirasuki oleh Jin di mana ia mengikuti pelatihan tersebut. 


Selama berhari-hari, keluarga mencari keberadaan Mr. G ini di berbagai tempat. Dan akhirnya ia diketemukan oleh temannya di Sekampung karena bertingkah aneh dan hendak dimassa lantaran mengambil pakaian anak-anak.

Sampai saat ini Mr. G belum menunjukkan kesembuhan, meskipun sudah dicarikan pengobatan ala rukiyah dengan harapan gejala depresi atau kerasukan jin ini bisa diatasi.

Kasihan sekali Mr. G, dan guru-guru honor yang lain. Karena himpitan ekonomi, kondisi keluarga yang tak menentu, ditambah lagi status honorernya yang tak kunjung diperhatikan pemerintah, kondisi kejiwaan guru honor ini menjadi terganggu. Seandainya status honorer ini tidak juga menggembirakan, akankah lebih baik para guru honorer ini resign dari sekolah dan memilih profesi lain yang lebih menguntungkan dan jiwanya tak terganggu.

Melihat kejadian ini, apakah yang akan dilakukan oleh kementrian pendidikan, jika para guru honorer justru mengalami gangguan jiwa lantaran status pengangkatan menjadi PNS yang tak juga jelas?

Salam

Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!