Minggu, 25 September 2016

Sebab-sebab Orang Menunda Pekerjaan



Siapa sih yang mau bila pekerjaannya tidak kunjung selesai? Sepertinya tidak ada, bukan? Naluri manusia ingin apa yang dilakukan segera tuntas dengan tepat waktu untuk kemudian melakukan pekerjaan yang lain. Sebab dengan pekerjaan yang dilakukan itu berharap rezeki selalu mengalir deras dan kehidupannya menjadi tercukupi oleh aneka penghasilan dari pekerjaan yang dilakukannya. Tak hanya pada kalangan bawahan, karena kalangan atasan pun sejatinya menginginkan apa yang menjadi target hidupnya segera terlunasi tanpa kendala yang berarti.

Akan tetapi, tahukah anda banyak hal membuat sebuah pekerjaan urung bisa diselesaikan tepat waktu, bahkan ada yang harus rela waktu yang berharga itu pergi begitu saja dengan tugas-tugas yang menumpuk yang pada akhirnya semua target yang direncanakan berakhir gagal.

Bahkan tidak hanya urusan pekerjaan, urusan pernikahan, pendidikan, dan ibadah saja sering terabaikan. Lalu, apa sih penyebab mengapa pekerjaan kita selalu saja tidak kunjung kelar?

1. Menganggap pekerjaan itu terlalu ringan dan mudah

Kita tentu pernah merasakan atau menganggap pekerjaan yang kita jalani teramat mudah untuk dilakukan. Iya kan? Hehe. Misalnya saja dengan pernyataan "Ah gampang kalau cuman begitu mah!" Karena terlalu yakinnya dengan skill atau kemampuan yang dimiliki maka muncul anggapan bahwa pekerjaan itu amat mudah dilakukan. Dampaknya, seringkali pekerjaan yang semestinya bisa diselesaikan dalam satu jam misalnya, harus berlarut-larut hingga satu hari.

Padahal sejatinya berat dan ringan sebuah pekerjaan hakekatnya perlu memperhitungkan waktu dengan cerman. Salah dalam menghitung maka rugilah akibatnya.

2. Melakukan hal yang sia-sia

Sepertinya kita pun sering melihat seorang pekerja yang menghabiskan waktunya pada hal yang tidak bermanfaat. Banyak kita temui seorang boss yang duduk santai di belakang meja sambil menghabiskan berbatang-batang rokok. Begitu banyaknya jumlah rokok yang dihisap sampai tidak sadar banyak waktu yang terbuang. Coba saja dihitung, bagi yang perokok aktif, satu batang rokok tidak kurang menghabiskan minimal lima menit, bahkan ada yang lebih dari itu karena jenis rokok yang lebih besar ukurannya. Jika satu rokok saja minimal lima menit, maka untuk menghabiskan rokok 12 batang dibutuhkan waktu 60 menit. Satu jam sudah waktu itu terbuang dengan sia-sia dengan menghisap asap rokok.

Bukan hanya persoalan waktu yang terbuang sia-sia, karena kita telah menanamkan bibit-bibit penyakit dalam tubuh kita.

Coba saja kalau waktu satu jam itu digunakan untuk mengerjakan sesuatu, tentu hasilnya akan lebih kelihatan. Apalagi bagi seorang pebisnis, dalam waktu satu jam mereka akan menghasilkan uang jutaan rupiah atau milyaran karena kontrak kerja yang sudah diselesaikan.

Masih mau menghabiskan waktu sejam demi melakukan yang sia-sia?

3. Menganggap bahwa keadaan esok hari akan sama dengan yang ia rasakan saat itu

Misalnya ketika seseorang melakukan pekerjaan tentulah berpikir bahwa nanti atau esok hari situasinya akan sama. Menganggap bahwa saat ini akan sama saja dengan satu jam kemudian. Padahal tidak ada yang tahu apa yang terjadi di lain waktu karena semua rahasia Ilahi, Tuhan Yang Maha Esa.

Banyak contoh orang yang gagal meraih kesuksesan karena telah bermain-main dengan keadaan. Menganggap waktu yang akan datang adalah sama dengan yang saat ini dirasakan, sama halnya kita mendahului kersa atau kehendak Tuhan.

Boleh jadi saat ini waktu kita terlalu lapang untuk melakukan sesuatu, tapi boleh jadi satu jam kemudian keadaan akan berubah. Bisa saja saat ini kita bisa bersantai ria karena penghasilan dan situasi kesehatan yang menggembirakan, tapi di lain waktu kita kehilangan pekerjaan dan fisik kita mengalami sakit. Kita akan menyesal mengapa di saat senggang tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat, sedangkan di lain waktu ternyata masalah menghampiri kita.

Paling tidak tiga hal di atas membuat orang suka menunda pekerjaan.

Pekerjaan bisa menjadi berat atau ringan disebabkan etos kerja pekerjanya. Jika para pekerja memiliki etos kerja yang baik maka akan berdampak positif pada capaian pekerjaan yang dihasilkan, dan tentu saja berdampak pada penghasilan yang diperoleh.

Salam


Sabtu, 17 September 2016

Pertanyaan-pertanyaan Sebelum Berselingkuh

Apakah dikira selingkuh itu indah? Hoax alias bohong Gan.....

Apakah anda salah satu insan yang mudah  jatuh cinta? Jika Iya, maka hakekatnya anda adalah sosok yang mudah terlena oleh rayuan dan tipuan penyebar asmara. Bahkan tidak hanya tergoda oleh rayuan atau tipuan, karena bagi anda yang mudah mengatakan "aku cinta padamu" hakekatnya telah masuk pada dunia sempit yang ia tidak tahu kemanakah arah yang hendak dituju. Ke kanan, kiri, maju atau justru mundur.

Mencintai dan dicintai hakekatnya sebuah kodrat ilahi yang dianugerahkan kepada insan yang normal. Tak hanya insan saja rasa cinta itu digenapkan dalam kehidupannya, karena pada hewan pun hakekatnya memiliki rasa cinta kepada lawan jenisnya. Karena cinta itu akan bermuara pertemuan jodoh yang pada akhirnya akan melahirkan keturunan yang banyak.

Mencintai bukan semata-mata nafsu, tapi benar-benar mencintai karena naluri insaniah yang ingin merajut kebahagiaan bersama sosok yang dicintainya. Mereka mencari ke mana saja asal menemukan sosok yang bisa menjadi tempat menambatkan rasa cintanya itu. Semua berjalan secara alamiah dan menarik.

Mencintai karena ketulusan adalah wujud rasa cintanya kepada Tuhan, karena manivestasi cinta kepada manusia pun hakekatnya wujud mencintai Tuhannya. Cinta yang lurus dan benar sesuai titah Tuhan. Mencintai lawan jenis dan bukan mencintai sesama jenis, karena percintaan sesama jenis pada akhirnya akan berdampak pada bencana dan azab yang menyedihkan.

Bagaimana jika cinta yang ingin dicurahkan itu ternyata melanggar norma atau hukum yang berlaku dalam sebuah negara atau agama? Mencintai sosok yang sudah memiliki pasangan misalnya. Tentu hal ini amat tidak layak untuk dilakukan. Karena siapapun anda yang melakukannya tentu akan merasa bersalah dan berdosa karena telah melanggar aturan Tuhan tentang tata cara merajut percintaan yang sesungguhnya.

Banyak pasangan pernikahan mengalami kegagalan memahami pasangannya sendiri. Mereka belum mampu sepenuhnya mengenali siapa sebenarnya sosok yang serumah dengannya. Padahal usia pernikahannya sudah bukan waktu yang pendek lagi. Bertahun-tahun mereka berumah tangga tapi sama sekali tidak mengenali pasangannya. Mereka merasa konyol, sedih, kesepian dan kegundahan yang sepertinya tak berujung. Mereka ingin menemukan sesuatu yang baru, meskipun melanggar fitrah suci dan titah ilahi.

Karena gagal memahami pasangannya inilah muncul istilah SELINGKUH.

Sebuah aktivitas yang dilarang secara agama tapi sempat menjadi plesetan yang seakan-akan perbuatan yang baik-baik saja. SELINGKUH = selingan indah tapi keluarga tetap utuh. Pemelintiran makna keji dan berbahaya menjadi sesuatu yang dianggap biasa-biasa saja. Padahal pemelintiran makna selingkuh ini disebarkan oleh orang-orang yang menjalani kehidupan tanpa pernikahan. Atau mereka menjalani pernikahan seolah-olah tidak menikah. Mereka bertemu laksana air dengan minyaknya, hidup bersama tapi seperti berpisah. Tidur bersama tapi hati tak pernah menyatu.

Sungguh mengerikan jika kehidupan dipenuhi dengan dosa-dosa pernikahan ini. Mereka tidak sadar bahwa dengan berselingkuh mereka sudah melupakan beberapa pertanyaan yang semestinya mereka tanyakan pada hati mereka mengapa mesti berselingkuh.

  • Benarkah anda ingin berselingkuh murni karena cinta, atau nafsu?
Pertanyaan ini yang semestinya ditanyakan dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Ketika hendak berselingkuh adalah menanyakan apakah benar keinginan selingkuh itu karena cinta atau kenikmatan semu dari nafsu seksual semata?

Tak jarang seorang pria atau wanita yang sudah berumah tangga ternyata rela menipu pasangannya dan dirinya sendiri bahwa mereka sebenarnya mereka saling mencintai seperti di awal pertemuan. Bahkan karena saking mencintai mereka rela melepaskan masa mudanya demi menikah dengan orang yang dicintainya. Tapi sayang sekali dalam perjalanan rumah tangganya, muncul keinginan untuk mencari-cari cara bagaimana membohongi pasangannya dengan berselingkuh. seolah-olah dengan berselingkuh itu akan mendapatkan cinta sejati dan ia akan benar-benar mendapatkan pasangan yang mengerti. Karena faktanya banyak pasangan selingkuh yang justru berakhir dengan penghianatan dan kebohongan lain.

Si pria atau wanita menjanjikan surga kepada calon korbannya, padahal hanya surga semu yang sebenarnya karena ingin mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukan cinta tapi nafsu yang menyelimuti dirinya. Karena berselingkuh karena semata-mata nafsu, melakukan hubungan cinta tanpa ikatan yang sah korbannya adalah wanita yang tertipu tadi. Tak sadar bahwa para wanita ini hanya menjadi alat permainan. Jika nafsunya liar pria pasangan selingkuh tadi sudah terpuaskan, maka sang wanitanya akan ditinggalkannya.

Pria yang sudah membodohi tadi akan mencari korban baru yang lebih menarik demi memuaskan nafsu angkara yang selalu saja ia cari-cari.

  • Apakah anda yakin, pasangan selingkuh anda bisa menerima anda apa adanya?
Banyak wanita yang tiba-tiba bersolek ria dan menampilkan wajah merah merona nan cantik jelita kepada pria lain. Wanita ini justru menunjukkan kecantikan fisiknya kepada orang yang bukan pasangannya. Begitu pula sang pria, ia membelanjakan uang yang ia cari dengan susah payah hanya demi orang yang baru dikenalnya. Padahal di rumah ada sosok yang setia mendampingi dan melayaninya dengan sepenuh hati.

Selalu saja karena menganggap rumput tetangga lebih hijau maka membandingkan apa yang dimilikinya dengan milik orang lain. Ia rela menyakiti pasangannya demi ingin mendapatkan kesenangan sesaat dengan selingkuhannya. Dan tahukah anda banyak pasangan selingkuh akan mengalami kekecewaan karena merasa tertipu oleh penampilan dan rayuan gombalnya. Ia tidak menyadari bahwa para penipu hendak mengambil milik anda yang paling berharga, yaitu harga diri. Dan boleh jadi para penipu itu hanya ingin mendapatkan harta anda.

Banyak kita temukan seorang wanita yang tertipu jutaan rupiah oleh seorang pria ganteng di media sosial, meski foto yang dipajang adalah foto curian. Atau seorang pria yang kehilangan uangnya milyaran rupiah karena mempercayai bahwa wanita selingkuhannya telah menerimanya apa adanya.

Pasangan selingkuh menganggap orang yang diselingkuhi memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pasangan sahnya, tapi setelah menjalani perselingkuhan itu mereka akan menyesal ternyata suami atau istrinya justru memiliki kelebihan yang tidak ada duanya.

Sedangkan para penipu akan melihat anda ibarat sebatang tebu yang siap-siap dihisapnya hingga tertinggal sepahnya, untuk kemudian dibuangnya di tempat sampah.

  • Apakah anda yakin, bahwa pasangan selingkuh anda akan memiliki kebaikan melebihi pasangan sah anda?
Penyesalan banyak terjadi pada pasangan selingkuh, tak sedikit mereka memuja-muja pasangan selingkuhannya karena menganggap ia memiliki kelebihan. Entah kesabarannya, perhatiannya atau pengertiannya. Ia begitu mudahnya mempercayai sosok teman baru yang berniat menghancurkan rumah tangganya dengan aneka tipu daya.

Seolah-olah sudah memberikan perhatian yang lebih dan selalu saja memuji-muji dan merayu-rayu demi mendapatkan simpatinya. Padahal apa yang terjadi adalah sebaliknya, para penipu yang bertopeng dewa penolong ini sengaja ingin meraih apa yang menjadi milik anda. Kepuasan seksual dan merusak keharmonisan rumah tangga sajalah mereka menyebarkan aksinya. Jika hasrat seksualnya sudah terpenuhi, maka para penipu ini akan kabur entah kemana. Dan anda hanyalah menjadi sosok yang bisa menyesali apa yang terjadi.

Dan yang perlu diingat, sekali anda berselingkuh atau anda menjadi teman selingkuh, maka teman selingkuh anda suatu saat akan berselingkuh lagi dengan orang lain tanpa meminta izin pada anda terlebih dahulu. Mereka berusaha mencari mangsa dan kemudian memakannya tanpa sisa, laksana singa lapar yang hanya menyisakan tulang belulang untuk kembali ia tinggalkan.

  • Apakah anda tidak takut dosa?
Pertanyaan inilah yang semestinya ditanyakan bagi siapa saja yang hendak berselingkuh. Dosa dan dosalah yang akan dilakukan oleh orang yang melakukannya. Bagaimana tidak, mereka melakukan hubungan tanpa ada ikatan pernikahan, dan tentu saja mereka menodai nilai-nilai suci pernikahan yang pernah ia lakukan demi hanya mendapatkan kesenangan semu dan sesaat di dunia yang  fana ini. Melakukan dosa tanpa takut balasan yang akan diperolehnya nanti di akhirat kelak. Dan ketauhilah bahwa sekali anda melakukan perbuatan tercela ini, selama hidup penyesalan tidak pernah bisa dihapuskan dari hidup anda. Bahkan balasan hukuman Tuhan akan selalu membayangi kehidupan anda.

Adalah mengerikan hukuman bagi pasangan selingkuh yang berujung perzinahan, yakni dihukum rajam sampai mati bagi mereka yang sudah menikah dan didera hingga 100 kali dan diasingkan bagi yang belum menikah. Itu hukum yang menanti, dan hukum karma akan menghantui selama hidupnya.

Namun demikian, hanyalah ingat kepada Tuhan perbuatan tercela ini bisa disingkirkan dalam kehidupan kita, kembali menyadari bahwa hanyalah pasangan sah kitalah hakekatnya kesenangan dan kebahagian kelak didapatkan. Bertaubat sebelum terlambat adalah lebih baik sebelum nyawa terlepas dari raganya. Tinggal bagaimana cara meramu bumbu-bumbu dan bahan masakan yang tersedia agar menjadi masakan yang lezat dan menyehatkan.

Salam

Sabtu, 11 Juni 2016

Puasa Anak - Ketika Es Cream itu Menggoda

 
Gambar : wallpaperlepi.com




Siang itu suasana begitu menyengat. Panas tungku penggorengan sepertinya tak lebih panas dari terik matahari siang itu. Keluargaku nampak serius dengan aktivitas masing-masing. Semua berusaha mengisi kegiatannya dengan sesuatu yang bermanfaat, minimal untuk melepaskan rasa rindu akan gorengan dan kopi hitam manis hingga menjelang maghrib. Asik dengan aktivitasnya sendiri tak peduli walaupun debu-debu jalanan membuncah setelah kendaraan menerobosnya hingga napas-napas manusia di jalanan itu menjadi lebih sesak. Di dalam rumah semua seperti terhisap oleh aura ketenangan yang dimunculkan oleh puasa Ramadhan itu. Rumput dan dedaunan pun seperti nampak kelelahan karena seharian menghasilkan oksigen untuk kami hirup kemudian, dan sepertinya pohon kepala pun tersenyum, lantaran siap-siap untuk dijadikan minuman diacara buka puasa nanti.

Di antara kemeruyuknya anak-anakku, satu anak yang dari tadi bertanya, "kapan sih pak bukaknya?" Masih lama, Nak!" Kataku. Ia menanyakan kepadaku sambil memegangi perutnya yang terlihatan rata lantaran tak satupun makanan yang mengganjal perutnya. Begitupun wajahnya terlihat pucat sekali ternampak kelemahan yang sangat. Maklum saja ia masih berumur enam tahun, baru setengah hari puasa ia sudah ngos-ngosan seperti melewati lembah yang curam untuk mencapai puncak gunung tertinggi. Sesekali ia melirik ke dalam kulkas, yang isinya potongan es batu dan beberapa gelas es krim yang kami siapkan untuk berbuka. Ada lagi beberapa potong sisa buah untuk berbuka pun tak luput dari lirikannya.

Tak hanya kulkas yang menjadi pusat perhatiannya, karena meja makan pun menjadi sasaran perhatiannya. Terkadang ia memandangi tudung saji (penutup nasi) demi melihat sisa makanan saur yang juga masih teronggok di dalamnya. Dan juga sisa kue-kue yang juga menjadi camilan kami ketika asik menonton televisi setelah selesai shalat tarawih. Semua terbayang-bayang diingatan seakan-akan menggoda untuk menjamahnya. Jika ia seorang bidadari, maka anakku seperti calon penghuni surga yang digoda agar mengikuti langkah-langkahnya. Entahlah apa yang ada dalam hatinya. Apakah ia jengkel karena disuruh berpuasa, atau karena temannya Linda juga tidak berpuasa, jadi ia merasakan ketidak adilan sebagai seorang anak kecil. Menurutnya mengapa ibu dan ayahku menyuruhku berpuasa, toh aku kan masih kecil. Si Linda itu, nyatanya gak disuruh puasa. Ia begitu enaknya membawa es cream di depanku sedangkan aku hanya bisa mengemut ibu jari tanda keinginan yang terlalu menggebu-gebu.  Sedangkan ibuku selalu menahanku untuk mengambil es cream yang sama.

"Mah, minta es creamnya ya, Mah?" Pinta anakku.

Anakku memohon pada Mamahnya agar sepotong es cream itu ia serahkan padanya. Ia merasa ingin memakan es cream itu untuk mengurangi rasa hausnya. Maklum pada saat itu hampir pukul dua belas siang. Sudah begitu panas sangat terik.

"Eh, jangan Dek! Hari ini kan puasa, Dedek nggak boleh makan, tahan dulu sampek waktu dhuhur." Kata istriku.

"Kenapa nggak boleh, Mah?"

"Khan hari ini puasa!" Kata istriku menjelaskan.

"Kog aku harus puasa? 

"Itu Linda nggak puasa, ia enak makan es cream." 

"Aku khan masih kecil, kenapa aku disuruh lapar"

Masih saja anakku menolak dan membandingkan dengan teman sekolahnya. Memang anak-anak seperti dia belum wajib berpuasa. Berpuasa hanyalah untuk berlatih saja. Semakin dijawab semakin banyak pertanyaan ia lontarkan. Tak terima jika rasa lapar dan hausnya tidak segera terobati. Ia bandingkan dengan hari-hari biasanya, mau makan apa saja sudah tersedia. Sedangkan di bulan puasa, semua dilarang dan tidak boleh dinikmati. Rasa gemuruh kecewa semakin membuncah dalam hatinya. Sejenak ia seperti ingin menangis, tapi ia tahan karena takut mendapatkan amarah. 

Bagaimana tidak dimarah, kalau minta sesuatu pastilah menangis. Selain itu mengamuk sejadi-jadinya.
Masih saja ia memegang perutnya yang semakin lama semakin melilit. Melihat air sumur saja seperti tetesan madu yang menggoda. Melihat tempe goreng saja seperti melihat ayam bakar di rumah makan mahal. Itulah fenomena kelaparan anak-anak seperti anakku. Semua nampak menyiksa dan rasa kecewa karena keinginnanya tidak terpenuhi.

"Mah, aku masih belum boleh makan?"

"Belum!"

"Lah, kapan boleh makannya?"

"Nanti!"

"Emang jam berapa?"

"Jam dua belas lebih kalau sudah adzan dzuhur."

"Ya udah." 

Tanda menyerah anakku meninggalkan meja makan dan menuju ke ruang tamu. Ia tersentak kaget tapi kegirangan.

"Mah, itu jam berapa sekarang?"

"Jam dua belas."

"Katanya jam dua belas boleh makan?"

"Ia. Tapi mana suara adzannya?"

"Muadzinnya lagi di sawah kali'"

"Eh, ngawur Adek, muadzinnya mungkin lagi ambil wudhu. Jadi baru saja mau adzan."

"Tapi kog lama, sih?"

Tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara adzan dari masjid di desa kami. Betapa giranangnya anakku itu. Dengan segera ia mengambil es cream yang sedari tadi diperhatikannya. Tanpa basa-basi ia berlari keluar menuju temannya Linda. 

"Eh, jangan di luar makannya!"

"Kenapa nggak  boleh?"

"Sekarang lagi puasa, nanti gak enak sama yang berpuasa."

"Nggak boleh lagi. Gimana sih, Mah?"

Bukan nggak boleh, tapi makannya di dalam saja, jangan di luar. Kita hormati yang berpuasa. Kita hormati bulan yang suci ini. Dan tentu saja kita tunduk kepada Allah bahwa kita ingin puasa ini terasa nyaman karena tidak satupun yang berpikir ingin mengunyah es creammu itu.

Biarkan puasa kita menjadi puasa yang nyaman, tampa ada suara-suara berisik orang yang berjualan makanan. Dan biarkan kami semua menikmati ketenangan ini, bersama ketiadaan makanan karena itulah tugas kita menahan diri untuk tidak tergoda untuk memakannya. Tidak tergoda untuk membayangkan betapa segar dan nikmatnya es craam itu.

Anakku pun menurut, ia bersembunyi di dapur, sambil menghisap segarnya es cream, menikmati nasi bersama lauknya. Tapi setelah ia makan, ia berpuasa lagi hingga beduk maghrib tiba.

End.



Sabtu, 04 Juni 2016

Bisakah Anak Tuna Daksa Belajar Mengaji?



Anak Tuna Daksa Belajar Mengaji?

Belajar menghafal Al-Qur'an hakekatnya bukan perkara yang mudah, karena menghafal Al-Qur'an membutuhkan kemampuan intelegensi yang baik dan tentu saja dilakukan dengan ketekunan agar Allah memberikan kekuatan dan kemampuan menghafal ayat-ayat tersebut. Meskipun sulit, ternyata banyak anak-anak saat ini yang mampu menghafalnya dengan baik. Tentu saja karena Al-Qur'an adalah Firman Allah SWT, maka Allah jugalah yang akan memberikan pertolongannya.

Seperti apa yang dilakukan oleh Tadjie, anak tuna daksa yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di SLBN Metro merupakan salah satu dari sekian ribu siswa yang mengalami kelemahan fisik, mengalami kekurangan fisik sejak lahir yang secara tidak langsung turut menghambat mobilitas dan kemampuannya dalam belajar. Meskipun demikian, tidak ada alasan bagi Tadjie untuk menyerah pada keadaan. Ia lalui segala ujian dari Allah ini dengan tetap belajar dan menjalani kehidupannya dengan apa adanya.

Tadjie menurut hasil assesment sekolah memiliki kelemahan dalam motoriknya, baik motorik halus maupun kasar yang secara tidak langsung menghambat mobilitasnya dalam belajar. Selain itu, karena kesulitan memfokuskan penglihatan, ia pun sulit menerima pelajaran yang harus diperoleh dengan melihat atau membaca. Jadi kebanyakan aktivitas belajarnya dengan mendengar berulang kali dan kemudian ia menghapalnya berulang-ulang hingga hafal. Tidak mudah sih, tapi itu adalah jalannya untuk bisa belajar.

Prinsipnya, biarlah tubuh memiliki kekurangan, tapi semangat untuk belajar jangan sampai goyah. Apalagi begitu banyak tokoh dunia yang mengalami kekurangan fisik yang begitu berjasa bagi negara dan ilmu pengetahuan, Tokoh Abdurrahman Wahid, meski memiliki kelemahan dalam penglihatan ternyata menjadi tokoh terkenal dan pernah menjadi Presiden di Indonesia, Presiden ke-4 yang juga telah sukses menunjukkan jati diri bahwa anak-anak berkebutuhan khusus pun bisa seperti beliau.

Stephen Hawking, salah satu tokoh fisikawan terkemuka di abad ini adalah sosok yang memiliki kekurangan fisik. Ia tidak pernah menyerah untuk bisa menjadi ilmuan terkenal dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Tuna daksa yang tanpa kemampuan menggerakkan fisik ternyata mengangkat dirinya menjadi sosok yang disegani oleh para ilmuan di abad ini.

Hellen Keller, perempuan satu ini selalu diingat dan menjadi sejarah penting. Dia merupakan perempuan yang luar biasa karena dengan keterbatasannya mampu meraih kejayaan seperti manusia normal. Hellen merupakan seorang penulis Amerika, aktivis politik dan juga dosen. Dia seorang tuna netra dan tuna rungu pertama yang mendapatkan gelar sarjana seni. Kisah tentang guru Helen, Annie Sullivan, berhasil menerobos isolasi yang dikarenakan kekurangan bahasa Helen hingga membuat Keller mampu berkembang dan berkomunikasi. (tempo.co)

Begitu juga Albert Einstein yang juga adalah seorang ahli fisika (fisikawan terkemuka) di abad 20 yang menemukan teori relativitas dahulu adalah anak yang dianggap bodoh dan tidak mampu menerima pelajaran. Serta beberapa tokoh lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Yang pasti, anak-anak seperti ini bukanlah aib yang harus disembunyikan. Mereka adalah insan yang diberikan kelebihan yang semestinya digali dan dikembangkan demi kehidupan mereka selanjutnya.


Adi Kurniawan, Lomba cipta baca puisi tingkat Prov. Lampung


Adi Kurniawan adalah salah satu siswa di SLBN Metro SMPLB D, ia kebetulan ditunjuk untuk mengikuti lomba cipta baca puisi yang diadakan di Provinsi Lampung.

Dengan melawan beberapa peserta lain, Adi mampu meraih juara 2. Sebuah prestasi yang baik meskipun targetnya adalah juara pertama, tapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, bisa ikut dalam event perlombaan dan memenangkan lomba adalah kebanggaan.

Menjadi pencipta dan pembaca puisi juga tidak mudah, karena membutuhkan pengetahuan seni dan sastra yang baik. Selain itu membutuhkan penjiwaan yang dalam agar puisi itu senantiasa indah.

Yang pasti, kemenangan adalah impian, tapi belajar dan terus belajar adalah proses hidup yang harus dijalani dengan kesabaran dan kegigihan hingga tujuan tercapai.


Jumat, 03 Juni 2016

Pah, Mengapa Engkau Membuangku

Pagi itu seorang ibu tengah asyik mengerjakan pekerjaan rumahnya. Mengepel, mencuci dan memasak menjadi kegiatan sehari-hari. 

Sungguh getol sang ibu meskipun tubuhnya terlihat lelah tapi tetap bersemangat. Padahal perutnya tengah membuncit lantaran sudah hamil 5 bulan. 

Ia adalah wanita yang beruntung, memiliki suami seorang tentara adalah sebuah kebanggan. Gaji sang suami sudah menjadi persiapan kebutuhan sehari-hari. Tak seperti wanita lain yang harus membanting tulang di perkebunan karet misalnya, atau harus pagi-pagi subuh ke pasar karena harus berjualan. Dan tidak juga seperti ibu-ibu lain yang harus ke sawah lantaran tanaman padinya sudah banyak dikerubuti rumput. Tidak, ia cukup beruntung dan ia tak perlu susah-susah bekerja demi menyambung hidup. Tugasnya murni sebagai pendamping suami, bekerja ya di rumah mempersiapkan kebutuhan bagi suaminya kala suami berada di rumah. 

Maklum, bagi seorang tentara, suaminya harus mengabdi pada negara. Apalagi tatkala masih bertugas di daerah perbatasan, tentu hingga berbulan-bulan sang istri tidak bisa melihat senyum suaminya. Padahal dalam kondisi hamil itu ia pun ingin dibelai-belai dan diajak ngobrol terkait rumah tangganya. Sayang sekali kesempatan itu jarang ia dapatkan lantaran memang tuntutan pekerjaan yang mengharuskan ia meredam rasa rindu yang menggebu di dada. 

Hari demi hari, bulan berganti bulan bahkan berganti tahun biduk rumah tangganya berjalan romantis, saling menjaga romantisme ala keluarga lainnya. Suami bekerja dengan waktu yang jarang dipertemukan lantaran tuntutan tugas. Istri yang setia menanti di rumah meski dalam kesepian. 

Tapi sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, lantaran kelahiran anak pertama justru anak yang dilahirkan tidak sempurna. Anak yang diidam-idamkan seperti anak yang lain dengan aneka kelebihan yang dimiliki, anak yang ceria dan membanggakan kedua orang tua. Anak tersebut terlahir sebagai anak autis. Anak yang cenderung hiperaktif. Kelahiran anak satu-satunya ini ternyata meninggalkan kecewa orang tua, khususnya sang ayah yang sedari awal mengharapkan memiliki anak yang sempurna. 

Salam

Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!