Sabtu, 06 Juni 2015

Mengintip Film Rio, Perjalanan Penyelamatan Satwa Langka

Screenshot film Rio


Sebulan yang lalu, tepatnya 4 Mei 2015 kepolisian berhasil meringkus dan mengamankan Mulyono karena kedapatan menyelundupkan 21 ekor burung kakaktua jambul kuning asal Tual, Maluku Tenggara. Burung yang dikategorikan burung langka itu ternyata sengaja digelapkan ke Surabaya demi mendapatkan untung besar.

Pria asal Rembang, Jawa Tengah ini cara melakukan aksinya tersebut cukup keji, karena ia memasukkan beberapa burung tersebut ke dalam botol minuman. Terang saja, dari seluruh burung yang hendak diselundupkan, ada sekitar 11 ekor yang mati. (newsdetik.com)

Apa yang dilakukan Mulyono dan pelaku-pelaku lain hakekatnya telah merusak citra Indonesia yang tercatat sebagai negara yang konsisten menjaga satwa dilindungi. Oleh karena itu sepatutnya ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab ini mendapatkan sanksi yang tegas dan berat demi menjaga keberadaan hewan langka ini.

Terlepas dari sederet kasus penyelundupan burung tersebut, saya ikut merasakan betapa keberadaan satwa liar semestinya dijaga keberadaannya. Satwa yang seharusnya bisa menikmati kebebasan hidup dan berkembang ternyata harus diregut oleh tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Coba sedikit saja kita mengintip Film Animasi dengan judul Rio. Film Amerika yang diproduksi oleh Blue Sky Studios ini disutradari oleh Carlos Saldanha. Film yang mengisahkan perjalanan dua ekor burung langka dalam menemukan rumah tinggalnya yang bebas di tengah arus penyelundupan hewan langka yang cukup mencengangkan.

Film yang cukup menyita perhatian saya sekaligus penonton ini mengisahkan perjalanan seekor burung Blue Macau kecil yang hampir punah karena beberapa burung lain juga telah ditangkap dan diselundupkan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Di sebuah kota bersalju Minessota, Blue yang diperankan oleh Jesse Eisenberg ternyata menemukan perawat sekaligus teman terbaiknya yang telah merawatnya dengan rasa cinta. Ialah Linda kecil yang diperankan oleh Sofia Scarda Saldanha yang ternyata mampu menjaga keberadaan Blue hingga bertahun-tahun lamanya hingga Blue kecil menjadi dewasa. Begitu pula Linda kecil pun tumbuh menjadi Linda dewasa yang begitu perhatian terhadapnya. Linda Dewasa pun tetap merawat Blue meskipun Blue hanya seekor burung ternyata kedekatan mereka seperti keluarga. Dan dampaknya, karena terlalu lama Linda merawat Blue, seekor burung yang semestinya bisa terbang, ternyata hanya bisa menggunakan dua buah kakinya untuk bergerak. Bagi Blue, Linda ibarat malaikat penyelamat yang telah melindunginya serta menjaganya hingga dewasa.

Setelah beberapa tahun lamanya mereka berdua tinggal bersama sambil mengurus toko bukunya, datanglah seorang ahli konservasi satwa  (dokter hewan) dari Rio de Jeneiro, Brazil, ia mencari sosok burung langka yang ingin dikembangkan lagi karena burung biru tersebut mendekati kepunahan. Dan karena kebetulan ia sudah memiliki burung kakak tua biru yang sudah dahulu ia rawat.

Dan setelah melalui percakapan dan rayuan yang alot, akhirnya permintaan sang dokter hewan tersebut  dipenuhi dengan membawa serta Linda menuju ke rumah konservasi yang dijanjikan akan menjadi tempat merawat dan membudidayakan burung langka itu agar berkembang biak.

Sayang sekali, pasca tibanya burung Blue bersama Linda dan Blue diperkenalkan dengan Jewel yang merupakan spesies burung yang sama, ternyata kedua burung itu justru dicuri oleh sindikat penyelundupan hewan. Mereka memanfaatkan jasa seorang anak gelandangan dibantu seekor burung kakaktua putih yang kejam dan bengis. Seorang penjaga dapat diperdaya karena dibekap dengan kain yang diberi obat bius.

Dari sinilah kisah perjalanan petualangan Linda, Dr. Monteiro, serta si anak yang tadinya ikut mencuri Blue justru membantu mereka dalam mencari keberadaan Blue dan Jewel.
In the 2011 film Rio, a male blue macaw – one of the most endangered species on Earth – is discovered living in Minnesota and is flown all the way down to Rio de Janeiro in the hopes that he can help repopulate the species with a female blue macaw. The story has a happy ending, as Blu and Jewel wind up living happily ever after with three children. Keep those cheery memories in mind as you read the next few paragraphs, because I’m about to lay some unfortunate "real world" facts on you (and we all know that the real world doesn’t always have happy endings).  http://www.cinemablend.com/new/Blue-Macaw-Who-Inspired-Rio-Has-Died-With-Offspring-43681.html

Sebuah film animasi tiga dimensi yang cukup apik dan memberikan banyak pendidikan akan makna cinta lingkungan khususnya satwa yang dilindungi. Meskipun di dalamnya terdapat unsur pornografi lantaran banyak menunjukkan gambar-gambar yang kurang baik bagi anak-anak (perempuan dgn kurang busana), tapi di sisi positifnya film ini mengajarkan akan arti cinta dan semangat pelestarian satwa di sekitar kita.

Paling tidak, film ini berusaha mengajarkan pada para penontonnya agar mencintai satwa langka dan dilindungi dan berusaha membiarkannya agar tetap berkembang dan melahirkan generasi-generasi baru yang akan menjadi aset berharga bagi kekayaan satwa di dunia khususnya di Indonesia.

Lindungi satwa langka tetap lestari agar bisa dinikmati keindahannya oleh generasi anak cucu kita.

Salam

Kamis, 04 Juni 2015

Ketika Harus Memilih Rumah Sendiri


Benar kata pepatah, sebaik-baik rumah orang, maka akan lebih baik rumah sendiri. Dan sehijau-hijaunya rumput tetangga, tak kalah hijau rumput sendiri. Itulah pepatah atau ungkapan orang tua ketika memberikan petuah-petuah dan pesan bijak kepada orang-orang yang lebih muda.

Pepatah atau ungkapan ini hakekatnya saat ini saya rasakan, meskipun sudah hampir dua tahun saya menyibukkan diri bergumul dengan media kompasiana yang memiliki member yang berjumlah ribuan, ternyata ada kesenjangan antara keinginan berbagi dengan kecemburuan sosial yang muncul di dalamnya. 

Tak hanya kecemburuan sosial yang sampai saat ini saya (khususnya) dan penulis lainnya tatkala tulisan yang dibuat tak lantas diterima dengan baik oleh adminnya, terntu menjadi gumpalan-gumpalan rasa kecewa yang selama ini biasa dipendam dan tak "jujur" untuk diucapkan. Ketidak nyaman dalam komunikasi antar membernya di setiap postingan ternyata menjadi bumbu "pahit" yang justru menjadikan rasa cinta pada blog bersama itu menjadikan satu persatu bagian komunitasnya meretel, bercerai berai dan berusaha mencari rumah sendiri atau rumah lain yang dianggap lebih nyaman.

Jujur ataupun tidak, betahnya di kompasiana awalnya karena rasa ingin berbagi meski tanpa mendapatkan penghargaan materi atau pujian sekalipun, tapi ketika semua dirasa asing, maka tidak ada jalan lain kecuali kembali merajut asa dan harapan dalam rumah sendiri. Rumah yang ditinggali meskipun terasa sepi. lantaran tidak ada orang lain yang mengisi hari-harinya dengan riuh rendahnya tutur sapa dan cuap-cuap meskipun asal "njeplak", namun akan lebih menenangkan daripada berumah bersama tapi sedikit sekali apresiasi di dalamnya.

Katanya rumah bersama, apalah artinya jika masing-masing manusianya tak saling menyapa dan mencurahkan segenap isi hatinya kepada sesama penghuninya. Semua terasa kering dan kosong bahkan sombong. Seakan-akan semua ingin menjadi diri sendiri. Keadaan ini yang semakin memperberat rasa cemburu di antara member kompasiana.

Meskipun rasa cemburu dan kedengkian adalah "dosa" atau tidak baik, akan tetapi jika setiap kali membuat tulisan yang sebenarnya dilakukan secara berdarah-darah ternyata bak debu berterbangan, maka cukup sampai di sini dan lebih baik kembali ke rumah sendiri. Mungkin ini keputusan terbaik yang justru lebih logis atau rasional.

Senang dan bangga bisa belajar menulis di kompasiana, meskipun terlalu lambat cara mempelajari ilmu menulisnya lantaran para penulisnya pun belum tentu penulis profesional. Semua serba biasa-biasa saja dan rata-rata memiliki kecenderungan yang sama, ingin mendapatkan pujian dan mendapatkan tempat yang terhormat di mata adminnya.

Ini tidak salah karena siapa sih yang tak ingin karya terbaiknya diapresiasi, meskipun mungkin tidak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Terlebih sebenarnya bukan letak kesempurnaan itu yang bisa dihargai, tapi karena selera yang menjadikan tulisan-tulisan itu dipajang terlalu lama sedangkan yang lain hanya terbuang di kotak sampah.

Cukup sudah perjalananku selama ini, dalam rumah bersama kompasiana. Mungkin malam ini kan kuakhiri menempati rumah orang lain itu, dan akan ku hiasi rumah sendiri. Rumah yang mungkin amat sederhana dengan tulisan yang sederhana pula. Tapi akan kurawat dan kuisi dengan serangkaian ide-ide pribadi yang kucoba kulepaskan dari pengaruh media mainstream. Mencoba menulis mandiri, meskipun kadang terasa basi.

Semoga saja silaturrahmi yang telah terjalin, akan tetap terjalin, dan akan tetap hangat di rumah lain yang mngkin saja tidak semenarik kompasiana dan tak secerdas para penghuninya.

Goodby kompasiana.... selamanya kan ku kenang  :)


divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Rabu, 03 Juni 2015

Kiat Sukses Mengusul Angka Kredit dan Naik Pangkat



Bersyukur sekali ya jika dalam berkarir tak mengalami aral rintang yang terlalu berat. Seandainya ada tentu aral rintangan itu mudah diatasi meski harus berkorban waktu, tenaga dan biaya.

Begitu pula sebagai seorang guru, tentu harapannya mereka ingin menjadi bagian dari tenaga profesional yang juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang karir yang mulus dan tak beribet-ribet ria. Walaupun demikian, tak ada yang mudah dalam meraih sesuatu karena segalanya harus disertai dengan niat yang tulus, dedikasi dan integritas yang tinggi serta kesabaran untuk selalu mengulang dan memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan.

Tak hanya guru tentunya, karena para pegawai baik pemerintah maupun swasta berharap jenjang karir dan kesempatan mendapatkan tambahan penghasilan menaik tajam seperti harapan dan cita-cita yang ingin segalanya diraih dengan sempurna.

Seperti pengalaman yang saya dan teman-teman alami sewaktu melakukan usulan kenaikan angka kredit, ada kegamangan tersendiri. Antara harapan dan kemungkinan lulus juga menjadi kekhawatiran. Apakah PAK dan seperangkat kelengkapan berkas akan diterima dan dihargai oleh Tim Penilai? Atau justru sebaliknya hasil karya kita yang sudah susah payah dibuat ternyata harus kandas, penuh kesalahan dan berakhir tragis lantaran tak jua diterima untuk diusulkan kenaikan pangkat. Alamat setahun lagi harus menyusun perangkat itu dan mengurusnya hingga tuntas. Tak pelak, karena aktivitas di luar sekolah ini, terkadang harus meninggalkan anak didiknya demi usaha naik pangkat karena takut akan ketinggalan momentum dan didahului teman-temannya.

Tak habis di situ, meskipun semua perangkat pembelajaran, bimbingan penyuluhan, diklat kependidikan diikuti, dan bimbingan ekstrakurikuler dilakukan jika tidak sesuai dengan yang diharapkan Tim Penilai PAK tentu hasilnya tidak akan memuaskan.

Lalu, bagaimana sih, agar DUPAK dan Kenaikan Pangkat kita tidak terkendala? Karena alhamdulillah saya sudah mengusulkan penilaian angka kredit dari III b ke III c dengan mulus meski harus kerja keras di awalnya.

Saya ingin membagi tips sederhana, yang semoga saja bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan guru-guru di Indonesia pada khususnya.

Pertama, Penilaian angka kredit adalah tahapan penilaian prestasi kerja atau seperangkat kegiatan dalam kurun waktu 2 tahun masa pengabdian sebagai PNS (khususnya guru), dan 4 tahun bagi tenaga struktural. Sehingga semuanya akan berjalan dengan aman apabila semua kebutuhan dan kewajiban sebagai guru, terkait kewajibannya di kelas dan di sekolah sebagai institusi terpenuhi dengan baik. Dupak disusun sesuai dengan format terbaru tahun 2015 yang nantinya akan nge-link dengan pusat. Jadi semua terintegrasi sesuai dengan yang diperintahkan dan anjurkan agar usulan angka kredit tersebut bisa dihitung.

Melengkapi administrasi di kelas yang hakekatnya semua adalah kewajiban guru tatkala bertugas melayani anak didiknya.

Agar format pengisian tidak mengalami kesalahan, tentunya harus merujuk pada aturan yang tertuang dalam Permenpan No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di sana jelas dan gamblang tertuang beberapa aitem penilaian yang bisa usulkan oleh guru agar nilai angka kreditnya mencukupi.

Kedua, Memenuhi setiap item yang diharapkan, seperti aturan kenaikan pangkat dari IIIb ke III c harus minimal menyusun 1 Karya Tulis Ilmiah, membuat karya inovatif atau karya kreatif guru yang bisa digunakan di sekolah atau di kelasnya dan tentu saja jenis dan bentuknya ada yang sederhana atau yang rumit. Seperti membuat modul, bahan pembelajaran, atau membuat kumpulan cerpen dan puisi yang semuanya akan dihargai sebagai karya yang baik, dengan syarat semuanya harus orisinil dan bukan milik orang lain.

Ketiga, melakukan bimbingan karya tulis atau karya kreatif lain bagi guru yang belum mahir dalam pembuatan karya tulis tersebut. Terutama PTK yang sampai saat ini belum semuanya mampu menyusunnya lantaran latar belakang pendidikan guru-guru yang kurang mau menulis dan melakukan penelitian.

Keempat, Melakukan pendekatan kepada pejabat atasan langsung, tentu pendekatannya juga berkaitan permohonan arahan dan bimbingan dan bukan terkait materi lantaran jika kita melanggar aturan ini maka dampaknya bisa tidak baik bagi guru sendiri. Karena tidak sedikit guru yang berusaha main belakang dengan memberikan sejumlah uang yang penting PAKnya beres tanpa berpikir panjang jika ini diketahui oleh pejabat yang mengawasi sistem penilaian angka kredit tersebut.

Kelima, ini usaha yang terakhir yaitu tawakal dan doa, karena tak sedikit guru yang sudah membuat usulan dengan baik, melengkapi dengan aneka persyaratan dan kelengkapan berkas ternyata belum juga layak untuk dipromosikan kenaikan pangkatnya dengan alasan tertentu. Mudah-mudahan dengan tawakal dan doa, Tuhan membukakan pintu rahmatNya dan memberikan kelapangan dada tim penilai agar tak terlalu mempersulit usulan kita.

Namun, yang pasti tidak ada yang berjalan mulus dan tidak ada yang tanpa usaha, karena Tuhan pun memberikan ujian yang berat bagi hambaNya yang ingin mendapatkan kedudukan yang mulia di sisiNya apalagi bagi para guru yang ingin mendapatkan pangkat tertentu, tentunya harus dilalui dengan usaha yang tak mudah pula.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, meskipun membutuhkan tambahan saran dari guru-guru senior maupun pemangku kebijakan pendidikan tentunya. Jika terdapat kekurangan akan direvisi kembali. Kalau sekiranya sudah melakukan hal-hal di atas dan ternyata belum juga bisa lolos angka kreditnya tentu harus mengulang lagi dengan memperbaiki segala kekurangan dan berkonsultasi dengan pihak-pihak yang berwenang.

Salam
divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Rabu, 20 Mei 2015

Memperingati Harkitnas dengan Turut Membangun Pendidikan


Hasil gambar untuk paud ini berjuang dengan keringat dan keikhlasan gurunya
Hasil gambar untuk paud ini berjuang dengan keringat dan keikhlasan gurunya
Tanggal 20 Mei sebagaimana yang menjadi tradisi di negeri ini adalah diperingatinya momentum kebangkitan nasional, bangkitnya bangsa ini dari kebodohan dan hegemoni penjajahan.

Pada saat itu, lahirlah Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908 yang menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan. Dengan tujuan satu bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang merdeka dari jajahan bangsa lain dan meninggalkan predikat bangsa yang terpuruk lantaran lemahnya pendidikan bangsa ini dibandingkan dengan bangsa lain. sumber

Begitu pula apa yang terjadi di negeri ini, setiap momentum hari kebangkitan nasional, tetap saja di antara mereka saling mengisinya dengan aneka kegiatan. Ada yang bentuknya sekedar memperingatinya dengan upacara bendera, ada yang melakukan perlombaan agar makna kebangkitan itu benar-benar terpupuk dan terpatri dengan kuat dari para pesertanya, adapula yang justru melakukan unjuk rasa, demonstrasi menyuarakan aspirasi atas kondisi bangsa ini. lihat

Apapun itu, semua adalah bagian dari indahnya peringatan hari kebangkitan nasional yang selalu kita rayakan setiap tahunnya. Dan apapun bentuk dan karakter perayaannya  tentu saja sebagai manifestasi dari rasa nasionalisme anak-anak negeri ini.

Lalu, bagaimana dengan kami, apakah kami memiliki perayaan sendiri dalam memperingati hari kebangkitan nasional ini? Tentu saja ada, namun bukan merayakan dengan formalitas kegiatan, tapi bentuk kebangkitan semangat yang selalu saja diuji dengan aneka persoalan. Semangat untuk menjalani kehidupan ini dengan totalitas dan harapan yang tinggi akan kesuksesan. Tak perlu muluk-muluk apalagi menghambur-hamburkan uang. Karena kebangkitan itu sejatinya diawali dari diri sendiri yang senantiasa bersemangat dalam menempuh hidup dan kehidupan. Tak mudah menyerah meskipun gelombang ujian selalu menerpa. Dan tentu saja seperti apa yang telah kami lakukan, kami akan menjadi bagian negeri ini yang turut serta membangun generasi muda dengan pendidikan.

Seperti yang sudah saya rilis di kompasiana beberapa waktu lalu, bahwa tekat kami membangun lembaga pendidikan informal tak pernah padam. Meskipun sampai saat ini apa yang kami perjuangkan belum berhasil dengan gembilang tapi, di hari kebangkitan ini, semangat yang sempat terpuruk, kami coba untuk bangkitkan lagi dan menyirami semangat diri kami untuk membangun dan menggiatkan lembaga pendidikan yang telah kami dirikan.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Azkiya), meskipun telah tujuh tahun berlalu, ternyata belum tersentuh oleh perhatian pemerintah. Kami sadar, bahwa masih banyak sekolah-sekolah-sekolah yang juga merasakan nasib yang sama. Berdiri dengan pijakan kaki sendiri dan membangunnya dengan keringat dan semangat sendiri. Berusaha menjadi bagian kecil yang akan bermanfaat bagi bangsa ini. Meskipun dengan kemampuan yang apa adanya, tak pernah menyurutkan langkah kaki kami untuk mendidik anak-anak desa yang miskin dari pendidikan untuk bisa menjadi anak-anak yang sama dengan anak-anak lainnya.

Meskipun tidak pernah tersentuh perhatian pemerintah, kami pun selalu bersyukur, bahwa semangat memperingati momentum kebangkitan nasional hakekatnya seperti yang kami lakukan. Dari yang kecil dan menyentuh persoalan yang dianggap sepele (kecil) meskipun dampaknya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang akan memajukan bangsa ini dengan pendidikan.

Kami tak perlu lagi berteriak-teriak untuk diperhatikan, lantaran memang butuh sense of belonging agar bisa mencintai pendidikan dan dunia pendidikan yang melingkupinya. Tak hanya kami, masyarakat di lingkungan, pemerintah daerah maupun presiden sekalipun tak akan berguna apabila semangat berjuang tidak dimulai dari niat yang tulus dan keikhlasan.

Meskipun bermodalkan keringat saja, mudah-mudahan sekolah kami tak berakhir tragis karena harus dibubarkan. Lantaran belum juga memiliki gedung yang megah dan dengan jumlah siswa ribuan.
Tapi kami yakin, dengan usaha dan kerja keras ini, akan menjadi pondasi awal pendidikan anak-anak yang terbelakang secara ekonomi menjadi salah satu bagian generasi Indonesia yang siap bersaing untuk menjadi bagian penting pembangunan nasional.

Hari Kebangkitan Nasional bukanlah saatnya untuk mengeluh dan meratapi nasib, tapi bangkitnya mental-mental lemah yang tak berdaya akan keadaan menjadi mental-mental yang kokoh dan mengisi kemerdekaan ini dengan semangat kemajuan bagi negeri ini.  Baik dengan cara apapun yang penting positif akan memberikan dampak yang positif pula bagi bangsa ini.

Salam

Gambar : doc. pribadi
Blog kami  https://paudazkiyalampungtengahblog.wordpress.com

PAUD Ini Berjuang dengan Keringat dan Keikhlasan Gurunya


divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Senin, 04 Mei 2015

Tanya Jawab Seputar Verval NRG di Padamu Negeri 2015

Hasil gambar untuk padamu NEGERI


 

 

TANYA JAWAB TERKAIT VERVAL NRG DI PADAMU NEGERI 2015


1. Bagaimana tata kelola NRG selama ini?

Sesuai Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4 bahwa Sertifikat Pendidik sah berlaku untuk melaksanakan tugas sebagai Guru setelah mendapat Nomor Registrasi Guru (NRG). NRG dikelola dan diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik) BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak tahun 2007 sampai saat ini. Sehingga bila ada NRG yang tidak sesuai dengan arsip database NRG dari Pusbangprodik maka dinyatakan tidak valid. 


2. Apa tujuan dari VerVal NRG di Padamu Negeri?

Ada 2 (dua) tujuan dari VerVal NRG, yaitu: 

Pertama, untuk memverifikasi dan memvalidasi ulang bagi setiap Guru yang telah memiliki Sertifikasi Pendidik dan NRG yang diterbitkan oleh Pusbangprodik BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak 2007 s/d 2014 agar lebih tertib, terjamin validitas/keabsahannya dan terpantau rekam jejak pemilik NRG tersebut.

Kedua, Untuk menerbitkan NRG baru bagi pemilik Sertifikasi Pendidik namun belum memiliki NRG yang diterbitkan resmi oleh Pusbanprodik baik pada pola sertifikasi PSPL atau Portofolio atau PLPG atau PPG selama periode 2007 - 2014 kelulusan sertifikasinya. 



3. Bagaimana mekanisme VerVal NRG di Padamu Negeri?

Padamu Negeri menggunakan Arsip Database NRG milik Pusbangprodik yang tersimpan sejak 2007 s.d 2014. Ada 1.8 juta data NRG yang terekam di Arsip Database NRG milik Pusbangprodik sampai saat ini. Dari 1.8 juta data arsip NRG tersebut telah direkonsiliasi dengan data akun PTK di Padamu Negeri. Oleh karena itu pada proses VerVal NRG mensyaratkan akun PTK di Padamu Negeri minimal bintang 4 ungi dan akan terbagi menjadi 3 (tiga) jenis perlakuan, antara lain:

A. Otomasi Pemberian NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik telah sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem Padamu Negeri langsung memberikan info NRG PTK tersebut secara otomatis. Selanjutnya PTK melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b2 sebagai tanda bukti ajuan pengesahan ke Admin Dinas/Mapenda (S26c2).


B. Klaim NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik belum sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem meminta PTK memasukkan data NRGnya secara manual untuk dicarikan ke database arsip NRG dari Pusbangprodik. 

B.1 Apabila hasil pencairan dari data arsip NRG telah sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan proses klaim kepemilikan NRG tersebut dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b3 sebagai bukti ajuan klaim melalui Admin Dinas/Mapenda (S26c3). Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda ini secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui klaim NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d3.

B.2. Apabila hasil pencarian dari data arsip NRG tidak ditemukan atau tidak sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan prosedur Ajuan NRG Baru (S26a). 


C. Ajuan NRG Baru
Ajuan NRG baru dapat dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:

C.1. PTK telah memiliki sertifikasi dari LPTK namun belum memiliki NRG. 

C.2. PTK telah memiliki NRG namun tidak diketemukan saat proses pencarian dari proses klaim sebagaimana dijelaskan di poin B.

PTK memproses ajuan NRG baru dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya kemudian cetak bukti ajuan NRG baru (S26a). Surat Ajuan S26a tersebut diserahkan ke Admin Dinas/Mapenda untuk diverifiksi dan divalidasi dengan cetak bukti S26c1. Selanjutnya ajuan NRG baru tersebut otomatis akan tampil di dasabor Admin Pusbangprodik untuk diproses penerbitan NRG baru (S26d1).


D. Laporan Kesalahan/Sengketa NRG
Bila PTK melakukan proses VerVal NRG kemudian terdeteksi bahwa NRGnya telah divalidasi/diklaim oleh PTK lainnya atau dinilai ada kesalahan data yang tidak sesuai dengan arsip NRG Pusbangproik.  Maka PTK bersangkutan dapat melakukan prosedur Laporan Kesalahan/Sengketa NRG dengan mencetak S26b4 sebagai bukti ajuan laporan kesalahan/sengketa NRG untuk diserahkan kepada Admn Dinas/Mapenda. Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda (S26c4) secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui Lap;oran Kesalahan/Sengketa NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d4. Adapun kesalahan akan diperbaiki atau pihak yang disengketakan otomatis akan dibatalkan status kepemilikan NRGnya oleh sistem dan dinotifikasi pada dasbor PTK tersebut.

4. Bagaimana bila PTK menyatakan telah memiliki NRG (termasuk telah menerima tunjangan profesi berdasarkan NRG tersebut) namun tidak diketemukan saat VerVal NRG di Padamu Negeri atau ternyata NRG tersebut milik orang lain?

Tentunya sebagaimana dijelaskan pada poin 1 bahwa penerbit resmi NRG adalah Pusbangprodik. Sehingga bila tidak ditemukan NRG dimaksud atau tidak sesuai kepemilikannya pada arsip database NRG Pusbangprodik maka NRG tersebut dinyatakan tidak valid/tidak sah meskipun mungkin NRG tersebut telah digunakan sebagai dasar penerimaan tunjangan profesi. 


5. Bagaimana bila PTK yang telah memiliki sertifikasi dan NRG namun tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri?

Sebagaimana dijelaskan pada poin 2 (Tujuan VerVal NRG) serta berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4, maka apabila PTK pemilik sertifikasi dan NRG tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri hingga batas 30 Juni 2015 maka NRGnya dinyatakan tidak valid/tidak sah. 


6. Apabila PTK telah memiliki NRG lama namun tidak sesuai saat VerVal NRG sehingga yang bersangkutan mengajukan NRG baru dan mendapatkan NRG baru. Bagaimana dampaknya terhadap tunjangan yang telah diterima berbasiskan NRG lama selama ini?

NRG tidak bisa dipisahkan dengan NUPTK, karenya syarat NRG adalah harus memiliki NUPTK terlebih dahulu. Sehingga bila kasus tersebut terjadi maka setelah 30 Juni 2015 nanti, Pusbangprodik akan melakukan prosedur rekonsilisasi data NRG-NUPTK dengan unit pengelola tunjangan terkait baik di Kemdikbud maupun di Kemenag. 


7. Bagaimana memilih pola sertifikasi dan kode mapel yang sesuai saat melengkapi data VerVal NRG di Padamu Negeri?

a. Apabila akun PTK telah memiliki NUPTK dan lulus sertifikasi periode 2007 - 2014 dengan TMT Awal sebagai Guru < 2006 maka pilih pola sertifikasi PSPL/PF/PLPG. Selain itu pilih pola PPG yang sesuai jalurnya. 

b. Kode Mapel Sertifikasi yang tersedia ada 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:
   - Pilih kode mapel [2007-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2007 - 2008
   - Pilih kode mapel [2009-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2009 - 2014
   - Pilih kode mapel [2015-xxx] bila tidak ditemukan di kode mapel [2009-xxx]


Minggu, 03 Mei 2015

Ajarkan (Anti) Korupsi dari dalam Rumah


Korupsi lagi, korupsi lagi. Apa sih tulisan yang menarik selain bertemakan korupsi. Tentu, korupsi menjadi sensitive problem bagi bangsa ini. Selain itu, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang terbilang cukup memuakkan bagi semua kalangan. Karena kejahatan ini sangat mengerikan jika tidak diputus mata rantainya.

Penulis menilai, kejahatan korupsi sama kejamnya dengan kejamnya dengan para pengedar narkoba yang telah dihukum mati. Maka amat pantas, jika pelaku kejahatan ini juga dihukumi yang sama. Tujuannya diharapkan secara perlahan tidak ada lagi "niat" untuk mengambil uang yang bukan haknya lantaran kerasnya sanksi yang diberikan.

Tapi, benarkah korupsi cukup dibahas di pertemuan-pertemuan ilmiah atau di lembaga pendidikan semata? Kayaknya sih tidak. Lantaran kejahatan korupsi diawali dari kebiasaan di dalam rumah dan di lingkungan sekolah. Contoh, jika orang tua korupsi waktu dengan anak-anaknya, atau sebaliknya anak yang sering korupsi waktu dengan orang tuanya, itu sudah menjadi bibit pembiasaan korupsi di dalam rumah. Itu baru korupsi waktu.

Belum lagi terkait uang belanja, jika istri atau suami yang jujur maka tidak ada hasrat dan niat untuk korupsi uang belanja, misalnya uang yang semestinya untuk membeli kebutuhan sekolah, eee malah digunakan untuk jalan-jalan ke mall. Hal ini tentu saja sudah berdampak kurang baik bagi pendidikan "kejujuran" di dalam rumah tangga.

Hasil gambar untuk paud ini berjuang dengan keringat dan keikhlasan gurunya
Begitu pula di institusi pendidikan, jika sang murid terbiasa mencontek, atau mengambil barang milik temannya tanpa teguran dan didikan dari gurunya, tentulah kejahatan kecil di sekolah ini menjadi akar persoalan yang besar di kemudian hari. Anak-anak sekolah mestinya dilatih dengan "tegas" tentang kejujuran. Kalau mencuri itu salah ya tetaplah salah dan harus mengakui kesalahannya. Kalau mencontek itu salah, ya harus mengakui dan tidak melakukannya untuk kedua kalinya. Jika itu dilakukan berulang kali mesti ada hukuman (sanksi) yang tegas dari sekolah atau gurunya.

Selain hukuman di sekolah, pengalaman saya diwaktu kecil orang tua sangat tegas terkait larangan untuk mengambil hak orang lain. Meski itu milik orang tuanya sendiri.

Suatu ketika, tiga puluh tahun yang lampau, saya mengambil uang 100 rupiah di atas pintu, dan saya belikan sebungkus kerupuk. Pada waktu itu kerupuk bisa dibeli hanya dengan uang 100 rupiah. Uang yang saat ini tidak laku jaman dulu sudah bisa dibelikan kerupuk. Saya dihukum dengan keras, telinga saya dijewer dan memperingatkan agar saya tidak melakukannya lagi.

Menjewer anak memang bukan pendidikan yang baik, tapi bentuk ketegasan orang tua bahwa perbuatan itu dilarang, meskipun uang yang diambil adalah milik orang tuanya. Begitu pula jika saya membawa sandal milik teman, maka tak segan-segan orang tua memarahi saya dan memerintahkan untuk mengembalikan kepada pemiliknya.

Pola ketegasan dalam rumah tangga ini akan menjadi bibit yang baik bagi penciptaan generasi muda yang jujur. Jujur tidak bisa dibentuk dengan instant tapi membutuhkan usaha yang maksimal dan optimal agar pencapaiannya sukses. Meski sebaik apapun manusia tidak ada yang benar-benar jujur lantaran terbatasi oleh kelemahan manusia yang mudah tergoda oleh hawa nafsu serakah.

Paling tidak, dimulai dari saat ini, anak-anak diajarkan untuk tidak mengambil yang bukan haknya. Semua mesti ijin dulu atau diperoleh dengan cara yang hak. Mendapatkan sesuatu dengan usaha akan lebih baik dari pada meminta. Namun meminta dengan jujur akan lebih baik jika harus mencuri.
Mencuri sekecil apapun akan berdampak pada efek yang lebih besar di kemudian hari. Mencuri uang 100 rupiah, menjadi pelajaran yang buruk di kemudian hari yang boleh jadi akan menjadi 100 juta atau 100 milyar.

Nilai uangnya memang kecil, tapi dampaknya amat buruk bagi perkembangan kepribadian anak.
Keluarga adalah pondasi utama pendidikan masyarakat selanjutnya. Tanpa dasar pendidikan dari keluarga yang baik, jangan berharap pendidikan di sekolah akan sukses. Mungkin di sekolah menyembunyikan kebohongan dengan mencontek, tapi lambat laun kebiasaan ini menjadi buruk bagi pertumbuhan generasi selanjutnya.

Coba saja Anda saat ini suka mencontek waktu ujian, pastilah akan sungkan dan malu jika harus mengingatkan anak muridnya untuk tidak mencontek bukan? Atau Anda akan sungkan atau malu jika mengatakan "nak jangan mencuri ya nak! tapi kita sudah terbiasa dengan mencuri uang rakyat.

Salam penuh damai
divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Ternyata Program Indonesia Mengajar Belum Semua Paham

1430572659537581804




Mereka adalah sarjana-sarjana terbaik dari berbagai penjuru tanah air. Mereka terpanggil untuk menjadi Pengajar Muda: ikut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui langkah nyata di bidang pendidikan. Menjadi Pengajar Muda bukanlah pengorbanan. Ini adalah kesempatan sekaligus kehormatan besar untuk mengenal bangsa Indonesia secara langsung dan utuh. Selama setahun di daerah penempatan, mereka mengajar, berinteraksi dan membagi inspirasi. (Indonesiamengajar.org)





Program Indonesia mengajar ternyata sejauh ini masih belum sepenuhnya dipahami. Padahal pesan yang dititipkan Menteri Pendidikan adalah setiap lulusan perguruan tinggi yang fresh graduated agar menjalankan misi suci. Misi mengamalkan ilmu pengetahuannya kepada negara. Berjuang mendidik anak bangsa di daerah-daerah terpencil yang selama ini kurang tersentuh tangan-tangan profesional muda.

Program mulia yang digagas tahun 1990 ini pun sampai saat ini sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak lulusan perguruan tinggi yang bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil demi mengangkat derajat pendidikan masyarakat daerah tersebut dan selanjutkan turut membantu kemajuan daerahnya seperti daerah-daerah lainnya.

Tapi sayang, ternyata program Indonesia Mengajar ini belum sepenuhnya dipahami oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tingg. Kog tahu kalau program Indonesia mengajar ini belum dipahami sebagian mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi?

Tepatnya sepekan yang lalu, tatkala saya lagi berurusan dengan legalisir ijazah, saya mencoba bertanya basa-basi apa yang akan dilakukan pasca kelulusan ini. Ternyata responnya negatif. Mereka justru kurang begitu tertarik untuk membahas program setelah lulus kuliah. Ditambah lagi setelah saya menyinggung program Indonesia Mengajar, ternyata mereka pun kurang respek.

Ternyata setelah saya selidik, kurang responnya dengan program Indonesia mengajar lantaran setiap orang yang berhasil lulus rekruitmen tak menjamin menjadi pegawai negeri. Alasan klasik yang selalu menuntut jabatan meskipun pekerjaan belum dilalui. Selain karena kurang responnya terkait program Menteri Pendidikan tersebut, menurut keterangan sarjana ini karena orang tua tidak memberikan izin jika harus meninggalkan orang tua dan hidup di daerah terpencil.

Selain mereka kurang tertarik program Indonesia mengajar, ternyata orang tua justru tidak memberikan kesempatan bagi anaknya untuk menikmati masa-masa pencarian pekerjaan dengan ikut terlibat dalam program pemerintah tersebut.

Tentu saja, jika paradigma mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi ini masih cetek, dan menganggap bahwa mengabdi pada pemerintah adalah pekerjaan yang sia-sia, hakekatnya fakta ini sangat memprihatinkan. Bolehlah jika persoalannya karena mereka adalah kaum wanita yang mungkin saja ada kekhawatiran tatkala di perantauan. Meskipun hal ini tak beralasan, lantaran siapa saja yang mengikuti program ini sejatinya sudah dijamin oleh pemerintah. Apalagi pemerintah memandang para lulusan ini sudah mampu dan siap menjadi para pendidik di daerah pedalaman dan perbatasan.

Mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, selain kurang memahami program pemerintah ini ternyata mereka masih memikirkan bagaimana statusnya kemudian ketika mereka benar-benar mengikuti program ini. Padahal semestinya mumpung masih muda dan belum tersita waktunya dengan urusan keluarga, mending ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa itu. Tetnu semuanya diawali dengan niat beribadah, mengabdi dan mengamalkan ilmu. Selain mengamalkan ilmu tentu saja sebagai pengalaman yang sangat luar biasa karena bisa mengenal masyarakat yang berada di wilayah perbatasan atau wilayah yang jauh dari perkotaan.

Kebijakan Indonesia mengajar mempersiapkan tenaga pendidik yang tangguh

Sudah menjadi maklum, bahwa kesempatan menjadi guru memang saat ini sudah semakin sulit. Apalagi semenjak lahirnya Undang-undang Aparatur Negara menjadikan kesempatan buat guru honorer semakin tertutup. Lantaran ketersediaan guru honorer sudah terlalu banyak. Ditambah lagi para guru honorer yang sudah mengabdi lama akan diangkat oleh pemerintah melalui jalur guru kontrak atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Namun demikian, meskipun program pengangkatan guru honorer dilakukan dengan cara dikontrak pemerintah, tidak secara otomatis dapat menyelesaikan persoalan honorer yang sampai saat ini masih berjibun di lembaga pendidikan kita.

Bagaimana ini? Apakah tidak ada jalan lain?

Sesuai dengan program Indonesia mengajar ini, tentu paling tidak akan merekrut tenaga-tenaga profesional muda yang siap menjalankan profesinya sebagai pengajar relawan di daerah terpencil. Lantaran selama ini keberadaan guru di daerah terpencil masih jauh dari kesan tercukupi. Lantaran tidak semua pegawai negeri mau dimutasi ke wilayah-wilayah yang terpencil. Tentu persoalannya mereka lebih memilih daerah-daerah yang mudah dilalui oleh kendaraan umum maupun pribadi. Selain itu ketersediaan sarana pemenuhan kebutuhan pribadi pun masih jauh dari pantas.

Sehingga amat wajar jika amat sulit mencari pegawai baru yang mau menjadi pegawai tetap dan siap menetap di daerah yang terpencil tersebut.

Nah, dengan pertimbangan sulitnya melakukan rekruitmen tenaga guru dari kalangan pegawai baru maupun lama, maka program Indonesia mengajar ini adalah peluang pemerintah dan lulusan perguruan tinggi yang masih fresh graduated agar bisa tertantang dan mau berjuang di daerah yang benar-benar membutuhkan. Harapannya semua lulusan yang memang potensial diharapkan bisa membangun daerah terpencil dengan semangat pengabdian dan keilmuan yang mantap demi memajukan daerah sasaran program.

Hanya calon pendidik yang tangguhlah yang siap menjadi guru di daerah pedalaman

Sulitnya medan juang dan keterbatasan infrastruktur cukup menjadi tantangan yang berat bagi yang memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Tapi akan menjadi pengalaman berharga apabila calon-calon rekrutment benar-benar siap ditempatkan di daerah pedalaman. Paling tidak yang bersedia berjuang di daerah terpencil adalah sosok pendidik yang bermental baja. Mereka  masih muda, dan masih memiliki kesempatan untuk bergerak dan berkiprah dalam pemberantasan buta huruf. Berjuang dalam usaha membuat melek pendidikan bagi masyarakat daerah pedalaman.

Program ini tentulah bukan program yang mudah, tapi juga bukan menjadi persoalan yang sangat sulit. Lantaran saat ini wilayah Indonesia sudah mulai bertumbuh dan berkembang seiring kemajuan jaman yang menuntut warganya semakin menggeliat demi kemajuan daerahnya.

Gambar : Wilayah penempatan program Indonesia mengajar
Gambar : Wilayah penempatan program Indonesia mengajar

divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!