Kamis, 11 Juni 2015

Film Keluarga Cemara, Cermin Kesederhanaan



Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Selamat pagi emak, selamat pagi abah. Mentari ini berseri indah. Terima kasih emak, terima kasih abah Penuh hati berkata dari kami putra putri yang siap berbakti.
 
Lirik Lagu Keluarga Cemara

Masih ingat sewaktu usia masih tingkat SLTP,  di putarlah film nasional yang sampai saat ini tidak dapat dilupakan karena penuh dengan inspirasi positif. Film yang mengisahkan tentang kesederhanaan sebuah keluarga, orang tua dan anak-anak yang bergumul dalam komunikasi yang banyak arah, di bumbui adab dari masing-masing lakon sepertinya tidak dapat dilupakan. Karena film tersebut selain mencerminkan keluarga Indonesia yang utuh, juga menampilkan pola keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang tercermin dalam bertutur kata antara anggota keluarganya.

Film Keluarga Cemara diproduksi sekitar tahun 1990 an oleh Atmo Production dan mulai di putar pertama kali oleh stasiun RCTI pada tahun 1996 oleh Atmo Production. Film ini merupakan film yang diangkat dari kisah dalam buku Keluarga Cemara karangan Arswendo Atmowiloto dengan para pemain di antaranya Novia kolopaking, Lia Waroka, Adi Kurdi, Anneke Putri serta pemain-pemain lain yang ikut membantu terselesainya film yang bergenre keluarga tersebut. Film tersebut mengisahkan bagaimana peran seorang ayah Abah yang sangat perhatian kepada keluarganya, sabar dan bertanggung jawab, sosok ibu Ema yang menjadi panutan bagi anak-anaknya serta anak-anak yang amat patuh dan rukun serta mencintai keluarganya.

Apa sebenarnya yang menarik dari film tersebut sehingga pantas untuk menjadi rujukan film-film saat ini?

Film yang pernah jaya pada masanya ternyata dapat menginspirasi banyak keluarga agar kehidupan mereka selalu mencerminkan kehidupan yang apa adanya. Tanpa unsur glamour, tanpa menunjukkan kemewahan yang seakan-akan nyata, serta orang tua yang senantiasa perhatian kepada anaknya. Sebaliknya anak-anak yang hormat, patuh dan mencintai orang tuanya sehingga terwujudlah keluarga yang menjadi idam-idaman semua orang.

Dalam alur cerita menunjukkan bahwa hakekatnya keluarga adalah segalanya seperti ungkapan rumahku adalah surgaku karena kehidupan berjalan apa adanya, masing-masing anggota saling mencintai dan mengasihi sehingga tidak ada percekcokan panjang yang dapat berakibat fatal. Karena semua konflik dapat diselesaikan dengan cara kepala dingin dan kekeluargaan.

Jika melihat fenomena keluarga modern saat ini, di mana kehidupan glamour menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga era kekinian, dengan seabrek konflik dan pertentangan di dalamnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat kota. Bahkan sesuatu yang semestinya menjadi aib dalam sebuah keluarga justru dipertontonkan dengan sangat gamblang tanpa memandang siapa penontonnya dan bagaimana pengaruh yang akan ditimbulkan jika film denga format keluarga "acak-acakan" tersebut menjadi tontonan sehari-hari. Maka yang terjadi adalah anak-anak "bau kencur" yang tidak mengenal sama sekali konsep sebuah film yang akan menjadi korban.

Ini terlihat, semenjak bebasnya televisi menyiarkan film, sinetron yang "kurang mendidik" yang muncul adalah anak-anak seakan-akan bebas dalam bergaul, kekerasan antar remaja di mana-mana serta konflik keluarga yang berujung pada perceraian. Anak berani kepada orang tuanya, dan orang tua yang tega meninggalkan anak-anaknya demi sebuah kepuasan duniawi semata.

Jika melihat fenomena tersebut sepertinya para seniman perfilman seperti dibutuhkan kembali peran mereka untuk memproduksi film atau sinetron yang mencerminkan kehidupan yang diidam-idamkan setiap orang film yang menjadi suguhan bagi segala umur, mendidik dan tidak terkesan mengada-ada serta mencerminkan kehidupan yang sederhana.



Salam



Sabtu, 06 Juni 2015

(Catatanku) Perjalanan Panjang Bersama Anak-anak ABK



Beberapa tahun silam, saat itu usiaku masih belasan tahun, karena aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya sering diajak silaturrahmi oleh Bapak ke tetangga-tetanggaku. Bapak tak memilih-milih teman bermain lantaran bagi beliau semua orang adalah saudara, meskipun kadang berbeda latar belakangnya.

Tak hanya perbedaan latar belakangnya, karena faktor fisik pun tak menghalangi bapak untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang yang berbeda kondisi fisiknya sekalipun.

Kebetulan di suatu waktu, bapak mengajakku bermain di salah satu tempat kursus (balai latihan kerja) bagi para penyandang disabilitas (difable). Rerata mereka memiliki fisik yang kurang sempurna. Lebih tepatnya menurut para ahli kelemahan fisik tersebut dinamakan tuna daksa. Yaitu salah satu jenis kelemahan dan kekurangan yang ditandai tidak sempurna dan kurang ata tidak sama sekali berfungsi salah satu atau sebagian dari fisiknya. Misalnya kaki, tangan, atau seluruh tubuhnya misalnya. Yang jelas tuna daksa memiliki kelemahan secara fisik. Walaupun adapula yang menyatakan bahwa tuna daksa tidak semata-mata kelemahan fisik semata tapi saraf motoriknya yang juga terganggu.

Apapun itu, yang pasti mereka yang memiliki kelemahan fisik itu, saya melihatnya justru begitu sempurna. Mereka bisa melakukan pekerjaan orang-orang pintar kebanyakan tanpa dibantu. Jangankan orang lain, saya sendiri kayaknya tidak bisa melakukan pekerjaan mereka.

Apa sih pekerjaan dan aktifitas mereka?

Para penyandang difable tersebut ternyata memiliki kemampuan tekhnik elektro yang baik. Saya kurang paham awal mula mereka diajarkan tentang bagaimana memperbaiki alat-alat elektronik tersebut. Nyatanya radio yang diberikan bapak untuk diperbaiki ternyata bisa digunakan lagi.

Tak hanya radio, televisi dan beberapa alat elektronik lain begitu mudahnya diotak-atik dan kemudian diservis lagi agar bisa menyala dan digunakan oleh pemiliknya. Dalam hati saya salut dan tertarik untuk mengenal mereka lebih dekat. Meskipun saat itu usiaku benar-benar masih bau kencur.
Saya tidak sungkan, malu atau merasa jijik, lantaran menurut Bapak (kala kecil saya sering mendapatkan nasihat) semua orang mesti dihormati dan dihargai lantaran mereka sama-sama mahluk Tuhan. Meskipun tak banyak yang mau mendekati orang-orang yang berkebutuhan khusus tersebut. Tapi bagi saya semua adalah kekurangan sekaligus kelebihan yang diberikan Tuhan kepada semua hamba-hambaNya.

Setelah perkenalan saya beberapa waktu lalu yang sampai saat ini masih saja tersimpan di memory saya, meskipun saat ini BLK (tempat kursus) tersebut sudah raib entah kemana, ternyata rasa penasaranku terjawab sudah tatkala beberapa tahun yang silam pula aku diperkenalkan oleh tetangga desaku terkait sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Padahal awalnya saya honor di sebuah sekolah dasar yang notabene siswa-siswinya memiliki kecerdasan yang baik dan banyak menorehkan prestasi di tingkat kabupaten.

Terlepas dari latar belakang saya yang pernah honor di SD Negeri, perkenalan saya dengan SLB pun tak diduga dan direncanakan sebelumnya. Seperti apa yang saya sampaikan di muka, bahwa segalanya mengalir begitu cepat, tak dinyana dan diduga ternyata Allah mempertemukanku dengan anak-anak bangsa yang memiliki kelemahan fisik maupun psikis. Anak-anak yang tak semua orang mau mendidik mereka. Bahkan ada yang sama sekali tidak mau menyentuh anak-anak ini lantaran merasa jijik.
Alhamdulillah, karena saya pernah mengenal mereka bertahun-tahun silam, ternyata sampai saat ini membawaku betah mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus di SLBN Metro sebagai institusi yang saat ini menaungiku.
____________

Kembali kepada judul artikel ini, kenapa saya membahas tentang latar belakang guru non PLB kog mau-maunya menjadi guru SLB? Gak salah jalur tuh mas? Apakah Anda gak merasa tersesat dan sulit beradaptasi?

Pertanyaan demi pertanyaan tersebut memang sering saya dapatkan. Bahkan sampai saat ini pertanyaan itu masih saja menggelayut dalam benak saya. Kog bisa-bisanya saya yang lulusan agama justru menjadi guru SLB?

Awalnya saya sempat tak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi, setelah saya renungi dan rasakan lagi ada rahasia dan hikmah apa yang sebenarnya diberikan Allah padaku, ternyata semua karena Allah ingin memberikan kesempatan padaku mendapatkan ilmu, pengalaman serta pahala yang berlimpah tatkala mau benar-benar mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.

Bagaimana mungkin guru yang biasanya mencari jalan aman dan nyaman, kog bisa-bisanya mau mengajar dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus yang notabene penuh kekurangan? Entah kekurangan fisik maupun psikis.

Tapi sekali lagi, ini adalah rahasia Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang menitipkan anak-anak istimewa ini kepada saya supaya saya mau mendidiknya dengan sepenuh hati. Meskipun tak mudah memang mendidik dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus.

Dan bukan bermaksud pencitraan, karena apalah artinya pamer prestasi jika faktanya nol besar. Apalagi yang berkaitan dengan pekerjaan yang seringkali dianggap remeh, meskipun amat berat. Ialah guru sekolah luar biasa. Guru yang sehari-harinya dihadapkan dengan anak-anak yang mempunyai kelebihan atau kekurangan di sana-sini. Tapi semangat tak akan pernah padam demi membangkitkan semangat untuk maju, berkembang dan mandiri. Guru bagi anak-anak disabilitas, di satu sisi dilecehkan dengan predikat bermacam-macam, kadang mereka menduga mendidik anak penuh kekurangan dianggap sepele, seperti misalnya ucapan heleh cuman ngajar SLB aja....!?, atau Lah murid cuma enam apa susahnya, Pak? Saya hanya bisa menggeleng-geleng kenapa ada saja yang begitu naif dan sinisnya para komentator berkomentar sinis tersebut.

Meskipun di antara mereka yang melecehkan dan sinis, adapula yang menaruh penghargaan yang tinggi kepada para guru-guru yang juga luar biasa ini. Meskipun di antara mereka yang peduli pun hanya sebagian saja yang mau peduli akan nasib guru-guru bagi anak-anak disabilitas.
Tidak hanya faktor lingkungan, dalam dunia kedinasan pun kadangkala cemoohan dan sikap merendahkan seringkali terlontar dari para penyelenggara negara. Seakan-akan mereka tahu bagaimana sulitnya mendidik anak-anak yang penuh dengan kekurangan. Jangankan pernah menyentuh, berusaha memahami kekurangan merekapun acap kali sulit dilakukan.

Yang pasti, mendidik anak-anak ABK tak hanya berbekal kepandaian semata, tapi kesabaran, keteguhan, ketelatenan, kesabaran dan tentu muka tembok, lantaran tak semua orang menghargai guru-guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dan alhamdulillah dengan kesabaran dalam mendidik dan melatih mereka, sedikit demi sedikit kebiasaan yang kurang baik dari anak-anak ini bisa diatasi. Bermacam-macam keterampilan juga dapat saya berikan meskipun tak seratus persen selayaknya anak-anak pada umumnya. Dan alhamdulillah juga sudah beberapa kali anak-anak yang saya bimbing mampu tembus juara lomba dan bisa naik podim yaitu bidang sains IPA, Fisika dan Puisi dengan perolehan tropi juara 1 sd 2 dan mengantarkan siswa saya bisa berangkat  ke tingkat nasional.

Semoga tulisan ini bisa menjadi penyemangat bagi guru-guru dan alumnus pendidikan keguruan agar tak rendah hati ketika harus berhadapan dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Karena mereka ibarat mutiara yang butuh dimengerti dan dipahami agar kelak mereka menjadi anak-anak yang berguna bagi nusa, bangsa dan negara serta agama. Mandiri secara sosial maupun finansial dengan bekerja sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki.

Salam

Metro, 03.06.2015 (02:58am)

divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Mengintip Film Rio, Perjalanan Penyelamatan Satwa Langka

Screenshot film Rio


Sebulan yang lalu, tepatnya 4 Mei 2015 kepolisian berhasil meringkus dan mengamankan Mulyono karena kedapatan menyelundupkan 21 ekor burung kakaktua jambul kuning asal Tual, Maluku Tenggara. Burung yang dikategorikan burung langka itu ternyata sengaja digelapkan ke Surabaya demi mendapatkan untung besar.

Pria asal Rembang, Jawa Tengah ini cara melakukan aksinya tersebut cukup keji, karena ia memasukkan beberapa burung tersebut ke dalam botol minuman. Terang saja, dari seluruh burung yang hendak diselundupkan, ada sekitar 11 ekor yang mati. (newsdetik.com)

Apa yang dilakukan Mulyono dan pelaku-pelaku lain hakekatnya telah merusak citra Indonesia yang tercatat sebagai negara yang konsisten menjaga satwa dilindungi. Oleh karena itu sepatutnya ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab ini mendapatkan sanksi yang tegas dan berat demi menjaga keberadaan hewan langka ini.

Terlepas dari sederet kasus penyelundupan burung tersebut, saya ikut merasakan betapa keberadaan satwa liar semestinya dijaga keberadaannya. Satwa yang seharusnya bisa menikmati kebebasan hidup dan berkembang ternyata harus diregut oleh tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Coba sedikit saja kita mengintip Film Animasi dengan judul Rio. Film Amerika yang diproduksi oleh Blue Sky Studios ini disutradari oleh Carlos Saldanha. Film yang mengisahkan perjalanan dua ekor burung langka dalam menemukan rumah tinggalnya yang bebas di tengah arus penyelundupan hewan langka yang cukup mencengangkan.

Film yang cukup menyita perhatian saya sekaligus penonton ini mengisahkan perjalanan seekor burung Blue Macau kecil yang hampir punah karena beberapa burung lain juga telah ditangkap dan diselundupkan oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Di sebuah kota bersalju Minessota, Blue yang diperankan oleh Jesse Eisenberg ternyata menemukan perawat sekaligus teman terbaiknya yang telah merawatnya dengan rasa cinta. Ialah Linda kecil yang diperankan oleh Sofia Scarda Saldanha yang ternyata mampu menjaga keberadaan Blue hingga bertahun-tahun lamanya hingga Blue kecil menjadi dewasa. Begitu pula Linda kecil pun tumbuh menjadi Linda dewasa yang begitu perhatian terhadapnya. Linda Dewasa pun tetap merawat Blue meskipun Blue hanya seekor burung ternyata kedekatan mereka seperti keluarga. Dan dampaknya, karena terlalu lama Linda merawat Blue, seekor burung yang semestinya bisa terbang, ternyata hanya bisa menggunakan dua buah kakinya untuk bergerak. Bagi Blue, Linda ibarat malaikat penyelamat yang telah melindunginya serta menjaganya hingga dewasa.

Setelah beberapa tahun lamanya mereka berdua tinggal bersama sambil mengurus toko bukunya, datanglah seorang ahli konservasi satwa  (dokter hewan) dari Rio de Jeneiro, Brazil, ia mencari sosok burung langka yang ingin dikembangkan lagi karena burung biru tersebut mendekati kepunahan. Dan karena kebetulan ia sudah memiliki burung kakak tua biru yang sudah dahulu ia rawat.

Dan setelah melalui percakapan dan rayuan yang alot, akhirnya permintaan sang dokter hewan tersebut  dipenuhi dengan membawa serta Linda menuju ke rumah konservasi yang dijanjikan akan menjadi tempat merawat dan membudidayakan burung langka itu agar berkembang biak.

Sayang sekali, pasca tibanya burung Blue bersama Linda dan Blue diperkenalkan dengan Jewel yang merupakan spesies burung yang sama, ternyata kedua burung itu justru dicuri oleh sindikat penyelundupan hewan. Mereka memanfaatkan jasa seorang anak gelandangan dibantu seekor burung kakaktua putih yang kejam dan bengis. Seorang penjaga dapat diperdaya karena dibekap dengan kain yang diberi obat bius.

Dari sinilah kisah perjalanan petualangan Linda, Dr. Monteiro, serta si anak yang tadinya ikut mencuri Blue justru membantu mereka dalam mencari keberadaan Blue dan Jewel.
In the 2011 film Rio, a male blue macaw – one of the most endangered species on Earth – is discovered living in Minnesota and is flown all the way down to Rio de Janeiro in the hopes that he can help repopulate the species with a female blue macaw. The story has a happy ending, as Blu and Jewel wind up living happily ever after with three children. Keep those cheery memories in mind as you read the next few paragraphs, because I’m about to lay some unfortunate "real world" facts on you (and we all know that the real world doesn’t always have happy endings).  http://www.cinemablend.com/new/Blue-Macaw-Who-Inspired-Rio-Has-Died-With-Offspring-43681.html

Sebuah film animasi tiga dimensi yang cukup apik dan memberikan banyak pendidikan akan makna cinta lingkungan khususnya satwa yang dilindungi. Meskipun di dalamnya terdapat unsur pornografi lantaran banyak menunjukkan gambar-gambar yang kurang baik bagi anak-anak (perempuan dgn kurang busana), tapi di sisi positifnya film ini mengajarkan akan arti cinta dan semangat pelestarian satwa di sekitar kita.

Paling tidak, film ini berusaha mengajarkan pada para penontonnya agar mencintai satwa langka dan dilindungi dan berusaha membiarkannya agar tetap berkembang dan melahirkan generasi-generasi baru yang akan menjadi aset berharga bagi kekayaan satwa di dunia khususnya di Indonesia.

Lindungi satwa langka tetap lestari agar bisa dinikmati keindahannya oleh generasi anak cucu kita.

Salam

Kamis, 04 Juni 2015

Ketika Harus Memilih Rumah Sendiri


Benar kata pepatah, sebaik-baik rumah orang, maka akan lebih baik rumah sendiri. Dan sehijau-hijaunya rumput tetangga, tak kalah hijau rumput sendiri. Itulah pepatah atau ungkapan orang tua ketika memberikan petuah-petuah dan pesan bijak kepada orang-orang yang lebih muda.

Pepatah atau ungkapan ini hakekatnya saat ini saya rasakan, meskipun sudah hampir dua tahun saya menyibukkan diri bergumul dengan media kompasiana yang memiliki member yang berjumlah ribuan, ternyata ada kesenjangan antara keinginan berbagi dengan kecemburuan sosial yang muncul di dalamnya. 

Tak hanya kecemburuan sosial yang sampai saat ini saya (khususnya) dan penulis lainnya tatkala tulisan yang dibuat tak lantas diterima dengan baik oleh adminnya, terntu menjadi gumpalan-gumpalan rasa kecewa yang selama ini biasa dipendam dan tak "jujur" untuk diucapkan. Ketidak nyaman dalam komunikasi antar membernya di setiap postingan ternyata menjadi bumbu "pahit" yang justru menjadikan rasa cinta pada blog bersama itu menjadikan satu persatu bagian komunitasnya meretel, bercerai berai dan berusaha mencari rumah sendiri atau rumah lain yang dianggap lebih nyaman.

Jujur ataupun tidak, betahnya di kompasiana awalnya karena rasa ingin berbagi meski tanpa mendapatkan penghargaan materi atau pujian sekalipun, tapi ketika semua dirasa asing, maka tidak ada jalan lain kecuali kembali merajut asa dan harapan dalam rumah sendiri. Rumah yang ditinggali meskipun terasa sepi. lantaran tidak ada orang lain yang mengisi hari-harinya dengan riuh rendahnya tutur sapa dan cuap-cuap meskipun asal "njeplak", namun akan lebih menenangkan daripada berumah bersama tapi sedikit sekali apresiasi di dalamnya.

Katanya rumah bersama, apalah artinya jika masing-masing manusianya tak saling menyapa dan mencurahkan segenap isi hatinya kepada sesama penghuninya. Semua terasa kering dan kosong bahkan sombong. Seakan-akan semua ingin menjadi diri sendiri. Keadaan ini yang semakin memperberat rasa cemburu di antara member kompasiana.

Meskipun rasa cemburu dan kedengkian adalah "dosa" atau tidak baik, akan tetapi jika setiap kali membuat tulisan yang sebenarnya dilakukan secara berdarah-darah ternyata bak debu berterbangan, maka cukup sampai di sini dan lebih baik kembali ke rumah sendiri. Mungkin ini keputusan terbaik yang justru lebih logis atau rasional.

Senang dan bangga bisa belajar menulis di kompasiana, meskipun terlalu lambat cara mempelajari ilmu menulisnya lantaran para penulisnya pun belum tentu penulis profesional. Semua serba biasa-biasa saja dan rata-rata memiliki kecenderungan yang sama, ingin mendapatkan pujian dan mendapatkan tempat yang terhormat di mata adminnya.

Ini tidak salah karena siapa sih yang tak ingin karya terbaiknya diapresiasi, meskipun mungkin tidak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Terlebih sebenarnya bukan letak kesempurnaan itu yang bisa dihargai, tapi karena selera yang menjadikan tulisan-tulisan itu dipajang terlalu lama sedangkan yang lain hanya terbuang di kotak sampah.

Cukup sudah perjalananku selama ini, dalam rumah bersama kompasiana. Mungkin malam ini kan kuakhiri menempati rumah orang lain itu, dan akan ku hiasi rumah sendiri. Rumah yang mungkin amat sederhana dengan tulisan yang sederhana pula. Tapi akan kurawat dan kuisi dengan serangkaian ide-ide pribadi yang kucoba kulepaskan dari pengaruh media mainstream. Mencoba menulis mandiri, meskipun kadang terasa basi.

Semoga saja silaturrahmi yang telah terjalin, akan tetap terjalin, dan akan tetap hangat di rumah lain yang mngkin saja tidak semenarik kompasiana dan tak secerdas para penghuninya.

Goodby kompasiana.... selamanya kan ku kenang  :)


divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Rabu, 03 Juni 2015

Kiat Sukses Mengusul Angka Kredit dan Naik Pangkat



Bersyukur sekali ya jika dalam berkarir tak mengalami aral rintang yang terlalu berat. Seandainya ada tentu aral rintangan itu mudah diatasi meski harus berkorban waktu, tenaga dan biaya.

Begitu pula sebagai seorang guru, tentu harapannya mereka ingin menjadi bagian dari tenaga profesional yang juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan jenjang karir yang mulus dan tak beribet-ribet ria. Walaupun demikian, tak ada yang mudah dalam meraih sesuatu karena segalanya harus disertai dengan niat yang tulus, dedikasi dan integritas yang tinggi serta kesabaran untuk selalu mengulang dan memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan.

Tak hanya guru tentunya, karena para pegawai baik pemerintah maupun swasta berharap jenjang karir dan kesempatan mendapatkan tambahan penghasilan menaik tajam seperti harapan dan cita-cita yang ingin segalanya diraih dengan sempurna.

Seperti pengalaman yang saya dan teman-teman alami sewaktu melakukan usulan kenaikan angka kredit, ada kegamangan tersendiri. Antara harapan dan kemungkinan lulus juga menjadi kekhawatiran. Apakah PAK dan seperangkat kelengkapan berkas akan diterima dan dihargai oleh Tim Penilai? Atau justru sebaliknya hasil karya kita yang sudah susah payah dibuat ternyata harus kandas, penuh kesalahan dan berakhir tragis lantaran tak jua diterima untuk diusulkan kenaikan pangkat. Alamat setahun lagi harus menyusun perangkat itu dan mengurusnya hingga tuntas. Tak pelak, karena aktivitas di luar sekolah ini, terkadang harus meninggalkan anak didiknya demi usaha naik pangkat karena takut akan ketinggalan momentum dan didahului teman-temannya.

Tak habis di situ, meskipun semua perangkat pembelajaran, bimbingan penyuluhan, diklat kependidikan diikuti, dan bimbingan ekstrakurikuler dilakukan jika tidak sesuai dengan yang diharapkan Tim Penilai PAK tentu hasilnya tidak akan memuaskan.

Lalu, bagaimana sih, agar DUPAK dan Kenaikan Pangkat kita tidak terkendala? Karena alhamdulillah saya sudah mengusulkan penilaian angka kredit dari III b ke III c dengan mulus meski harus kerja keras di awalnya.

Saya ingin membagi tips sederhana, yang semoga saja bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan guru-guru di Indonesia pada khususnya.

Pertama, Penilaian angka kredit adalah tahapan penilaian prestasi kerja atau seperangkat kegiatan dalam kurun waktu 2 tahun masa pengabdian sebagai PNS (khususnya guru), dan 4 tahun bagi tenaga struktural. Sehingga semuanya akan berjalan dengan aman apabila semua kebutuhan dan kewajiban sebagai guru, terkait kewajibannya di kelas dan di sekolah sebagai institusi terpenuhi dengan baik. Dupak disusun sesuai dengan format terbaru tahun 2015 yang nantinya akan nge-link dengan pusat. Jadi semua terintegrasi sesuai dengan yang diperintahkan dan anjurkan agar usulan angka kredit tersebut bisa dihitung.

Melengkapi administrasi di kelas yang hakekatnya semua adalah kewajiban guru tatkala bertugas melayani anak didiknya.

Agar format pengisian tidak mengalami kesalahan, tentunya harus merujuk pada aturan yang tertuang dalam Permenpan No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di sana jelas dan gamblang tertuang beberapa aitem penilaian yang bisa usulkan oleh guru agar nilai angka kreditnya mencukupi.

Kedua, Memenuhi setiap item yang diharapkan, seperti aturan kenaikan pangkat dari IIIb ke III c harus minimal menyusun 1 Karya Tulis Ilmiah, membuat karya inovatif atau karya kreatif guru yang bisa digunakan di sekolah atau di kelasnya dan tentu saja jenis dan bentuknya ada yang sederhana atau yang rumit. Seperti membuat modul, bahan pembelajaran, atau membuat kumpulan cerpen dan puisi yang semuanya akan dihargai sebagai karya yang baik, dengan syarat semuanya harus orisinil dan bukan milik orang lain.

Ketiga, melakukan bimbingan karya tulis atau karya kreatif lain bagi guru yang belum mahir dalam pembuatan karya tulis tersebut. Terutama PTK yang sampai saat ini belum semuanya mampu menyusunnya lantaran latar belakang pendidikan guru-guru yang kurang mau menulis dan melakukan penelitian.

Keempat, Melakukan pendekatan kepada pejabat atasan langsung, tentu pendekatannya juga berkaitan permohonan arahan dan bimbingan dan bukan terkait materi lantaran jika kita melanggar aturan ini maka dampaknya bisa tidak baik bagi guru sendiri. Karena tidak sedikit guru yang berusaha main belakang dengan memberikan sejumlah uang yang penting PAKnya beres tanpa berpikir panjang jika ini diketahui oleh pejabat yang mengawasi sistem penilaian angka kredit tersebut.

Kelima, ini usaha yang terakhir yaitu tawakal dan doa, karena tak sedikit guru yang sudah membuat usulan dengan baik, melengkapi dengan aneka persyaratan dan kelengkapan berkas ternyata belum juga layak untuk dipromosikan kenaikan pangkatnya dengan alasan tertentu. Mudah-mudahan dengan tawakal dan doa, Tuhan membukakan pintu rahmatNya dan memberikan kelapangan dada tim penilai agar tak terlalu mempersulit usulan kita.

Namun, yang pasti tidak ada yang berjalan mulus dan tidak ada yang tanpa usaha, karena Tuhan pun memberikan ujian yang berat bagi hambaNya yang ingin mendapatkan kedudukan yang mulia di sisiNya apalagi bagi para guru yang ingin mendapatkan pangkat tertentu, tentunya harus dilalui dengan usaha yang tak mudah pula.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, meskipun membutuhkan tambahan saran dari guru-guru senior maupun pemangku kebijakan pendidikan tentunya. Jika terdapat kekurangan akan direvisi kembali. Kalau sekiranya sudah melakukan hal-hal di atas dan ternyata belum juga bisa lolos angka kreditnya tentu harus mengulang lagi dengan memperbaiki segala kekurangan dan berkonsultasi dengan pihak-pihak yang berwenang.

Salam
divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Rabu, 20 Mei 2015

Memperingati Harkitnas dengan Turut Membangun Pendidikan


Hasil gambar untuk paud ini berjuang dengan keringat dan keikhlasan gurunya
Hasil gambar untuk paud ini berjuang dengan keringat dan keikhlasan gurunya
Tanggal 20 Mei sebagaimana yang menjadi tradisi di negeri ini adalah diperingatinya momentum kebangkitan nasional, bangkitnya bangsa ini dari kebodohan dan hegemoni penjajahan.

Pada saat itu, lahirlah Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908 yang menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan. Dengan tujuan satu bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang merdeka dari jajahan bangsa lain dan meninggalkan predikat bangsa yang terpuruk lantaran lemahnya pendidikan bangsa ini dibandingkan dengan bangsa lain. sumber

Begitu pula apa yang terjadi di negeri ini, setiap momentum hari kebangkitan nasional, tetap saja di antara mereka saling mengisinya dengan aneka kegiatan. Ada yang bentuknya sekedar memperingatinya dengan upacara bendera, ada yang melakukan perlombaan agar makna kebangkitan itu benar-benar terpupuk dan terpatri dengan kuat dari para pesertanya, adapula yang justru melakukan unjuk rasa, demonstrasi menyuarakan aspirasi atas kondisi bangsa ini. lihat

Apapun itu, semua adalah bagian dari indahnya peringatan hari kebangkitan nasional yang selalu kita rayakan setiap tahunnya. Dan apapun bentuk dan karakter perayaannya  tentu saja sebagai manifestasi dari rasa nasionalisme anak-anak negeri ini.

Lalu, bagaimana dengan kami, apakah kami memiliki perayaan sendiri dalam memperingati hari kebangkitan nasional ini? Tentu saja ada, namun bukan merayakan dengan formalitas kegiatan, tapi bentuk kebangkitan semangat yang selalu saja diuji dengan aneka persoalan. Semangat untuk menjalani kehidupan ini dengan totalitas dan harapan yang tinggi akan kesuksesan. Tak perlu muluk-muluk apalagi menghambur-hamburkan uang. Karena kebangkitan itu sejatinya diawali dari diri sendiri yang senantiasa bersemangat dalam menempuh hidup dan kehidupan. Tak mudah menyerah meskipun gelombang ujian selalu menerpa. Dan tentu saja seperti apa yang telah kami lakukan, kami akan menjadi bagian negeri ini yang turut serta membangun generasi muda dengan pendidikan.

Seperti yang sudah saya rilis di kompasiana beberapa waktu lalu, bahwa tekat kami membangun lembaga pendidikan informal tak pernah padam. Meskipun sampai saat ini apa yang kami perjuangkan belum berhasil dengan gembilang tapi, di hari kebangkitan ini, semangat yang sempat terpuruk, kami coba untuk bangkitkan lagi dan menyirami semangat diri kami untuk membangun dan menggiatkan lembaga pendidikan yang telah kami dirikan.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Azkiya), meskipun telah tujuh tahun berlalu, ternyata belum tersentuh oleh perhatian pemerintah. Kami sadar, bahwa masih banyak sekolah-sekolah-sekolah yang juga merasakan nasib yang sama. Berdiri dengan pijakan kaki sendiri dan membangunnya dengan keringat dan semangat sendiri. Berusaha menjadi bagian kecil yang akan bermanfaat bagi bangsa ini. Meskipun dengan kemampuan yang apa adanya, tak pernah menyurutkan langkah kaki kami untuk mendidik anak-anak desa yang miskin dari pendidikan untuk bisa menjadi anak-anak yang sama dengan anak-anak lainnya.

Meskipun tidak pernah tersentuh perhatian pemerintah, kami pun selalu bersyukur, bahwa semangat memperingati momentum kebangkitan nasional hakekatnya seperti yang kami lakukan. Dari yang kecil dan menyentuh persoalan yang dianggap sepele (kecil) meskipun dampaknya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang akan memajukan bangsa ini dengan pendidikan.

Kami tak perlu lagi berteriak-teriak untuk diperhatikan, lantaran memang butuh sense of belonging agar bisa mencintai pendidikan dan dunia pendidikan yang melingkupinya. Tak hanya kami, masyarakat di lingkungan, pemerintah daerah maupun presiden sekalipun tak akan berguna apabila semangat berjuang tidak dimulai dari niat yang tulus dan keikhlasan.

Meskipun bermodalkan keringat saja, mudah-mudahan sekolah kami tak berakhir tragis karena harus dibubarkan. Lantaran belum juga memiliki gedung yang megah dan dengan jumlah siswa ribuan.
Tapi kami yakin, dengan usaha dan kerja keras ini, akan menjadi pondasi awal pendidikan anak-anak yang terbelakang secara ekonomi menjadi salah satu bagian generasi Indonesia yang siap bersaing untuk menjadi bagian penting pembangunan nasional.

Hari Kebangkitan Nasional bukanlah saatnya untuk mengeluh dan meratapi nasib, tapi bangkitnya mental-mental lemah yang tak berdaya akan keadaan menjadi mental-mental yang kokoh dan mengisi kemerdekaan ini dengan semangat kemajuan bagi negeri ini.  Baik dengan cara apapun yang penting positif akan memberikan dampak yang positif pula bagi bangsa ini.

Salam

Gambar : doc. pribadi
Blog kami  https://paudazkiyalampungtengahblog.wordpress.com

PAUD Ini Berjuang dengan Keringat dan Keikhlasan Gurunya


divine-music.info

divine-music.info



divine-music.info





Senin, 04 Mei 2015

Tanya Jawab Seputar Verval NRG di Padamu Negeri 2015

Hasil gambar untuk padamu NEGERI


 

 

TANYA JAWAB TERKAIT VERVAL NRG DI PADAMU NEGERI 2015


1. Bagaimana tata kelola NRG selama ini?

Sesuai Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4 bahwa Sertifikat Pendidik sah berlaku untuk melaksanakan tugas sebagai Guru setelah mendapat Nomor Registrasi Guru (NRG). NRG dikelola dan diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik) BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak tahun 2007 sampai saat ini. Sehingga bila ada NRG yang tidak sesuai dengan arsip database NRG dari Pusbangprodik maka dinyatakan tidak valid. 


2. Apa tujuan dari VerVal NRG di Padamu Negeri?

Ada 2 (dua) tujuan dari VerVal NRG, yaitu: 

Pertama, untuk memverifikasi dan memvalidasi ulang bagi setiap Guru yang telah memiliki Sertifikasi Pendidik dan NRG yang diterbitkan oleh Pusbangprodik BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak 2007 s/d 2014 agar lebih tertib, terjamin validitas/keabsahannya dan terpantau rekam jejak pemilik NRG tersebut.

Kedua, Untuk menerbitkan NRG baru bagi pemilik Sertifikasi Pendidik namun belum memiliki NRG yang diterbitkan resmi oleh Pusbanprodik baik pada pola sertifikasi PSPL atau Portofolio atau PLPG atau PPG selama periode 2007 - 2014 kelulusan sertifikasinya. 



3. Bagaimana mekanisme VerVal NRG di Padamu Negeri?

Padamu Negeri menggunakan Arsip Database NRG milik Pusbangprodik yang tersimpan sejak 2007 s.d 2014. Ada 1.8 juta data NRG yang terekam di Arsip Database NRG milik Pusbangprodik sampai saat ini. Dari 1.8 juta data arsip NRG tersebut telah direkonsiliasi dengan data akun PTK di Padamu Negeri. Oleh karena itu pada proses VerVal NRG mensyaratkan akun PTK di Padamu Negeri minimal bintang 4 ungi dan akan terbagi menjadi 3 (tiga) jenis perlakuan, antara lain:

A. Otomasi Pemberian NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik telah sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem Padamu Negeri langsung memberikan info NRG PTK tersebut secara otomatis. Selanjutnya PTK melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b2 sebagai tanda bukti ajuan pengesahan ke Admin Dinas/Mapenda (S26c2).


B. Klaim NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik belum sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem meminta PTK memasukkan data NRGnya secara manual untuk dicarikan ke database arsip NRG dari Pusbangprodik. 

B.1 Apabila hasil pencairan dari data arsip NRG telah sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan proses klaim kepemilikan NRG tersebut dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b3 sebagai bukti ajuan klaim melalui Admin Dinas/Mapenda (S26c3). Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda ini secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui klaim NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d3.

B.2. Apabila hasil pencarian dari data arsip NRG tidak ditemukan atau tidak sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan prosedur Ajuan NRG Baru (S26a). 


C. Ajuan NRG Baru
Ajuan NRG baru dapat dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:

C.1. PTK telah memiliki sertifikasi dari LPTK namun belum memiliki NRG. 

C.2. PTK telah memiliki NRG namun tidak diketemukan saat proses pencarian dari proses klaim sebagaimana dijelaskan di poin B.

PTK memproses ajuan NRG baru dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya kemudian cetak bukti ajuan NRG baru (S26a). Surat Ajuan S26a tersebut diserahkan ke Admin Dinas/Mapenda untuk diverifiksi dan divalidasi dengan cetak bukti S26c1. Selanjutnya ajuan NRG baru tersebut otomatis akan tampil di dasabor Admin Pusbangprodik untuk diproses penerbitan NRG baru (S26d1).


D. Laporan Kesalahan/Sengketa NRG
Bila PTK melakukan proses VerVal NRG kemudian terdeteksi bahwa NRGnya telah divalidasi/diklaim oleh PTK lainnya atau dinilai ada kesalahan data yang tidak sesuai dengan arsip NRG Pusbangproik.  Maka PTK bersangkutan dapat melakukan prosedur Laporan Kesalahan/Sengketa NRG dengan mencetak S26b4 sebagai bukti ajuan laporan kesalahan/sengketa NRG untuk diserahkan kepada Admn Dinas/Mapenda. Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda (S26c4) secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui Lap;oran Kesalahan/Sengketa NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d4. Adapun kesalahan akan diperbaiki atau pihak yang disengketakan otomatis akan dibatalkan status kepemilikan NRGnya oleh sistem dan dinotifikasi pada dasbor PTK tersebut.

4. Bagaimana bila PTK menyatakan telah memiliki NRG (termasuk telah menerima tunjangan profesi berdasarkan NRG tersebut) namun tidak diketemukan saat VerVal NRG di Padamu Negeri atau ternyata NRG tersebut milik orang lain?

Tentunya sebagaimana dijelaskan pada poin 1 bahwa penerbit resmi NRG adalah Pusbangprodik. Sehingga bila tidak ditemukan NRG dimaksud atau tidak sesuai kepemilikannya pada arsip database NRG Pusbangprodik maka NRG tersebut dinyatakan tidak valid/tidak sah meskipun mungkin NRG tersebut telah digunakan sebagai dasar penerimaan tunjangan profesi. 


5. Bagaimana bila PTK yang telah memiliki sertifikasi dan NRG namun tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri?

Sebagaimana dijelaskan pada poin 2 (Tujuan VerVal NRG) serta berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4, maka apabila PTK pemilik sertifikasi dan NRG tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri hingga batas 30 Juni 2015 maka NRGnya dinyatakan tidak valid/tidak sah. 


6. Apabila PTK telah memiliki NRG lama namun tidak sesuai saat VerVal NRG sehingga yang bersangkutan mengajukan NRG baru dan mendapatkan NRG baru. Bagaimana dampaknya terhadap tunjangan yang telah diterima berbasiskan NRG lama selama ini?

NRG tidak bisa dipisahkan dengan NUPTK, karenya syarat NRG adalah harus memiliki NUPTK terlebih dahulu. Sehingga bila kasus tersebut terjadi maka setelah 30 Juni 2015 nanti, Pusbangprodik akan melakukan prosedur rekonsilisasi data NRG-NUPTK dengan unit pengelola tunjangan terkait baik di Kemdikbud maupun di Kemenag. 


7. Bagaimana memilih pola sertifikasi dan kode mapel yang sesuai saat melengkapi data VerVal NRG di Padamu Negeri?

a. Apabila akun PTK telah memiliki NUPTK dan lulus sertifikasi periode 2007 - 2014 dengan TMT Awal sebagai Guru < 2006 maka pilih pola sertifikasi PSPL/PF/PLPG. Selain itu pilih pola PPG yang sesuai jalurnya. 

b. Kode Mapel Sertifikasi yang tersedia ada 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:
   - Pilih kode mapel [2007-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2007 - 2008
   - Pilih kode mapel [2009-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2009 - 2014
   - Pilih kode mapel [2015-xxx] bila tidak ditemukan di kode mapel [2009-xxx]


Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!