Jumat, 06 Desember 2013

Pelatihan Pembuatan Kompos Terhadap Kesadaran Cinta Linkungan

Pembuatan Pupuk Kompos

 

Siapapun Anda yang saat ini hidup di daerah pedesaan tentulah tidak asing lagi dengan hewan ternak, bisa berupa sapi, kerbau, kambing, ayam dan hewan ternak lain yang menghasilkan kotoran. Tentu saja sebagai warga desa juga tidak terlalu heran dengan banyaknya kotoran yang menumpuk di sekitar kandang. 

Kamis, 17 Oktober 2013

Media Telpon-telponan untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Tunagrahita

Tulisan ini sekedar sharing dan sebagai bahan untuk diskusi tentang bagaimana membangun dan meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi lebih khusus terhadap anak-anak yang memiliki kelemahan intelegensi atau disebut dengan anak-anak tuna grahita.

Komunikasi adalah bagian penting dalam menjalin hubungan sosial, baik komunikasi secara verbal maupun non verbal menjadikan seseorang akan mampu melakukan interaksi antar personal secara aktif yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi pelakunya dalam proses hidup dan kehidupan.

Terlepas dengan jenis-jenis komunikasi, dalam banyak hal akan ditemukan suatu masalah disebabkan karena seseorang sulitnya melakukan komunikasi, bisa jadi berawal dari pengenalan pengenalan fonem maupun morfem, sintaksis maupun kosa kata yang selalu berkembang seiring dengan banyaknya bahasa serapan yang diadopsi dari bahasa asing maupun bahasa daerah di seantero jagad sosial.

Bertitik tolak dari konsep di atas, maka kemunikasi semestinya juga diajarkan, diperkenalkan, dikembangkan maupun ditingkatkan seiring dengan semakin berkembangnya hubungan sosial personal, yang awalnya hanya lingkup keluarga, selanjutnya mereka harus berhubungan dengan masyarakat yang lebih luas, yang tentu saja dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang tidak mudah, bahkan teramat rumit untuk ukuran anak-anak masa-masa sekolah dasar. Karena sebagaimana tersirat dalam kurikulum sekolah dasar, pengembangan bahasa dalam segi kemapuan komunikasi verbal merupakan program pokok dan indikator yang ingin dicapai selama proses pembelajaran.

Sebagai contoh, saya merupakan guru bagi anak-anak disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus, di mana lebih khusus tuna grahita, di mana pada anak-anak tersebut memiliki kemampuan di bawah rata-rata dengan kemampuan intelegensi yang amat rendah, bahkan jika diukur tes intelegensi hanya berada di bawah 80 sehingga besar kemungkinan anak-anak tersebut sangat rendah kemampuan berbahasa karena dipengaruhi kemampuan intelegensi dalam menangkap dan merekam informasi yang berkaitan bahasa, baik kosa kata maupun kemampuan dalam mengucapkannya.

Sebelum kita membahas lebih  jauh mengenai media telpon-telponan terlebih dahulu kita pahami apa sebenarnya media telpon-telponan?

Media telpon-telponan adalah sebuah alat, bahan atau benda-benda yang digunakan untuk sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Dimana media yang dimaksudkan di sini adalah alat pembelajaran yang dibuat dari dua buah kaleng susu yang dibentuk sedemikian rupa kemudian kedua kaleng tersebut dihubungan dengan seutas benang berbentuk seperti sebuah alat komunikasi dua arah. Alat tersebut sejatinya digunakan sebagai alat bermain dan belajar mengucapkan kata-kata dan mendengarkan informasi dari lawan bicaranya.

Sedangkan anak tuna grahita di sini adalah adalah anak-anak yang dapat diidentifikasi sebagai anak yang memiliki keadaaan keterbelakangan mental, keadaan ini dikenal juga retardasi mental (mental retardation). Tunagrahita sering disepadankan dengan istilah-istilah, sebagai lemah pikiran (Feeble Minded), terbelakang mental (Mentally Retarded), bodoh atau dungu (Idiot), pandir (Imbecile), tolol (Moron), oligofrenia (Oligophrenia), mampu didik (Educable), mampu latih (Trainable), ketergantungan penuh (Totally Dependent) atau butuh rawat, mental subnormal, defisit mental, defisit kognitif,  cacat mental, defisiensi mental dan gangguan intelektual.

Lebih dipertegas lagi, sebagaimana menurut American Asociation on Mental Deficiency/AAMD dalam B3PTKSM, (p. 20) bahwa anak tunagrahita memiliki karakteristik intelegensinya sebagai berikut: yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (Sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes; yang muncul sebelum usia 16 tahun; yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku.Kekurangan dalam perilaku adaptif. Terjadi pada masa perkembangan, yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun.

Berdasarkan tingkat IQ yang rendah inilah maka perlu diberikan model-model pembelajaran yang melibatkan alat pembelajaran berupa permainan edukatif berupa pengembangan kemampuan berbahasa sejak dini, meski prosesnya lambat tapi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan anak dalam berkomunikasi secara verbal.

Subyek penelitian merupakan anak yang sudah dapat menggunakan media telpon-telponan dan tentu saja sedikit banyak dapat melakukan komunikasi dengan orang lain meski dengan kalimat yang belum sepenuhnya benar. Sehingga diharapkan dengan alat bermain edukatif ini anak akan terpicu dan terpacu untuk dapat mengucapkan kata-kata serta mendengarkan dengan benar sesuai dengan konteks kalimat dan petunjuk yang diberikan.

Sebagaimana yang saya sebutkan di atas, sebagai media pembelajaran berupa alat permainan edukatif, media telpon-telponan dapat menjadi salah satu media yang penting dalam pengembangan berbahasa. Meski harus tetap di bawah pengawasan dan bimbingan guru, permainan ini meransang syaraf motorik halus maupun kasar serta indera pendengaran dan tentu saja indera pengucap. Karena indera ini sangat berkaitan dengan kemampuan berbahasa.

Selanjutnya, bagaimana cara guru menggunakan media telpon-telponan ini dalam proses pembelajaran?
Perlu dipahami bahwa Bahasa Indonesia di sekolah luar biasa memiliki karakteristik pembelajaran yang orientasinya sama dengan dengan apa yang diajarkan di sekolah umum pada umumnya yaitu pada kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Namun demikian dengan media telpon-telponan lebih difokuskan pada kemampuan mendengarkan dan berbicara karena media ini memang berkaitan dengan kemampuan mendengarkan dan berbicara.

Pada tahap awal, terlebih dahulu guru melakukan pengenalan tentang media yang akan diadakan, termasuk di dalamnya cara menggunakan dan indikator yang akan dicapai. Misalnya ketika guru mengajarkan anak tunagrahita, terlebih dahulu diajarkan cara menggunakannya, bahkan semestinya guru harus menunjukkan cara menggunakan alat tersebut dengan tujuan agar memahami penggunaannya.

Selanjutnya guru memberitahukan indiktor yang ingin dicapai misalnya, kemampuan menggunakakn telepon baik melakukan percakapan atau komunikasi dua arah. Guru menunjuk satu anak sebagai lawan berbicara melalui media telpon-telponan tersebut, selanjutnya ketika semua anak memahami cara menggunakan media, anak-anak dibentuk beberapa kelompok dengan cara menyebut angka satu sampai sepuluh (cara ini disesuaikan kondisi siswa dan keinginan guru dalam mengelompokkan siswanya) kemudian masing-masing anak berkumpul sesuai dengan angka yang sama menjadi pasangannya ketika mempraktekkan media ini.

Setelah masing-masing anak mendapatkan pasangannya, secara bergantian pasangan tersebut mempraktekkan percakapan berdasarkan instruksi guru dan guru mencatat hasil percakapan dengan media, dari awal hingga akhir percakapan, cara ini dapat dilakukan berulang-ulang setelah dilakukan refleksi peningkatan kemampuan berbicara baik pengucapan maupun intonasi kalimat. Namun jika anak belum terbiasa menggunakan kalimat panjang ada baiknya diawali dari pengenalan kata-kata.

Cara ini dapat dilakukan terus menerus seiring dengan materi yang sesuai dengan penggunaan alat permainan ini. Namun demikian, ketepatan berbicara dan mendengar memang tergantung pula kemampuan indera anak tersebut, jika inderanya fungsinya baik maka kemampuan intelegensi dalam mengolah kata-kata akan lebih mudah dan teratur begitu sebaliknya jika anak-anak tersebut mengalami gangguan pendengaran maupun pengucapan maka akan berpengaruh pula pada kemampuan mendengar dan berbicaranya.

Wassalam

Rabu, 18 September 2013

Sertifikasi, Antara Profesionalisme dan Upah yang Layak

Sertifikasi Antara Profesionalisme dan Upah yang Layak
Oleh M. Ali Amiruddin, S.Ag.




Sejak setahun yang lalu yakni akhir tahun 2011, tatkala saya mengikuti PLPG khusus guru-guru SLB di LPMP Provinsi Lampung.

Masih terngiang dalam ingatan saya bahwa pada hari itu kami seperti terlahir kembali, dikumpulkan dalam satu situasi di mana kami harus kembali membuka logika, akal fikiran dan hati bahwa kami benar-benar harus mengikuti prosedur pendidikan dan latihan khusus guru dan kami merasa seperti berada diatas sebuah titian yang panjang selayaknya jembatan sirotol mustaqim yang membentang di atas neraka. 

Sabtu, 14 September 2013

Ada Wirausahawan Muda di PK-LK

Lomba Olimpiade Siswa Nasional dan Visi Mencetak Anak Penyandang Disabilitas Menjadi Wirausahawan Mandiri

Oleh M. Ali Amiruddin, S.Ag



 Gambar : Hasil Karya ABK dlm Lomba Kewirausahaan di Bandung, September 2013

Tulisan ini adalah catatan tatkala saya menjadi salah satu pendamping dalam perlombaan Olimpiade Sains Nasional Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK-LK) ke-12 di Bandung  yang diadakan beberapa hari yang lalu. Sebagai bentuk apresiasi yang mendalam terhadap apa yang dilakukan oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

Sabtu, 07 September 2013

Bahan Pembelajaran, Teori dan Praktik di Kelas

Oleh M. Ali Amiruddin, S.Ag.


13739555651781899037


Sebelum membahas tentang perlunya bahan ajar bagi guru, terlebih dahulu kita pahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan bahan ajar? Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. ( National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). 

Rabu, 04 September 2013

Pembukaan Olimpiade Sains Nasional Tk. Nasional Ke-12 di Bandung



Oleh M. Ali Amiruddin, S.Ag.


Baru saja (3-9-2013) pukul 12.00 di Gedung Sabuga Bandung telah dibunyikannya angklung yang berdentang meriah sebagai tanda dibukanya Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Ke-12 yang menjadikan Kota Bandung bergetar dan bergelora selayaknya kedatangan hajat yang luar biasa karena kemeriahan dan espektasi peserta dan panitia serta team penggembira yang ikut menambah meriahnya event tersebut.

Minggu, 25 Agustus 2013

Anak-anak Penyandang Disabilitas Ikut HUT RI ke 68

Oleh M. Ali Amiruddin, S.Ag

 
Seperti biasa, di setiap perayaan hut proklamasi selalu dipenuhi dengan gegap gempitanya acara yang tentu saja menambah keceriaan masyarakat. Keceriaan tersebut ditunjukkan masyarakat dengan mengadakan kegiatan festival, perlombaan seperti makan kerupuk, lari karung, dan panjat pinang (pucang) maupun kegiatan-kegiatan lain yang diadakan menjelang hari bersejarah itu hadir setiap tahun.

Featured Post

Mengenal Pupuk Organik dan Manfaatnya

  Pupuk organik dari makanan sisa adalah salah satu cara paling sederhana dan ramah lingkungan untuk mengolah limbah rumah tangga sekaligus ...

Game

Belajar Bilangan - SMPLB Kelas VII

Belajar Bilangan 1 - 20

1. Mengenal Bilangan

1
Satu

2. Urutkan dari yang Terkecil

Klik angka secara berurutan:

3. Membandingkan Bilangan

Pilih tanda yang benar:

5 ❓ 10

Lih. Lebih Kecil (<) Lih. Lebih Besar (>)

Game 1

Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!
Petualangan Coding Angka dan Bentuk
LEVEL 1/10
🤖

PETUALANGAN CODING

Angka & Bentuk

❓ CARA BERMAIN

1. 👁 Lihat soal dan gambarnya.

2. 🔊 Dengarkan petunjuk suara dari guru virtual.

3. 👆 Pilih / Susun jawaban yang benar.

4. ▶ Tekan tombol JALANKAN / MULAI.

5. ⭐ Dapatkan Bintang keberhasilan!

⚙ PENGATURAN

Tingkat Kesulitan Saat Ini:

Tingkat: MUDAH

👩‍🏫
Selamat datang! Ayo hitung apelnya.

🎉 HASIL PERMAINAN 🎉

⭐ Total Bintang: 10
🎯 Tantangan Selesai: 10 / 10
🔢 Angka: Sangat Baik
🔷 Bentuk & Warna: Sangat Baik
💻 Coding Urutan: Berkembang
👏 Kemandirian: Mandiri
👩‍🏫
Luar biasa! Kamu makin pintar dan mandiri!